Langsung ke konten utama

Warga Pekuncen Mulai Dirikan Warung Tiban Sepanjang Jalur Mudik



Warung-Tiban
Radar Banyumas:
PEKUNCEN-Memasuki hari ke 16 puasa Selasa (21/6) kemarin, sejumlah warga di Kecamatan Pekuncen, terutama yang berada didekat jalur utama Pekuncen-Purwokerto, mulai mendirikan kios tidak permanen atau lapak dan warung tiban di sepanjang jalur mudik. Pedagang warung dadakan, Ahmad Sujawin (49) warga Banjaranyar Pekuncen mengatakan, dirinya sengaja mendirikan warung untuk mengais keuntungan dengan menjaring pembeli dari kalangan pemudik yang melintas di jalan raya Pekuncen. Hal itu sudah dia lakukan sejak empat tahun yang lalu dengan mendirikan warung sederhana di tepi jalan raya. “Biasanya ramai setiap mudik dan arus balik, sehingga saya ikut-ikutan mendirikan warung. Saya harap nanti banyak pemudik yang mampir untuk membeli minuman dan makan,”ujarnya. Menurut Ahmad, biasanya setiap mendekati lebaran puluhan warung dadakan itu berderet di sepanjang jalan raya Pekuncen. Jarak antara satu warung dengan warung lainnya berkisar antara lima hingga 10 meter. Mereka menunggu pengguna jalan mampir dan membeli makanan kecil, seperti mie instan, kolak, susu, kopi, dan masih banyak yang lain. Makanan kecil itu untuk berbuka puasa. Namun, sampai H-14 lebaran, baru warung milik dia yang sudah berdiri dan siap menyambut pemudik. 


Warung dan Toilet Dadakan Mulai Didirikan
Sambut Arus Mudik dan Balik

suaramerdeka.com
MESKI arus mudik dan balik Lebaran kurang beberapa hari lagi, sejumlah warga yang tinggal di tepi jalur tengah Ajibarang- Bumiayu khususnya di wilayah Kecamatan Pekuncen mulai mendirikan warung tiban dan toilet dadakan.
Pada pertengahan Ramadan kemarin, mereka sudah mulai bersiap menyambut kedatangan pemudik dari arah Jakarta dan kota-kota besar lainnya. Mereka rela mengeluarkan modal mulai dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah untuk bisa mendirikan warung dan toilet dadakan tersebut. Mereka berharap saat arus mudik dan balik Lebaran nanti bisa meraup untung sebanyak-banyaknya.
”Saya sudah menghabiskan sekitar Rp 3 juta untuk mendirikan warung makanan. Yang penting usaha dulu, masalah hasil diserahkan kepada Tuhan,” jelas Sugeng warga Banjaranyar, Kecamatan Pekuncen yang tiap tahun membuka warung tiban.
Kemarin, bersama istrinya terus membenahi warung tiban beserta kelengkapannya termasuk meja kursi bagi para pemudik. Ukuran warung yang dibangun menggunakan bahan kayu, bambu, kalsibot, genteng itu 5 meter x 4 meter. Warung tak permanen itu dipersiapkan untuk menampung makanan bakso, mi ayam, soto dan berbagai makanan lainnya.
Rp 900 Ribu
Sementara untuk membuat toilet dadakan, dia mengeluarkan uang sekitar sekitar Rp 900 ribu. Toilet ukuran 2,5 meter x 1 meter itu berdiri di atas saluran irigasi tepi jalan Ajibarang-Bumiayu. Bangunan tersebut dibagi menjadi dua bilik. Sementara untuk sumber air, disodetkan dari pipa saluran air bersih yang mengalir di tepi jalur ini.
”Untuk menyambungkan air ini kami harus mengeluarkan uang Rp 100 ribu. Kami berharap saat arus mudik dan balik Lebaran nanti, banyak pemudik yang singgah di sini,” jelasnya. Tak jauh dari warung tiban milik Sugeng, dengan jarak 10 meter, juga berdiri sejumlah warung tiban dan toilet dadakan lainnya. Warung-warung tidak permanen itu berdiri di dekat tepi jalan utama.
Di sepanjang jalan Banjaranyar hingga wilayah Desa Kranggan, Kecamatan Pekuncen yang berbatasan dengan Brebes, sedikitnya telah ada puluhan warung tiban yang mulai didirikan warga. Sebagian lagi memang telah menjadi warung permanen yang buka tiap musim. Mugi (30) pedagang warung tiban di Jalan Karangnangka menyatakan membuka warung mulai pertengahan Ramadan.
Berbagai makanan dan minuman terutama makanan khas berbuka puasa berupa es kelapa muda, takjilan disediakan. Tak mengecewakan, warungnya selalu laris dan laku. ”Kita memang lebih awal mendirikan warung mudik (warung tiban) ini. Namun memang untuk keramaian arus mudik biasanya terjadi sekitar tiga hari jelang Lebaran nanti.
Bahkan yang lebih ramai lagi adalah arus balik biasanya sampai seminggu,” ujarnya. Selain berdagang pada hari menjelang Lebaran, pedagang akan baru membongkar lapak usai arus balik Lebaran usai. Diperkirakan warung tiban di sepanjang jalur mudik ini akan bertahan hingga seminggu usai Lebaran.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rencana Jalan TOL Pejagan /Tegal - Wangon - Cilacap Dalam Tahap Penyusunan FS

Up date info :  Ternyata info terbaru diusulkan bukan dari Tegal tapi dari Pejagan, Yaitu Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap dan Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap


Peta Usulan Program Bina Marga Antar WPS Brebes-Cilacap

 Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap



update info berita ini Minggu 12 Feb 2017, 10:59 WIB Tegal Cilacap Bakal Terbangun Jalan TolDana Aditiasari - detikFinance Sisi Selatan Pulau Jawa bakal kehadiran proyek jalan tol, salah satunya adalah proyek jalan tol Tegal-Cilacap. Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zuna.
"Itu kan tol prakarsa, artinya usulan dari pihak swasta. Usulannya sudah masuk ke kami, mudah-mudahan bisa lelang tahun ini," kata dia dihubungi detikFinance, Minggu (12/2/2017).
Jalan tol ini, kata Herry, diprakarsai oleh BUMN jalan tol, PT Jasamarga (Persero). Jalan tol ini bakal menjadi alternati…

Rencana Jalan TOL Ajibarang Wangon

Dalam perkembangannya rencana pembangunan jalan Tol Ajibarang Wangon terakomodasi dengan disetujuinya Rencana Jalan Tol Tegal Cilacap yang aksesnya dipastikan melewati kota kota ini.

Berdasarkan RTRW Jateng 2009-2029, Kabupaten Banyumas akan dilalui jalan tol Tegal-Cilacap. Rutenya dimulai dari Tegal-Prupuk-Bumiayu-Ajibarang-Wangon-Cilacap. Sedangkan untuk Kabupaten Cilacap akna dilalui Jalan tol Cilacap-Yogyakarta, rutenya dimulai dari Cilacap-Buntu-Sumpiuh-Kebumen-Purworejo-Kulon Progo, Yogyakarta.
Meskipun tidak melewati Kota Purwokerto, tapi dengan akses yang memadai terutama ke Wangon yang menurut informasi menjadi lokasi TOL Gate , maka tetap berperan signifikan terhadap mobilitas dari Purwokerto ke luar daerah. 
Ini adalah konsekuensi sebuah perkembangan dimana dampak dibukanya TOl Cipali tenyata semakin membuat kawasan Banyumas padat. bahkan yang menjadi pelajaran bersama adalah kasus rusaknya jembatan Comal Pemalang beberapa tahun lalu, mengakibatkan kemacetan parah di Jalur…

Objek Wisata Karang Penginyongan Karangtengah Cilongok

update info






GRAFIKA GROUP KEMBANGKAN WISATA DI KARANG PENGINYONGAN
KAWASAN WISATA KARANG PENGINYONGAN CIPENDOK
LAUTAN BUNGA DI TAMAN PENGINYONGAN
TITIAN KASIH KE PUNTUK ASMARA



[Suara Banyumas] Kawasan Objek Wisata Karang Penginyongan di Desa Karangtengah, Kecamatan Cilongok, Banyumas, bakal dikembangkan menjadi destinasi wisata dan budaya yang terintegrasi. Tujuannya menarik wisatawan untuk mengunjungi wilayah Banyumas bagian barat. Hal itu diungkapkan budayawan Ahmad Tohari dalam Sosialisasi Pengembangan Taman Wisata dan Budaya Karang Panginyongan, Minggu (17/1). Dia mengatakan, Karang Penginyongan ini diarahkan untuk menjadi kawasan wisata edukatif. Arahnya untuk membentuk karakter kepribadian pengunjungnya. ”Banyumas membutuhkan destinasi wisata dengan konsep yang baru, tidak hanya untuk objek wisata massal. Selain itu, sudah waktunya kantongkantong kebudayaan disiapkan untuk menarik wisatawan. Banyumas butuh usaha pariwisata berbasis alam dan juga pemikiran untuk p…