Langsung ke konten utama

Kualitas Banyumas Extravaganza Menurun

Kualitas Banyumas Extravagansa Menurun?


Itu kata tulisan di koran jadi  sama sekali bukan pendapat saya . Tapi saya akan memberikan sedikit tanggapan terkait penyebabnya jika itu benar. Tahun ini Banyumas Extravagansa digelar jauh dari hari jadi Banyumas tapi justru mendekati peringatan kemerdekaan RI yang faktanya tiap desa atau kecamatan punya kegitaan dan kesibukan sendiri sehingga ketika BE ini digelar tak jarang berbenturan jadwal dengan acara warga lain di tempat tinggal masing masing otomatis mengurangi  jumlah penonton ini secara kuantitas. Sedangkan secara  kulaitastentu belum bisa menjadi ikon pariwisata yang kuat “ciri khas / lokalal yang ditonjolkan dalam bentuk apa ” meskipun ada atribut Banyumas tapi kurang kuat secara karakter. Itu seharusya digali lagi untuk menciptakan daya tarik dan tentu saja dari hal manajemen penyelenggaraan .
Tema BE kali ini Topeng Kinclong .
Dari plus minus  yang ada berikut adalah beberapa liputan dari sdr T Mahdi atau koleganya dari SSCI Purwokerto

img-20170813-wa0012.jpgimg-20170813-wa0018.jpgimg-20170813-wa0015.jpgimg-20170813-wa0017.jpgimg-20170813-wa0016.jpgimg-20170813-wa0013.jpgimg-20170813-wa0014.jpg

Kualitas Banyumas Extravaganza Menurun

 Meski berlangsung meriah, kualitas ajang Banyumas Extravaganza 2017 yang digelar Minggu (13/8), dinilai menurun. Pasalnya, sejumlah peserta tidak mampu menunjukkan penampilan yang berkarakter Banyumas.
Salah satu penonton, Imelda Angelina (17) mengatakan, atraksi wisata tahunan yang digelar ke delapan kalinya tahun ini selalu ramai pengunjung. Bahkan para penonton rela berdesakan untuk menyaksikan penampilan peserta dari dekat. “Ini sudah penuh sesak, sulit untuk mencari tempat duduk atau berdiri untuk menonton dari dekat,” kata dia, kemarin.
Menurut Imelda, tahun ini perhelatan tersebut sangat meriah. Tetapi masih lebih menarik penampilan peserta pada penyelenggaraan dua atau tiga tahun lalu. Adapun event Banyumas Extravaganza menyuguhkan parade jalanan yang diikuti oleh pelajar SMP, SMA dan SMK, perwakilan kecamatan dan kelompok umum.

Peserta pawai bertema “Topeng Kinclong” ini berjalan dari depan bioskop Rajawali dan berakhir di Jalan Jenderal Soedirman atau depan Alun-alun Purwokerto. Hal itu juga diamini oleh salah satu juri Banyumas Extravaganza, Gondrong Gunarto. Seniman musik asal Institut Surakarta Indonesia ini menyebutkan, event ini harus dievaluasi secara menyeluruh.
Untuk tahun ini parade jalan ini justru semakin kehilangan karakter banyumasan-nya. “Dari segi nama, Banyumas Extravaganza ini sebenarnya istilah yang keren. Tapi menjadi blunder fatal karena diambil dari istilah barat yang tidak menunjukkan karakter Banyumasnya.
Tadi saya juga melihat yang tampil hanya sedikit peserta yang menunjukkan ciri khas Banyumas, baik musik, kostum maupun keseniannya,” kata pria asal Ngawi ini. Menurut Gondrong, semestinya panitia dalam hal ini Pemkab Banyumas harus merangkul orang yang kompeten dalam bidang fesyen, seni, koreografi dan unsur yang akan ditampilkan lainnya. Sebelum gelaran dimulai, mereka diajak berdiskusi bersama untuk mengemas event tersebut.
Meski demikian, dia mengakui nama event ini sejatinya sudah dikenal di luar daerah Banyumas. Artinya, promosi yang dilakukan oleh Pemkab sudah berhasil. “Misalnya dari segi tema, seharusnya panitia bisa menggali yang lebih menonjolkan karakter Banyumas. Misal mengangkat tema tentang cerita rakyat seperti Baturraden atau Babad Kamandaka,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pariwisata Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Kabupaten Banyumas, Saptono mengaku, untuk kegiatan tahun ini pihaknya hanya meneruskan agenda wisata yang sudah dianggarkan sejak tahun lalu. Untuk event Banyumas Extravaganza, pihaknya tidak bisa melakukan perubahan program maupun konsep. “Itu kan sudah dianggarkan, seperti tema topeng yang kami juga sebenarnya kurang pas.
Tapi kami, butuh masukan lebih banyak terkait event ini agar ke depannya semakin baik,” kata dia. Tahun ini, sambung Saptono, ada 61 peserta dari tiga kategori yang ikut serta. Kelompok perwakilan kecamatan ditampilkan kembali untuk menyemarakkan perhelatan tersebut.
sumber suara merdeka

