Entri yang Diunggulkan

Penataan Kota Kecamatan Wangon & Kemungkinan Perluasan Urban

Wangon adalah sebuah kota kecamatan yang lokasinya cukup strategis karena menjadi persilangan jalur utama lalu lintas di jalur selatan...

Rabu, 01 Juni 2016

Berdayakan Umat, NU Banyumas Gulirkan Wakaf Produktif



 Suara Banyumas 
Foto: Istimewa
Foto: Istimewa
BANYUMAS, suaramerdeka.com – Dalam rangka mengembangkan pemberdayaan masyarakat dalam bidang ekonomi, Lembaga Pengembangan Pertanian Nadhatul Ulama bekerja sama dengan Lembaga Wakaf NU untuk menyelenggarakan Program Wakaf Produktif Berjangka Waktu. Melalui program ini, sejumlah tanah wakaf yang kosong akan dimanfaatkan sebagai areal tanam tanaman agribisnis.
Sekretaris LPP NU Banyumas, Indra Purnomo mengatakan saat ini pihak Lembaga Wakaf NU terus mendata dan menginventarisasi tanah-tanah wakaf yang dimiliki oleh warga NU di seluruh wilayah Banyumas. Nantinya dari tanah-tanah wakaf tersebut akan dimanfaatkan sesuai dengan wasiat pemberi wakaf untuk kemaslahatan umat.
“Salah satunya adalah program wakaf produktif berjangka waktu. Artinya tanah yang kosong seluas seberapan menjadi lokasi untuk pengembangan produktif umat. Artinya tanah wakaf tersebut akan digunakan untuk areal tanam tanaman produktif dalam jangka waktu tertentu saja sesuai dengan akad pemberi wakaf,” jelasnya.
Adapun kata Indra, saat ini aset tanah wakaf NU khususnya di wilayah pedesaan terbilang cukup banyak. Dalam satu desa saja, tanah wakaf NU yang tak termanfaatkan bisa lebih dari 40 titik yang biasanya berupa tempat ibadah baik itu masjid ataupun musala.
Terkait hal itulah, dipastikan potensi luasan lahan kosong yang bisa dimanfaatkan untuk kegiatan produksi pertanian cukup banyak.
“Bayangkan dalam satu kabupaten Banyumas, berapa luasnya. Makanya terus kami data dan kami akan segera laksanakan program pemberdayaan umat ini untuk kemaslahatan ini. Nantinya dari hasil produksi pertanian yang dikelola komunitas atau kelompok ini akan dihimpun dan dibantu pemasarannya, ” paparnya.
Untuk mendukung upaya inilah, pihak LPP NU Banyumas terus menjalin komunikasi dan koordinasi dengan para pakar dan praktisi pertanian di kalangan NU.
Apalagi seperti diketahui banyak warga dan lembaga yang dikelolola warga NU yang konsern di bidang pertanian, perikanan dan peternakan sehingga sangat potensial untuk turut serta memberikan pelatihan hingga pemberdayaan warga NU di pedesaan. Nantinya untuk mendukung program wakaf produktif berjangka waktu inilah LPP NU akan melibatkan masyarakat.
“Prosesnya sudah dimulai. Di samping mendata tanah wakaf, kami juga terus melaksanakan komunikasi dan hubungan dengan para praktisi pertanian terkemuka di Banyumas yang telah sukses mengelola pertanian, perikanan dan peternakan. Kami bersyukur, mereka terbuka tangan untuk mewujudkan program ini,” jelasnya.
Ketua Forum Komunikasi Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (FP4S) Buton Banyumas, Muthohar mengatakan saat ini  banyak warga NU yang telah sukses mengelola pertanian organik.
Ia menyambut baik dengan adanya rencana dari LPP NU yang akan mengembangkan program wakaf produktif berjangka waktu. Hal ini bisa menjadi stimulasi bagi warga NU di wilayah pedesaan untuk memanfaatkan areal tanah yang kosong seberapapun untuk kegiatan produktif.
“Dari lingkungan kecil inilah kegiatan produksi pertanian, peternakan dan perikanan bisa dilaksanakan. Untuk masalah teknis, banyak warga NU yang telah menjadi ahli dan sudah menjadi rujukan berbagai daerah. Jadi yang penting adalah komitmen untuk berubah dan praktik hidup yang lebih baik, sehat dan berdaya secara ekonomi,” jelasnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar