Langsung ke konten utama

Pasar Sokaraja Akan Disatukan Tahun Depan

LEBIH TERTIB : Di Pasar Sokaraja akan diterapkan layanan parkir satu pintu, sehingga lahan parkir hanya di depan pasar.  /YOGA SUBHAN/RADARMAS


Pemkab Banyumas merencanakan akan menyatukan bangunan Pasar Sokaraja yang terdiri dari dua bagian, yakni depan dan belakang. Hal itu dilakukan karena banyaknya keluhan dari pedagang bagian belakang yang sepi pembeli.

Saat ini, jalan yang memisahkan pasar bagian depan dan belakang digunakan untuk menggelar lapak dagangan pedagang yang tidak memiliki Surat Penempatan Pedagang (SPP).

Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Dinperindagkop) Kabupaten Banyumas Yunianto mengatakan, pekerjaan fisik penyatuan bangunan kemungkinan akan dilaksanakan tahun depan. Saat ini pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan Dinas Cipta Karya Kebersihan dan Tata Ruang (DCKKTR).

“Kami akan mengusulkan anggaran terlebih dahulu. Karena ini bentuknya pebangunan fisik, kami mengusulkan pembangunan dilaksanakan tahun depan. Kalau di anggaran perubahan tidak memungkinkan, tidak cukup waktunya,” ujarnya kemarin.

Dia mengatakan, menurut rencana pasar bagian depan dan belakang akan disatukan menggunakan atap, sehingga tidak ada pemisah antara pedagang depan dan belakang. Jalan pemisah yang biasa dilalui kendaraan akan tetap dipertahankan.

“Pedagang yang sekarang berjualan di jalan itu akan digabung. Nanti kami akan membangun atap yang menghubungkan kedua bangunan itu. Jalan pemisah tetap ada, hanya saja atasnya akan diberi atap,” jelas dia.

suaramerdeka.com

  - Pemkab Banyumas akan menyatukan bangunan Pasar Sokaraja yang terdiri dari dua bagian, yakni depan dan belakang. Pasalnya pedagang mengeluhkan sepinya pembeli di pasar bagian belakang.
Keluhan itu terungkap saat kunjungan Bupati Achmad Husein ke Pasar Sokaraja, baru-baru ini. Jalan yang memisahkan pasar bagian depan dan belakang digunakan untuk menggelar lapak dagangan pedagang yang tidak memiliki Surat Penempatan Pedagang (SPP).
Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Dinperindagkop), Yunianto, mengatakan telah melakukan koordinasi dengan Dinas Cipta karya Kebersihan dan Tata Ruang (DCKKTR). Pekerjaan fisik kemungkinan akan dilaksanakan tahun depan.
“Kami akan mengusulkan anggaran terlebih dahulu. Karena ini bentuknya pebangunan fisik, kami mengusulkan pembangunan dilaksanakan tahun depan. Kalau di anggaran perubahan tidak memungkinkan, tidak cukup waktunya,” katanya, Selasa (14/6).
Dia mengatakan menurut rencana, pasar bagian depan dan belakang akan disatukan menggunakan atap, sehingga tidak ada pemisah antara pedagang depan dan belakang. Adapun jalan pemisah yang biasa dilalui kendaraan akan tetap dipertahankan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rencana Jalan TOL Pejagan /Tegal - Wangon - Cilacap Dalam Tahap Penyusunan FS

Up date info :  Ternyata info terbaru diusulkan bukan dari Tegal tapi dari Pejagan, Yaitu Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap dan Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap


Peta Usulan Program Bina Marga Antar WPS Brebes-Cilacap

 Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap



update info berita ini Minggu 12 Feb 2017, 10:59 WIB Tegal Cilacap Bakal Terbangun Jalan TolDana Aditiasari - detikFinance Sisi Selatan Pulau Jawa bakal kehadiran proyek jalan tol, salah satunya adalah proyek jalan tol Tegal-Cilacap. Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zuna.
"Itu kan tol prakarsa, artinya usulan dari pihak swasta. Usulannya sudah masuk ke kami, mudah-mudahan bisa lelang tahun ini," kata dia dihubungi detikFinance, Minggu (12/2/2017).
Jalan tol ini, kata Herry, diprakarsai oleh BUMN jalan tol, PT Jasamarga (Persero). Jalan tol ini bakal menjadi alternati…

JNE Resmikan Wangon Gateway

Tingkatkan Kecepatan Layanan JNE Resmikan Wangon Gateway
Salah satu perusahaan jasa pengiriman ekspres dan logistik nasional, JNE terus memperkuat berbagai sektor salah satunya infrastruktur dan jaringan. Selain di Bandung, telah mengoperasikan Jakarta Gateway, Surabaya Gateway dan Wangon Gateway. Perluasan infrastruktur pun tidak hanya di Pulau Jawa, tapi juga dilakukan di JNE Medan dan Kantor Perwakilan baru JNE di Batam. Selanjutnya Gateway Makasar .

Peresmian JNE Gateway Wangon (Foto : Edi Romadhon)

















:  Demi meningkatkan kecepatan layanan pengiriman bagi customer, JNE melakukan penambahan infrastruktur. Realisasi dari penambahan infrastruktur tersebut adalah pembangunan Wangon Gateway yang berlokasi Jl Raya Klapagading Rt 04 Rw 08 Kecamatan Wangon Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.
Mohammad Feriadi, selaku Presiden Direktur JNE, dalam sambutannya menyampaikan, setelah peluncuran 7 produk di bulan Februari 2016 yang lalu, pembukaan Gateway Wangon merupakan salah satu wujud pengembangan i…

Rencana Jalan TOL Ajibarang Wangon

Dalam perkembangannya rencana pembangunan jalan Tol Ajibarang Wangon terakomodasi dengan disetujuinya Rencana Jalan Tol Tegal Cilacap yang aksesnya dipastikan melewati kota kota ini.

Berdasarkan RTRW Jateng 2009-2029, Kabupaten Banyumas akan dilalui jalan tol Tegal-Cilacap. Rutenya dimulai dari Tegal-Prupuk-Bumiayu-Ajibarang-Wangon-Cilacap. Sedangkan untuk Kabupaten Cilacap akna dilalui Jalan tol Cilacap-Yogyakarta, rutenya dimulai dari Cilacap-Buntu-Sumpiuh-Kebumen-Purworejo-Kulon Progo, Yogyakarta.
Meskipun tidak melewati Kota Purwokerto, tapi dengan akses yang memadai terutama ke Wangon yang menurut informasi menjadi lokasi TOL Gate , maka tetap berperan signifikan terhadap mobilitas dari Purwokerto ke luar daerah. 
Ini adalah konsekuensi sebuah perkembangan dimana dampak dibukanya TOl Cipali tenyata semakin membuat kawasan Banyumas padat. bahkan yang menjadi pelajaran bersama adalah kasus rusaknya jembatan Comal Pemalang beberapa tahun lalu, mengakibatkan kemacetan parah di Jalur…