Langsung ke konten utama

Oktober Dibikin Sumur Bor PLTB Baturaden Kedalaman 3.500 M



EMBUNG : Tempat penampungan air raksasa ada di kawasan hutan lindung yang disiapkan untuk stok pembangkit listrik tenaga panas bumi. 




Hutan lindung di Kawasan Gunung Slamet akan terus dibabat. Pasalnya, proses eksplorasi akan terus berjalan sampai ke pengeboran sumur bor yang akan dilakukan PT Sejahtera Alam energy selaku pelaksana proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Baturraden di Gunung Slamet. Nantinya, seperti rencana akan ada 22 sumur yang dibor. Padahal, satu sumur bor memiliki luas kawasan sekitar 1,5 hektar dengan kedalaman 3.500 M. Otomatis dengan jumlah 22 sumur, maka hutan lindung akan dibabat seluas 33 hektar. Angka ini pun hanya untuk sumur bor. 

 “Selama tahap eksplorasi ini, ada dua titik dari jumlah 22 titik sumur bor yang akan menjadi dasar pembuatan kembali visibility study. Yakni titik H dan F. Kalau ternyata dua titik itu ternyata tidak ada listrik yang dihasilkan, maka investasi kita selama ini hilang,” kata Direktur PT SAE Bregas H Rochadi, Selasa (8/8) di sela-sela kunjungan ke lokasi proyek dengan seluruh media di wilayah Purwokerto.

 “Bulan Oktober kita upayakan pengeboran di titik H sudah mulai dilakukan, dan titik F diupayakan April mulai dikerjakan. Saat ini pembukaan akses jalan ke titik F masih terus dikerjakan, ada sekitar 3 km lagi,” lanjutnya. Aktivitas pengeboran sendiri, lanjut dia, diperkirakan akan membutuhkan pasokan air yang cukup besar. Oleh karena itu, pihaknya telah membuat embung sebagai tempat penampungan air yang berjarak sekitar 2,5 kilometer dari titik pengeboran H. 

Diketahui, efek dari pembabatan hutan lindung di kawasan Gunung Slamet yang ada di area Kabupaten Banyumas sebelumnya telah membuat aliran sungai Prukut keruh pada awal tahun lalu. Ditanya terkait hal itu, antisipasi dampak lingkungan terus ditekan oleh PT Sejahtera Alam Energy (SAE). PT SAE mengakui akibat pembukaan jalur menuju lokasi proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Baturraden di Gunung Slamet membuat aliran sungai keruh. 

“Di wilayah Cilongok sendiri kami juga membantu membuatkan saluran pipa air bersih sepanjang 6 kilometer diambil dari sumber mata air yang tidak berdampak pekerjaan. Sumber air dialirkan ke lima desa untuk menghadapi kejadian agar tidak terulang. Kita hanya berusaha mencegah,” tandasnya. Diterangkan dia, lokasi hutan lindung yang telah dibuka, juga langsung dilakukan revegetasi atau penanaman kembali dengan tanaman yang menyerap air seperti pucung dan aren. Selain itu, pada bagian tanah yang dibuat terasering juga langsung ditanam rumput untuk menahan tanah supaya tidak terjadi longsor. Tidak hanya itu, lahan yang telah diratakan juga langsung dilakukan pengerasan.



 “Antisipasi yang kami lakukan seperti menutup tumpukan tanah dengan terpal supaya saat hujan tidak terbawa air, kemudian sudah dibuatkan saluran di kanan-kiri jalan dengan dilapisi geotekstil,” kata Sementara itu, terkait dengan pembangunan infastruktur jalan, pembukaan jalan telah dimulai dari pos pertama Pamunduran, Bumiayu sampai ke lokasi titik pengeboran (wellpad) H sekitar 6 kilometer. Saat ini jalan sudah dikeraskan dengan batu dan dilebarkan menjadi sekitar 7 meter dengan lebar jalan 4 meter, bahu jalan masing-masing kiri-kanan 1 meter dan drainase kiri-kanan setengah meter. Disinggung soal kegiatan ekplorasi PLTPB ini, Bregas menjelaskan, kegiatan eksplorasi mulai berlangsung sejak 2011. Ekplorasi meliputi, proses pengajuan izin dan dilanjutkan pembuatan akses jalan hingga ke pengeboran. Terkait lebih lanjut dia mengatakan, untuk biaya ekplorasi dianggarakan biaya sebesar USD 75 juta. Dan sampai dengan saat ini, biaya yang sudah dikeluarkan mencapai USD 32,5 juta atau sekitar 500 miliar. 

Sumber:  Radarbanyumas.co.id

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rencana Jalan TOL Pejagan /Tegal - Wangon - Cilacap Dalam Tahap Penyusunan FS

Up date info :  Ternyata info terbaru diusulkan bukan dari Tegal tapi dari Pejagan, Yaitu Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap dan Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap


Peta Usulan Program Bina Marga Antar WPS Brebes-Cilacap

 Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap



update info berita ini Minggu 12 Feb 2017, 10:59 WIB Tegal Cilacap Bakal Terbangun Jalan TolDana Aditiasari - detikFinance Sisi Selatan Pulau Jawa bakal kehadiran proyek jalan tol, salah satunya adalah proyek jalan tol Tegal-Cilacap. Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zuna.
"Itu kan tol prakarsa, artinya usulan dari pihak swasta. Usulannya sudah masuk ke kami, mudah-mudahan bisa lelang tahun ini," kata dia dihubungi detikFinance, Minggu (12/2/2017).
Jalan tol ini, kata Herry, diprakarsai oleh BUMN jalan tol, PT Jasamarga (Persero). Jalan tol ini bakal menjadi alternati…

Rencana Jalan TOL Ajibarang Wangon

Dalam perkembangannya rencana pembangunan jalan Tol Ajibarang Wangon terakomodasi dengan disetujuinya Rencana Jalan Tol Tegal Cilacap yang aksesnya dipastikan melewati kota kota ini.

Berdasarkan RTRW Jateng 2009-2029, Kabupaten Banyumas akan dilalui jalan tol Tegal-Cilacap. Rutenya dimulai dari Tegal-Prupuk-Bumiayu-Ajibarang-Wangon-Cilacap. Sedangkan untuk Kabupaten Cilacap akna dilalui Jalan tol Cilacap-Yogyakarta, rutenya dimulai dari Cilacap-Buntu-Sumpiuh-Kebumen-Purworejo-Kulon Progo, Yogyakarta.
Meskipun tidak melewati Kota Purwokerto, tapi dengan akses yang memadai terutama ke Wangon yang menurut informasi menjadi lokasi TOL Gate , maka tetap berperan signifikan terhadap mobilitas dari Purwokerto ke luar daerah. 
Ini adalah konsekuensi sebuah perkembangan dimana dampak dibukanya TOl Cipali tenyata semakin membuat kawasan Banyumas padat. bahkan yang menjadi pelajaran bersama adalah kasus rusaknya jembatan Comal Pemalang beberapa tahun lalu, mengakibatkan kemacetan parah di Jalur…

JNE Resmikan Wangon Gateway

Tingkatkan Kecepatan Layanan JNE Resmikan Wangon Gateway
Salah satu perusahaan jasa pengiriman ekspres dan logistik nasional, JNE terus memperkuat berbagai sektor salah satunya infrastruktur dan jaringan. Selain di Bandung, telah mengoperasikan Jakarta Gateway, Surabaya Gateway dan Wangon Gateway. Perluasan infrastruktur pun tidak hanya di Pulau Jawa, tapi juga dilakukan di JNE Medan dan Kantor Perwakilan baru JNE di Batam. Selanjutnya Gateway Makasar .

Peresmian JNE Gateway Wangon (Foto : Edi Romadhon)

















:  Demi meningkatkan kecepatan layanan pengiriman bagi customer, JNE melakukan penambahan infrastruktur. Realisasi dari penambahan infrastruktur tersebut adalah pembangunan Wangon Gateway yang berlokasi Jl Raya Klapagading Rt 04 Rw 08 Kecamatan Wangon Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.
Mohammad Feriadi, selaku Presiden Direktur JNE, dalam sambutannya menyampaikan, setelah peluncuran 7 produk di bulan Februari 2016 yang lalu, pembukaan Gateway Wangon merupakan salah satu wujud pengembangan i…