Langsung ke konten utama

Berdayakan Umat, NU Banyumas Gulirkan Wakaf Produktif



 Suara Banyumas 
Foto: Istimewa
Foto: Istimewa
BANYUMAS, suaramerdeka.com – Dalam rangka mengembangkan pemberdayaan masyarakat dalam bidang ekonomi, Lembaga Pengembangan Pertanian Nadhatul Ulama bekerja sama dengan Lembaga Wakaf NU untuk menyelenggarakan Program Wakaf Produktif Berjangka Waktu. Melalui program ini, sejumlah tanah wakaf yang kosong akan dimanfaatkan sebagai areal tanam tanaman agribisnis.
Sekretaris LPP NU Banyumas, Indra Purnomo mengatakan saat ini pihak Lembaga Wakaf NU terus mendata dan menginventarisasi tanah-tanah wakaf yang dimiliki oleh warga NU di seluruh wilayah Banyumas. Nantinya dari tanah-tanah wakaf tersebut akan dimanfaatkan sesuai dengan wasiat pemberi wakaf untuk kemaslahatan umat.
“Salah satunya adalah program wakaf produktif berjangka waktu. Artinya tanah yang kosong seluas seberapan menjadi lokasi untuk pengembangan produktif umat. Artinya tanah wakaf tersebut akan digunakan untuk areal tanam tanaman produktif dalam jangka waktu tertentu saja sesuai dengan akad pemberi wakaf,” jelasnya.
Adapun kata Indra, saat ini aset tanah wakaf NU khususnya di wilayah pedesaan terbilang cukup banyak. Dalam satu desa saja, tanah wakaf NU yang tak termanfaatkan bisa lebih dari 40 titik yang biasanya berupa tempat ibadah baik itu masjid ataupun musala.
Terkait hal itulah, dipastikan potensi luasan lahan kosong yang bisa dimanfaatkan untuk kegiatan produksi pertanian cukup banyak.
“Bayangkan dalam satu kabupaten Banyumas, berapa luasnya. Makanya terus kami data dan kami akan segera laksanakan program pemberdayaan umat ini untuk kemaslahatan ini. Nantinya dari hasil produksi pertanian yang dikelola komunitas atau kelompok ini akan dihimpun dan dibantu pemasarannya, ” paparnya.
Untuk mendukung upaya inilah, pihak LPP NU Banyumas terus menjalin komunikasi dan koordinasi dengan para pakar dan praktisi pertanian di kalangan NU.
Apalagi seperti diketahui banyak warga dan lembaga yang dikelolola warga NU yang konsern di bidang pertanian, perikanan dan peternakan sehingga sangat potensial untuk turut serta memberikan pelatihan hingga pemberdayaan warga NU di pedesaan. Nantinya untuk mendukung program wakaf produktif berjangka waktu inilah LPP NU akan melibatkan masyarakat.
“Prosesnya sudah dimulai. Di samping mendata tanah wakaf, kami juga terus melaksanakan komunikasi dan hubungan dengan para praktisi pertanian terkemuka di Banyumas yang telah sukses mengelola pertanian, perikanan dan peternakan. Kami bersyukur, mereka terbuka tangan untuk mewujudkan program ini,” jelasnya.
Ketua Forum Komunikasi Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (FP4S) Buton Banyumas, Muthohar mengatakan saat ini  banyak warga NU yang telah sukses mengelola pertanian organik.
Ia menyambut baik dengan adanya rencana dari LPP NU yang akan mengembangkan program wakaf produktif berjangka waktu. Hal ini bisa menjadi stimulasi bagi warga NU di wilayah pedesaan untuk memanfaatkan areal tanah yang kosong seberapapun untuk kegiatan produktif.
“Dari lingkungan kecil inilah kegiatan produksi pertanian, peternakan dan perikanan bisa dilaksanakan. Untuk masalah teknis, banyak warga NU yang telah menjadi ahli dan sudah menjadi rujukan berbagai daerah. Jadi yang penting adalah komitmen untuk berubah dan praktik hidup yang lebih baik, sehat dan berdaya secara ekonomi,” jelasnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rencana Jalan TOL Pejagan /Tegal - Wangon - Cilacap Dalam Tahap Penyusunan FS