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rencana Jalan TOL Pejagan /Tegal - Wangon - Cilacap Dalam Tahap Penyusunan FS

Up date info :  Ternyata info terbaru diusulkan bukan dari Tegal tapi dari Pejagan, Yaitu Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap dan Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap


Peta Usulan Program Bina Marga Antar WPS Brebes-Cilacap

 Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap



update info berita ini Minggu 12 Feb 2017, 10:59 WIB Tegal Cilacap Bakal Terbangun Jalan TolDana Aditiasari - detikFinance Sisi Selatan Pulau Jawa bakal kehadiran proyek jalan tol, salah satunya adalah proyek jalan tol Tegal-Cilacap. Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zuna.
"Itu kan tol prakarsa, artinya usulan dari pihak swasta. Usulannya sudah masuk ke kami, mudah-mudahan bisa lelang tahun ini," kata dia dihubungi detikFinance, Minggu (12/2/2017).
Jalan tol ini, kata Herry, diprakarsai oleh BUMN jalan tol, PT Jasamarga (Persero). Jalan tol ini bakal menjadi alternati…

Rencana Jalan TOL Ajibarang Wangon

Dalam perkembangannya rencana pembangunan jalan Tol Ajibarang Wangon terakomodasi dengan disetujuinya Rencana Jalan Tol Tegal Cilacap yang aksesnya dipastikan melewati kota kota ini.

Berdasarkan RTRW Jateng 2009-2029, Kabupaten Banyumas akan dilalui jalan tol Tegal-Cilacap. Rutenya dimulai dari Tegal-Prupuk-Bumiayu-Ajibarang-Wangon-Cilacap. Sedangkan untuk Kabupaten Cilacap akna dilalui Jalan tol Cilacap-Yogyakarta, rutenya dimulai dari Cilacap-Buntu-Sumpiuh-Kebumen-Purworejo-Kulon Progo, Yogyakarta.
Meskipun tidak melewati Kota Purwokerto, tapi dengan akses yang memadai terutama ke Wangon yang menurut informasi menjadi lokasi TOL Gate , maka tetap berperan signifikan terhadap mobilitas dari Purwokerto ke luar daerah. 
Ini adalah konsekuensi sebuah perkembangan dimana dampak dibukanya TOl Cipali tenyata semakin membuat kawasan Banyumas padat. bahkan yang menjadi pelajaran bersama adalah kasus rusaknya jembatan Comal Pemalang beberapa tahun lalu, mengakibatkan kemacetan parah di Jalur…

JNE Resmikan Wangon Gateway

Tingkatkan Kecepatan Layanan JNE Resmikan Wangon Gateway
Salah satu perusahaan jasa pengiriman ekspres dan logistik nasional, JNE terus memperkuat berbagai sektor salah satunya infrastruktur dan jaringan. Selain di Bandung, telah mengoperasikan Jakarta Gateway, Surabaya Gateway dan Wangon Gateway. Perluasan infrastruktur pun tidak hanya di Pulau Jawa, tapi juga dilakukan di JNE Medan dan Kantor Perwakilan baru JNE di Batam. Selanjutnya Gateway Makasar .

Peresmian JNE Gateway Wangon (Foto : Edi Romadhon)

















:  Demi meningkatkan kecepatan layanan pengiriman bagi customer, JNE melakukan penambahan infrastruktur. Realisasi dari penambahan infrastruktur tersebut adalah pembangunan Wangon Gateway yang berlokasi Jl Raya Klapagading Rt 04 Rw 08 Kecamatan Wangon Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.
Mohammad Feriadi, selaku Presiden Direktur JNE, dalam sambutannya menyampaikan, setelah peluncuran 7 produk di bulan Februari 2016 yang lalu, pembukaan Gateway Wangon merupakan salah satu wujud pengembangan i…