Entri yang Diunggulkan

Info Tentang Blog Banyumas Corner

saya mencoba mendeskripsikan sebuah ungkapan yang berasal dari bahasa populer saat ini yaitu ungkapan Menduniakan Banyumas dan Memb...

Rabu, 22 Juni 2016

Jalur Utama Bergelombang, Jalur Alternatif Mulus

Jalur Mudik Ajibarang-Pekuncen
CEPAT RUSAK: Jalur utama Ajibarang-Bumiayu di wilayah Pekuncen yang ramai dilintasi pemudik saat arus mudik dan balik lebaran rawan berlubang dan bergelombang. (suaramerdeka.com/Susanto)

suaramerdeka.com:
 Kondisi jalur utama di perbatasan Brebes-Banyumas hingga Ajibarang saat ini terus mengalami perbaikan oleh pemerintah. Sayang, banyak jalan yang masih bergelombang sehingga para pemudik yang sebentar lagi akan melintas perlu hati-hati.
Warga Pekuncen, Fikri Akbar mengatakan jalur utama yang berada di wilayah Kecamatan Pekuncen merupakan jalur yang cepat mengalami kerusakan. Pasalnya selain sempit dan sering diguyur hujan, jalur ini juga merupakan kawasan lintasan seluruh kendaraan termasuk kendaraan bermuatan berat dari dan ke arah Jakarta. “Meski tak sebanyak tikungan arah jalan selatan Wangon-Lumbir, namun jalan Ajibarang-Bumiayu memang juga banyak tikungan tajam yang rawan kecelakaan. Makanya perlu perhatian khusus dan secepatnya ada peningkatan dan pelebaran jalan,” katanya, Senin (20/6).
Anggota DPRD Banyumas asal Pekuncen, Samsudin juga mendorong agar pemerintah daerah kabupaten Banyumas untuk mendesak pemerintah provinsi ataupun pusat untuk segera melebarkan jalur Ajibarang-Bumiayu terutama hingga perbatasan Brebes-Banyumas. Pasalnya jalan ini sejak beberapa tahun terakhir sering dirundung kepadatan dan kemacetan saat arus mudik dan arus balik lebaran tiba.
Sementara itu, Kapolsek Pekuncen, AKP Sutarno mengatakan berbeda dengan jalur utama yang masih banyak dikeluhkan warga, kondisi jalur alternatif arus mudik lebaran di wilayah Pekuncen terbilang cukup bagus dan mulus. Jalan alternatif arah Brebes menuju Banyumas bisa diakses mulai dari Desa Krajan, Kranggan, Pekuncen, Pasiraman Lor, Tumiyang dan Banjaranyar.
Jalur tersebut bisa mengantarkan para pemudik menuju arah Cilongok ataupun Ajibarang di tengah kepadatan kendaraan di jalur utama sepanjang delapan kilometer. “Kondisi jalur alternatif yang ada sudah terbilang bagus dan halus, namun kondisinya sempit dan minim penerangan sehingga harus hati-hati ketika melintasinya,” jelasnya.
Berbeda dengan jalur Ajibarang Pekuncen yang sempit, bergelombang dan cepat terjadi kerusakan, kualitas jala di jalur Wangon-Lumbir (perbatasan Banyumas Cilacap), Ajibarang Purwokerto dan Ajibarang-Wangon terbilang cukup bagus karena belum lama ini mengalami peningkatan, pelebaran jalan, perbaruan drainase dan penguatan tebing rawan longsor.
Kapolsek Ajibarang, I Putu B Krisna melalui Wakapolsek Ajibarang, Iptu Mujono mengimbau kepada warga untuk mewaspadai kepadatan kendaraan lalu lintas di Ajibarang-Wangon ketika puncak arus mudik dan arus lebaran. Makanya solusi efektif untuk mengurangi kepadatan kendaraan dari arah Jakarta menuju Yogyakarta lewat Wangon adalah pengalihan kendaraan menuju arah Kota Purwokerto. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar