Langsung ke konten utama

Pemkab Tetapkan Status Tanggap Darurat

suaramerdeka.com:

Pemkab Banyumas akan menentapkan status tanggap darurat mulai Senin (20/6) ini atau paling lambat besok (21/6).
Penetapan itu menyusul bencana banjir dan longsor melanda sejumlah desa di Kecamatan Tambak dan Sumpiuh, Sabtu (18/6) malam. Bupati Achmad Husein dalam rapat koordinasi yang digelar bersama Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan instansi terkait di Aula Kantor Kecamatan Sumpiuh, kemarin mengatakan penanganan pascabencana harus segera dilakukan.
“Kalau Surat Keputusan (SK) hari ini (kemarin), jam berapa saja akan saya tandatangani. Saya harap besok (hari ini) sudah ada di meja saya, tapi karena ini menyangkut beberapa SKPD jadi mungkin perlu waktu,” kata dia.
Berdasarkan pendataan sementara yang dilakukan Pemkab, kerugian material akibat bencana itu lebih dari Rp 100 juta. Pemkab memiliki anggaran tanggap darurat sebesar Rp 4 miliar dan masih ditambah lagi anggaran tanggap daruat pada sejumlah SKPD.
Seperti diketahui, banjir merendam ratusan rumah warga di Kecamatan Tambak dan Sumpiuh. Empat desa di Kecamatan Tambak, yakni Desa Kamulyan, Purwodadi, Prembun dan Desa Buniayu serta empat Desa di Sumpiuh, yakni Desa Bogangin, Desa Selandaka, Desa Kemiri dan Karanggedang.
Rumah Hanyut
Bupati mengatakan berdasarkan hasil pendataan sementara kerusakan terparah terjadi di Desa Kamulyan dan Purwodadi, Tambak. Di kedua desa itu, sedikitnya terdapat enam rumah warga yang hanyut terbawa banjir Sungai Tambak. Peristiwa itu juga menyebabkan kebakaran di Pasar Tambak. Kebakaran disebabkan karena kios penjual gamping terendam air sungai.
Sehingga air itu mendidih dan membakar tumpukan kardus yang berada di dalam kios. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyumas, Prasetyo Budi Widodo, mengimbau kepada masyarakat untuk selalu waspada bencana alam. Pasalnya cuaca buruk diperkirakan akan masih terjadi di wilayah Banyumas sampai hari ini (20/6).
“Kami masih melakukan pendataan jumlah kerusakan akibat peristiwa ini. Puluhan rumah warga rusak berat, ada yang hanyut terbawa banjir. Kemudian ratusan hektare sawah juga terendam banjir, serta beberapa fasilitas umum seperti air bersih juga rusak,” jelas dia.
Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertran) Abdullah, meminta kepada pemerintah desa untuk mengajukan bantuan bagi warga yang membutuhkan. Pihaknya telah menyiapkan sejumlah kebutuhan pokok warga.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rencana Jalan TOL Pejagan /Tegal - Wangon - Cilacap Dalam Tahap Penyusunan FS

Up date info :  Ternyata info terbaru diusulkan bukan dari Tegal tapi dari Pejagan, Yaitu Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap dan Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap


Peta Usulan Program Bina Marga Antar WPS Brebes-Cilacap

 Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap



update info berita ini Minggu 12 Feb 2017, 10:59 WIB Tegal Cilacap Bakal Terbangun Jalan TolDana Aditiasari - detikFinance Sisi Selatan Pulau Jawa bakal kehadiran proyek jalan tol, salah satunya adalah proyek jalan tol Tegal-Cilacap. Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zuna.
"Itu kan tol prakarsa, artinya usulan dari pihak swasta. Usulannya sudah masuk ke kami, mudah-mudahan bisa lelang tahun ini," kata dia dihubungi detikFinance, Minggu (12/2/2017).
Jalan tol ini, kata Herry, diprakarsai oleh BUMN jalan tol, PT Jasamarga (Persero). Jalan tol ini bakal menjadi alternati…

Rencana Jalan TOL Ajibarang Wangon

Dalam perkembangannya rencana pembangunan jalan Tol Ajibarang Wangon terakomodasi dengan disetujuinya Rencana Jalan Tol Tegal Cilacap yang aksesnya dipastikan melewati kota kota ini.

Berdasarkan RTRW Jateng 2009-2029, Kabupaten Banyumas akan dilalui jalan tol Tegal-Cilacap. Rutenya dimulai dari Tegal-Prupuk-Bumiayu-Ajibarang-Wangon-Cilacap. Sedangkan untuk Kabupaten Cilacap akna dilalui Jalan tol Cilacap-Yogyakarta, rutenya dimulai dari Cilacap-Buntu-Sumpiuh-Kebumen-Purworejo-Kulon Progo, Yogyakarta.
Meskipun tidak melewati Kota Purwokerto, tapi dengan akses yang memadai terutama ke Wangon yang menurut informasi menjadi lokasi TOL Gate , maka tetap berperan signifikan terhadap mobilitas dari Purwokerto ke luar daerah. 
Ini adalah konsekuensi sebuah perkembangan dimana dampak dibukanya TOl Cipali tenyata semakin membuat kawasan Banyumas padat. bahkan yang menjadi pelajaran bersama adalah kasus rusaknya jembatan Comal Pemalang beberapa tahun lalu, mengakibatkan kemacetan parah di Jalur…

JNE Resmikan Wangon Gateway

Tingkatkan Kecepatan Layanan JNE Resmikan Wangon Gateway
Salah satu perusahaan jasa pengiriman ekspres dan logistik nasional, JNE terus memperkuat berbagai sektor salah satunya infrastruktur dan jaringan. Selain di Bandung, telah mengoperasikan Jakarta Gateway, Surabaya Gateway dan Wangon Gateway. Perluasan infrastruktur pun tidak hanya di Pulau Jawa, tapi juga dilakukan di JNE Medan dan Kantor Perwakilan baru JNE di Batam. Selanjutnya Gateway Makasar .

Peresmian JNE Gateway Wangon (Foto : Edi Romadhon)

















:  Demi meningkatkan kecepatan layanan pengiriman bagi customer, JNE melakukan penambahan infrastruktur. Realisasi dari penambahan infrastruktur tersebut adalah pembangunan Wangon Gateway yang berlokasi Jl Raya Klapagading Rt 04 Rw 08 Kecamatan Wangon Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.
Mohammad Feriadi, selaku Presiden Direktur JNE, dalam sambutannya menyampaikan, setelah peluncuran 7 produk di bulan Februari 2016 yang lalu, pembukaan Gateway Wangon merupakan salah satu wujud pengembangan i…