Entri yang Diunggulkan

Penataan Kota Kecamatan Wangon & Kemungkinan Perluasan Urban

Wangon adalah sebuah kota kecamatan yang lokasinya cukup strategis karena menjadi persilangan jalur utama lalu lintas di jalur selatan...

Senin, 06 Juni 2016

Pembebasan Lahan Pembangunan Underpass Jensoed Purwokerto Dianggarkan Rp 8 Miliar

BEREBUT CEPAT: Kondisi perlintasan sebidang Jalan Jenderal Soedirman yang selalu padat. Para pengendara roda dua banyak yang berebut cepat dengan melanggar barier yang sudah dipasang. DIMAS PRABOWO/RADARMAS



PURWOKERTO radarbanyumas– Pemkab Banyumas mendapat alokasi anggaran sebesar Rp 8 miliar untuk pembebasan lahan milik masyarakat yang berada di sekitar rencana pembangunan Underpass di perlintasan sebidang Jalan Jenderal Soedirman.
Kepala Dinas SDABM Banyumas, Irawadi mengatakan Pemkab Banyumas nantinya akan difokuskan untuk melakukan pembebasan lahan milik masyarakat. Sedangkan untuk pembebasan lahan milik KAI, nantinya akan dilakukan oleh pemerintah pusat.
“Ini masih kita proses. Harapannya bisa terealisasi tahun ini, sehingga target pembangunan di awal tahun 2017 dapat segera dilakukan,” ujarnya.
Irawadi mengaku bakal melakukan percepatan perencanaan pembangunan underpass tersebut. Menurutnya, pihaknya akan kembali melakukan kajian studi kelayakan dan desain underpass, terutama untuk menentukan lokasi pembangunan underpass nantinya. Tidak hanya itu, pemkab juga akan melakukan kajian lingkungan terhadap dampak yang mungkin ditimbulkan dengan adanya pembangunan underpass tersebut.
“Tahun ini akan kita maksimalkan, baik perencanaan dan pembebasan lahan. Harapannya pembangunan fisik bisa diselesaikan dalam satu tahun, sehingga tahun 2018 sudah bisa operasional,” tegasnya.
Sebelumnya, Irawadi menjelaskan desain underpass, dimana secara garis besar nantinya underpass akan berada di sisi selatan jalan eksisting (Jalan Jenderal Soedirman, red). Dengan demikian nantinya, akan ada jalan memutar ke arah selatan untuk dapat melewati underpass tersebut. “Namun itu perlu adanya studi kelayakan terlebih dahulu, terutama berkaitan dengan dampak yang ada ke depannya,” jelas Irawadi.
Seperti diketahui, pemerintah pusat sudah menyiapkan anggaran sekitar Rp 22 miliar untuk pembangunan underpass tersebut, yaitu untuk pembebasan lahan dan fisik underpass.
Dari pantauan Radarmas, Kamis (2/6) kemarin, kondisi kemacetan di perlintasan di Jalan Jenderal Soedirman memang semakin meningkat. Bahkan beberapa titik jalan sudah mulai kembali rusak, meski sudah dua kali dilakukan pemeliharaan jalan oleh pemkab.
Realisasi underpass tersebut, diharapkan sejumlah pihak dapat mengurangi kemacetan dan kerusakan jalan yang ada di wilayah perlintasan. Tidak hanya itu, dengan dibuat perlintasan tidak sebidang (underpass, red), maka risiko kecelakaan juga akan semakin menurun.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar