Entri yang Diunggulkan

Penataan Kota Kecamatan Wangon & Kemungkinan Perluasan Urban

Wangon adalah sebuah kota kecamatan yang lokasinya cukup strategis karena menjadi persilangan jalur utama lalu lintas di jalur selatan...

Kamis, 27 April 2017

Zakat Produktif untuk Orang Miskin


ZAKAT produktif, adalah dana yang diperoleh dari zakat umat Islam, diberikan dan dibagikan untuk orang Islam guna kepentingan usaha produktif.
”Kami membangikan peralatan masak seperti kompos gas, panci, peralatan dapur lainnya untuk membangun pedagang kaki lima (PKL) yang membutuhkan,” kata Agus Triyuanto, Sekretaris Lembaga Amil, Zakat, Infaq dan Shodaqoh (Laziz) Masjig Agung Baitussalam Purwokerto, belum lama ini.
Dia menjelaskan zakat produktif saat ini baru dibagikan kepada warga di sekitar masjid Baitussalam yaitu warga di Kelurahan Sokanegara, Kranji, dan Kedung Wuluh, Kecamatan Purwokerto Selatan. Ada 33 rukun tetangga (RT) yang akan menjadi sasaran program zakat produktif.
Zakat itu diberikan untuk warga di tiga kelurahan itu tujuannya agar masyarakat dari sekeliling Masjid Agung Baitussalam merasa memiliki dan mau berjamaah di Masjid Agung Baitussalam.
”Kami juga mengajak penerima zakat ikut aktif mengikuti berbagai kegiatan di masjid Baitussalam,” ujarnya.
Agus menjelaskan, untuk bisa menerima zakat produktif syaratnya sangat sederhana, yaitu dimulai dari usulan RT dan RW setempat. ”Karena pengurus RT yang paling tahu warganya, sehingga pemberian zakat produktif ini benar-benar tepat sasaran,” ujarnya.
Ketua Bidang Pendayagunaan Masjid Agung Baitussalam H Samingan menjelaskan, selain peralatan dapur, Laziz juga memberikan bantuan dalam bentuk modal kerja.
Bantuan modal kerja ini besarnya bervariasi, mulai dari Rp 500 ribu sampai Rp 1 juta per orang, tergantung dari kebutuhan penerima zakat. ”Yang kami beri bantuan bukan hanya pedagang, tapi juga orang yang akan mulai berdagang,” jelasnya.
Dia menjelaskan, saat ini Laziz masjid Baitussalam telah menghimpun dana zakat sebesar Rp 135,153 juta. Uang dari saldo zakat Rp 85,153 juta dan infaq shodaqoh Rp 49,99 juta. ”Tiap bulan kami menyalurkan dana itu untuk fakir miskin sekitar Rp 6,251 juta,” ujarnya.
Ketua Bagian Keamanan masjid Baitussalam, Sumardi mengatakan dia sudah merekomendasikan dua orang untuk mendapatkan bantuan dari Laziz. Salah satunya adalah Yuli Purwanti.
Wanita ini meskipun sering sakit-sakitan dia tetap mencari nafkah dengan jualan susu segar di sekitar alun-alun Purwokerto, kadang jualan di depan SMP 1 Purwokerto. Sumardi mengatakan, waktu itu dia melihat ada wanita jualan susu keju di depan di alun-alun depan masjid.
Dia mendekati dan melakukan wawancara, ternyata dia warga Kelurahan Kranji, rumahnya tidak jauh dari masjid Baitussalam.
Dari wawancara itu Sumardi mengetahui bahwa Yuli Purwanti seorang wanita yang hebat, karena dia menjadi salah satu tulang punggung anggota keluarganya. Meskipun sering sakit, dia tetap jualan susu di alun-alun.
Ketika pengurus Laziz melakukan survei diketahui rumah tempat tinggal Yuli dihuni lima kepala keluarga dengan 15 orang penghuni. Yuli mengatakan sangat terbantu dengan dana zakat produktif Laziz, dia mendapat bantuan berupa panci, peralatan masak dan kursi plastik.
”Pelanggan saya minum susu hangat biasanya sambil berdiri, kini setelah saya dapat kursi plastik pelanggan minumnya sambil duduk,” ujarnya.
Humas masjid Baitussalam, Alief Einstein mengatakan, apa yang diperoleh Yuli dan penerima zakat produktif lainnya merupakan amal dari para donatur, dan muzakki yang bergabung bersama kami dalam program ini. Zakat mereka sangat membantu orang lain,” ujarnya.
sumber suara merdeka

Tidak ada komentar:

Posting Komentar