Langsung ke konten utama

Pedagang Jajanan Tradisional Perlu Pembinaan

Para pedagang jajanan tradisional di Banyumas perlu dibina agar mereka mampu membuat produk berkualitas. Pemerintah Kabupaten Banyumas perlu memberdayakan para pedagang jajanan tradisional melalui pembinaan dan memberi tempat khusus untuk berjualan.
Sekretaris PHRI Banyumas, Is Heru Permana menuturkan, selama ini pemkab baru memfasilitasi pedagang makanan serta produk-produk makanan olahan dan kerajinan yang ditampung di Pasar Pratistha Harsa. Namun, untuk jajanan tradisional belum diberikan tempat khusus.
Kebanyakan para pedagang itu masih berjualan di pasar tradisional. Jenis jajanan tradisional yang biasa dijual di pasar tradisional, diantaranya, cenil, ciwel, grontol jagung, intil, buntil, getuk lindri dan masih banyak jenis makanan lainnya. ”Jadi perlu ada tempat khusus untuk pemasaran jajanan tradisional. Ini juga untuk menciptakan destinasi baru bagi para wisatawan yang berkunjung ke Purwokerto,” kata Heru, kemarin.
Ia menambahkan, ruang khusus ini dapat memberi motivasi bagi para pedagang jajanan tradisional. Mereka juga secara tidak langsung akan meningkatkan kualitas produknya. Selain tempat khusus, kata dia, pemerintah daerah perlu mematenkan produk jajanan tradisional Banyumas sebagai wujud melestarikan serta mendapat perlindungan hak paten bagi para pelaku usaha.
”Dengan adanya ruang khusus dan produk mereka dipatenkan, tentu akan semakin memotivasi para pembuat jajanan tradisional. Mereka akan semakin menciptakan produk yang kreatif,” ujar dia. Sementara itu, Kepala Bidang Perdagangan pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Dinperindag) Banyumas, Wahyu Adhi Febrianto, pemerintah daerah telah memfasilitasi untuk hak paten.
Namun, biasanya untuk hak paten bukan produk, melainkan merek produk yang didaftarkan ke Hak Kekayaan Intelektual. ”Kami biasanya berkoordinasi dengan bagian Hukum dan HAM. Tapi biasanya fasilitasi yang diberikan hak merek, bukan mematenkan produk,” ujar dia.
sumber suara merdeka

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rencana Jalan TOL Pejagan /Tegal - Wangon - Cilacap Dalam Tahap Penyusunan FS

Up date info :  Ternyata info terbaru diusulkan bukan dari Tegal tapi dari Pejagan, Yaitu Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap dan Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap


Peta Usulan Program Bina Marga Antar WPS Brebes-Cilacap

 Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap



update info berita ini Minggu 12 Feb 2017, 10:59 WIB Tegal Cilacap Bakal Terbangun Jalan TolDana Aditiasari - detikFinance Sisi Selatan Pulau Jawa bakal kehadiran proyek jalan tol, salah satunya adalah proyek jalan tol Tegal-Cilacap. Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zuna.
"Itu kan tol prakarsa, artinya usulan dari pihak swasta. Usulannya sudah masuk ke kami, mudah-mudahan bisa lelang tahun ini," kata dia dihubungi detikFinance, Minggu (12/2/2017).
Jalan tol ini, kata Herry, diprakarsai oleh BUMN jalan tol, PT Jasamarga (Persero). Jalan tol ini bakal menjadi alternati…

Rencana Jalan TOL Ajibarang Wangon

Dalam perkembangannya rencana pembangunan jalan Tol Ajibarang Wangon terakomodasi dengan disetujuinya Rencana Jalan Tol Tegal Cilacap yang aksesnya dipastikan melewati kota kota ini.

Berdasarkan RTRW Jateng 2009-2029, Kabupaten Banyumas akan dilalui jalan tol Tegal-Cilacap. Rutenya dimulai dari Tegal-Prupuk-Bumiayu-Ajibarang-Wangon-Cilacap. Sedangkan untuk Kabupaten Cilacap akna dilalui Jalan tol Cilacap-Yogyakarta, rutenya dimulai dari Cilacap-Buntu-Sumpiuh-Kebumen-Purworejo-Kulon Progo, Yogyakarta.
Meskipun tidak melewati Kota Purwokerto, tapi dengan akses yang memadai terutama ke Wangon yang menurut informasi menjadi lokasi TOL Gate , maka tetap berperan signifikan terhadap mobilitas dari Purwokerto ke luar daerah. 
Ini adalah konsekuensi sebuah perkembangan dimana dampak dibukanya TOl Cipali tenyata semakin membuat kawasan Banyumas padat. bahkan yang menjadi pelajaran bersama adalah kasus rusaknya jembatan Comal Pemalang beberapa tahun lalu, mengakibatkan kemacetan parah di Jalur…

JNE Resmikan Wangon Gateway

Tingkatkan Kecepatan Layanan JNE Resmikan Wangon Gateway
Salah satu perusahaan jasa pengiriman ekspres dan logistik nasional, JNE terus memperkuat berbagai sektor salah satunya infrastruktur dan jaringan. Selain di Bandung, telah mengoperasikan Jakarta Gateway, Surabaya Gateway dan Wangon Gateway. Perluasan infrastruktur pun tidak hanya di Pulau Jawa, tapi juga dilakukan di JNE Medan dan Kantor Perwakilan baru JNE di Batam. Selanjutnya Gateway Makasar .

Peresmian JNE Gateway Wangon (Foto : Edi Romadhon)

















:  Demi meningkatkan kecepatan layanan pengiriman bagi customer, JNE melakukan penambahan infrastruktur. Realisasi dari penambahan infrastruktur tersebut adalah pembangunan Wangon Gateway yang berlokasi Jl Raya Klapagading Rt 04 Rw 08 Kecamatan Wangon Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.
Mohammad Feriadi, selaku Presiden Direktur JNE, dalam sambutannya menyampaikan, setelah peluncuran 7 produk di bulan Februari 2016 yang lalu, pembukaan Gateway Wangon merupakan salah satu wujud pengembangan i…