Up date info :  Ternyata info terbaru diusulkan bukan dari Tegal tapi dari Pejagan, Yaitu Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap dan Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap


Peta Usulan Program Bina Marga Antar WPS Brebes-Cilacap

 Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap



update info berita ini Minggu 12 Feb 2017, 10:59 WIB Tegal Cilacap Bakal Terbangun Jalan TolDana Aditiasari - detikFinance Sisi Selatan Pulau Jawa bakal kehadiran proyek jalan tol, salah satunya adalah proyek jalan tol Tegal-Cilacap. Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zuna.
"Itu kan tol prakarsa, artinya usulan dari pihak swasta. Usulannya sudah masuk ke kami, mudah-mudahan bisa lelang tahun ini," kata dia dihubungi detikFinance, Minggu (12/2/2017).
Jalan tol ini, kata Herry, diprakarsai oleh BUMN jalan tol, PT Jasamarga (Persero). Jalan tol ini bakal menjadi alternati…

Rencana Jalan TOL Ajibarang Wangon

Dalam perkembangannya rencana pembangunan jalan Tol Ajibarang Wangon terakomodasi dengan disetujuinya Rencana Jalan Tol Tegal Cilacap yang aksesnya dipastikan melewati kota kota ini.

Berdasarkan RTRW Jateng 2009-2029, Kabupaten Banyumas akan dilalui jalan tol Tegal-Cilacap. Rutenya dimulai dari Tegal-Prupuk-Bumiayu-Ajibarang-Wangon-Cilacap. Sedangkan untuk Kabupaten Cilacap akna dilalui Jalan tol Cilacap-Yogyakarta, rutenya dimulai dari Cilacap-Buntu-Sumpiuh-Kebumen-Purworejo-Kulon Progo, Yogyakarta.
Meskipun tidak melewati Kota Purwokerto, tapi dengan akses yang memadai terutama ke Wangon yang menurut informasi menjadi lokasi TOL Gate , maka tetap berperan signifikan terhadap mobilitas dari Purwokerto ke luar daerah. 
Ini adalah konsekuensi sebuah perkembangan dimana dampak dibukanya TOl Cipali tenyata semakin membuat kawasan Banyumas padat. bahkan yang menjadi pelajaran bersama adalah kasus rusaknya jembatan Comal Pemalang beberapa tahun lalu, mengakibatkan kemacetan parah di Jalur…

Objek Wisata Karang Penginyongan Karangtengah Cilongok

update info






GRAFIKA GROUP KEMBANGKAN WISATA DI KARANG PENGINYONGAN
KAWASAN WISATA KARANG PENGINYONGAN CIPENDOK
LAUTAN BUNGA DI TAMAN PENGINYONGAN
TITIAN KASIH KE PUNTUK ASMARA



[Suara Banyumas] Kawasan Objek Wisata Karang Penginyongan di Desa Karangtengah, Kecamatan Cilongok, Banyumas, bakal dikembangkan menjadi destinasi wisata dan budaya yang terintegrasi. Tujuannya menarik wisatawan untuk mengunjungi wilayah Banyumas bagian barat. Hal itu diungkapkan budayawan Ahmad Tohari dalam Sosialisasi Pengembangan Taman Wisata dan Budaya Karang Panginyongan, Minggu (17/1). Dia mengatakan, Karang Penginyongan ini diarahkan untuk menjadi kawasan wisata edukatif. Arahnya untuk membentuk karakter kepribadian pengunjungnya. ”Banyumas membutuhkan destinasi wisata dengan konsep yang baru, tidak hanya untuk objek wisata massal. Selain itu, sudah waktunya kantongkantong kebudayaan disiapkan untuk menarik wisatawan. Banyumas butuh usaha pariwisata berbasis alam dan juga pemikiran untuk p…