Entri yang Diunggulkan

Info Tentang Blog Banyumas Corner

saya mencoba mendeskripsikan sebuah ungkapan yang berasal dari bahasa populer saat ini yaitu ungkapan Menduniakan Banyumas dan Memb...

Kamis, 16 Juni 2016

Pasar Sokaraja Akan Disatukan Tahun Depan

LEBIH TERTIB : Di Pasar Sokaraja akan diterapkan layanan parkir satu pintu, sehingga lahan parkir hanya di depan pasar.  /YOGA SUBHAN/RADARMAS


Pemkab Banyumas merencanakan akan menyatukan bangunan Pasar Sokaraja yang terdiri dari dua bagian, yakni depan dan belakang. Hal itu dilakukan karena banyaknya keluhan dari pedagang bagian belakang yang sepi pembeli.

Saat ini, jalan yang memisahkan pasar bagian depan dan belakang digunakan untuk menggelar lapak dagangan pedagang yang tidak memiliki Surat Penempatan Pedagang (SPP).

Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Dinperindagkop) Kabupaten Banyumas Yunianto mengatakan, pekerjaan fisik penyatuan bangunan kemungkinan akan dilaksanakan tahun depan. Saat ini pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan Dinas Cipta Karya Kebersihan dan Tata Ruang (DCKKTR).

“Kami akan mengusulkan anggaran terlebih dahulu. Karena ini bentuknya pebangunan fisik, kami mengusulkan pembangunan dilaksanakan tahun depan. Kalau di anggaran perubahan tidak memungkinkan, tidak cukup waktunya,” ujarnya kemarin.

Dia mengatakan, menurut rencana pasar bagian depan dan belakang akan disatukan menggunakan atap, sehingga tidak ada pemisah antara pedagang depan dan belakang. Jalan pemisah yang biasa dilalui kendaraan akan tetap dipertahankan.

“Pedagang yang sekarang berjualan di jalan itu akan digabung. Nanti kami akan membangun atap yang menghubungkan kedua bangunan itu. Jalan pemisah tetap ada, hanya saja atasnya akan diberi atap,” jelas dia.

suaramerdeka.com

  - Pemkab Banyumas akan menyatukan bangunan Pasar Sokaraja yang terdiri dari dua bagian, yakni depan dan belakang. Pasalnya pedagang mengeluhkan sepinya pembeli di pasar bagian belakang.
Keluhan itu terungkap saat kunjungan Bupati Achmad Husein ke Pasar Sokaraja, baru-baru ini. Jalan yang memisahkan pasar bagian depan dan belakang digunakan untuk menggelar lapak dagangan pedagang yang tidak memiliki Surat Penempatan Pedagang (SPP).
Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Dinperindagkop), Yunianto, mengatakan telah melakukan koordinasi dengan Dinas Cipta karya Kebersihan dan Tata Ruang (DCKKTR). Pekerjaan fisik kemungkinan akan dilaksanakan tahun depan.
“Kami akan mengusulkan anggaran terlebih dahulu. Karena ini bentuknya pebangunan fisik, kami mengusulkan pembangunan dilaksanakan tahun depan. Kalau di anggaran perubahan tidak memungkinkan, tidak cukup waktunya,” katanya, Selasa (14/6).
Dia mengatakan menurut rencana, pasar bagian depan dan belakang akan disatukan menggunakan atap, sehingga tidak ada pemisah antara pedagang depan dan belakang. Adapun jalan pemisah yang biasa dilalui kendaraan akan tetap dipertahankan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar