Langsung ke konten utama

Lestarikan Permainan Tradisional, Purwanegara Dinobatkan Kelurahan Layak Anak


Di era globalisasi yang sudah mulai dikuasai gadget, banyak budaya tradisional yang hampir punah. Salah satunya yaitu permainan anak. Bahkan, generasi sebelumnya yang paham mengenai permainan tradisional, juga mulai berkurang. Melihat generasi muda saat ini banyak yang kecanduan permainan elektronik, menimbulkan keprihatinan bagi sebagian orang tua, terutama Lurah Purwanegara, Tarwono. 


MAINAN ANAK : Anak-anak di Kelurahan Purwanegara bermain dengan ceria. 

Kelurahan Purwanegara kini dijadikan Kelurahan Layak Anak. Maka sebagai Kelurahan Layak Anak, yang ditunjuk dari pemerintah daerah melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlidungan Anak (DPPKBP3A) Kabupaten Banyumas, Kelurahan Purwanegara, Kecamatan Purwokerto Utara pun melestarikan permainan tradisional melalui perlombaan saat kemerdekaan RI ke-72. Semakin menarik, permainan yang diikuti oleh anak-anak hingga kelas kelas enam SD, juga dikemas yang menggambarkan Banyumas. Selain menggunakan pakaian adat Banyumas, dalam percakapan juga menggunakan bahasa Banyumas. 

“Jangan sampai permainan tradisional anak menjadi punah, karena banyak histori dan manfaat yang dirasakan anak-anak ketika memainkan permainan tradisional,” ujar Tarwono. Meskipun merasa asing dengan permainan tradisional, tetapi puluhan anak yang terlibat pada perlombaan beberapa waktu lalu di pendopo Kelurahan Purwanegara, sangat menikmati permainan demi permainan, seolah-olah tidak sedang berlomba. Hal itu terlihat dengan tidak adanya rasa canggung walaupun ditonton oleh banyak orang. Tarwono menjelaskan, pelombaan ini sekaligus sebagai launching terpilihnya Kelurahan Purwanegara sebagai satu-satunya di Banyumas sebagai kelurahan layak anak. 

Peserta lomba pun dibuat dalam tim dengan anggotanya minimal empat orang. “Peserta lomba juga ada latihan dulu dari warga sekitar yang paham dengan permainan-permainan tradisional,” kata Tarwono. Adapun permainan yang diperagakan peserta lomba ini, ada Bentengan, Jamuran, Cublek-Cublek Suweng, Dakon, dan Gobak Sodor. Nama-nama permainan tersebut tentu tidak dapat dijumpai di gadget. Untuk permaianan Bentengan dimainkan empat hingga delapan orang degan memilih tiang, batu, atau pilar sebagai benteng. Sedangkan permainan Jamuran dimainkan empat hingga dua belas anak, sore atau malam hari saat bulan purnama di tanah lapang dengan menyanyikan lagu Jamuran. 

Taryono mengatakan, histori dari permainan tradisional ini untuk mempererat tali pertemanan. Selain itu, karena permianannya banyak melakukan gerakan fisik, dapat membuat badan lebih sehat dan merasa gembira, karena ada komunikasi dan interaksi langsung dengan teman sebayanya. Menyadari bahwa generasi sebelumnya yang mengenal permainan tradisional ini juga mulai berkurang, membuat miris bagi Tarwono. Ia pun mengharapkan, generasi muda saat ini tidak gengsi untuk melestarikan permainan tradisional, salah satu caranya dengan mengenal dan mempraktikannya. Menurutnya, hak-hak anak harus dipenuhi seperti hak belajar, bermain, dan bicara. Pada hak anak belajar sudah didapat dari bangku sekolah. Sedangkan hak bermain, Tarwono menyarankan jangan memanjakan anak dengan gadget. “Ada baiknya jika orang tua tidak mengenalkan gadget pada anak sejak dini, dan perlu juga puasa orang tua puasa gadget mulai pukul 18.00 sampai 21.00 untuk berinteraksi langsung dengan anak,” tandasnya. 

Sumber: Radarbanyumas.co.id

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rencana Jalan TOL Pejagan /Tegal - Wangon - Cilacap Dalam Tahap Penyusunan FS

Up date info :  Ternyata info terbaru diusulkan bukan dari Tegal tapi dari Pejagan, Yaitu Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap dan Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap


Peta Usulan Program Bina Marga Antar WPS Brebes-Cilacap

 Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap



update info berita ini Minggu 12 Feb 2017, 10:59 WIB Tegal Cilacap Bakal Terbangun Jalan TolDana Aditiasari - detikFinance Sisi Selatan Pulau Jawa bakal kehadiran proyek jalan tol, salah satunya adalah proyek jalan tol Tegal-Cilacap. Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zuna.
"Itu kan tol prakarsa, artinya usulan dari pihak swasta. Usulannya sudah masuk ke kami, mudah-mudahan bisa lelang tahun ini," kata dia dihubungi detikFinance, Minggu (12/2/2017).
Jalan tol ini, kata Herry, diprakarsai oleh BUMN jalan tol, PT Jasamarga (Persero). Jalan tol ini bakal menjadi alternati…

Rencana Jalan TOL Ajibarang Wangon

Dalam perkembangannya rencana pembangunan jalan Tol Ajibarang Wangon terakomodasi dengan disetujuinya Rencana Jalan Tol Tegal Cilacap yang aksesnya dipastikan melewati kota kota ini.

Berdasarkan RTRW Jateng 2009-2029, Kabupaten Banyumas akan dilalui jalan tol Tegal-Cilacap. Rutenya dimulai dari Tegal-Prupuk-Bumiayu-Ajibarang-Wangon-Cilacap. Sedangkan untuk Kabupaten Cilacap akna dilalui Jalan tol Cilacap-Yogyakarta, rutenya dimulai dari Cilacap-Buntu-Sumpiuh-Kebumen-Purworejo-Kulon Progo, Yogyakarta.
Meskipun tidak melewati Kota Purwokerto, tapi dengan akses yang memadai terutama ke Wangon yang menurut informasi menjadi lokasi TOL Gate , maka tetap berperan signifikan terhadap mobilitas dari Purwokerto ke luar daerah. 
Ini adalah konsekuensi sebuah perkembangan dimana dampak dibukanya TOl Cipali tenyata semakin membuat kawasan Banyumas padat. bahkan yang menjadi pelajaran bersama adalah kasus rusaknya jembatan Comal Pemalang beberapa tahun lalu, mengakibatkan kemacetan parah di Jalur…

JNE Resmikan Wangon Gateway

Tingkatkan Kecepatan Layanan JNE Resmikan Wangon Gateway
Salah satu perusahaan jasa pengiriman ekspres dan logistik nasional, JNE terus memperkuat berbagai sektor salah satunya infrastruktur dan jaringan. Selain di Bandung, telah mengoperasikan Jakarta Gateway, Surabaya Gateway dan Wangon Gateway. Perluasan infrastruktur pun tidak hanya di Pulau Jawa, tapi juga dilakukan di JNE Medan dan Kantor Perwakilan baru JNE di Batam. Selanjutnya Gateway Makasar .

Peresmian JNE Gateway Wangon (Foto : Edi Romadhon)

















:  Demi meningkatkan kecepatan layanan pengiriman bagi customer, JNE melakukan penambahan infrastruktur. Realisasi dari penambahan infrastruktur tersebut adalah pembangunan Wangon Gateway yang berlokasi Jl Raya Klapagading Rt 04 Rw 08 Kecamatan Wangon Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.
Mohammad Feriadi, selaku Presiden Direktur JNE, dalam sambutannya menyampaikan, setelah peluncuran 7 produk di bulan Februari 2016 yang lalu, pembukaan Gateway Wangon merupakan salah satu wujud pengembangan i…