Langsung ke konten utama

Banyumas Agro Expo













foto credit to Igun Tri


Pemkab Banyumas mendorong bangkitnya kembali gerakan hijaukan lingkungan rumah melalui budi daya pertanian model hidroponik. Pasalnya, sejak tahun 2005, budi daya pertanian, seperti tanaman hias, tanaman keras, buah-buahan dan sayuran sempat sepi. Namun sekarang mulai mengeliat lagi.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Pemkab Banyumas Tjutjun Sunarti Rochidie mengatakan, kegiatan agro expo sudah lama tenggelam sejak 2005 lalu. Sebelumnya hampir tiap waktu ada pameran dan expo. Ini menandakan, animo masyarakat untuk melakukan budi daya kembali tumbuh.
“Sekarang mulai tumbuh lagi dan masyarakat memang butuh informasi perkembangan pertanian, termasuk budi daya hidroponik yang saat ini sudah banyak dilakukan warga,” katanya, saat pembukaan Banyumas Agro Expo 2017, di halaman Sanggar Pramuka Purwokerto, Minggu (2/4). Tjuntjun mengatakan, banyak dari masyarakat yang menginginkan pelatihan untuk budi daya tanaman hias, buah-buahan maupun sayursayuran model hidroponik.
Pihaknya akan menggandeng berbagai pihak yang bersedia menfasilitasi pelatihan. Jika kegiatan seperti ini terus berkembang di masyarakat, pihaknya siap memberikan dukungan, misalnya membantu untuk legalisasi produk dan membuka jaringan kemitraan dengan yang lain.
Menurutnya, saat ini sudah ada gerakan PKK untuk tanam cabai di lingkungan rumah masing-masing. Ini merupakan instruksi langsung dari Presiden Jokowi. Hal ini untuk mengimbangi naiknya harga cabai, sekaligus untuk memasyarakatkan bahwa setiap anggota keluarga PKK minimal harus memiliki atau budi daya 10 jenis sayuran.
Bisnis Sampingan
Ketua Yayasan Hidroponik Banyumas (YHB), Adi Gondrong mengatakan, pihaknya siap memberikan pelatihan secara terus menerus kepada semua elemen masyarakat dan khususnya ibu-ibu PKK. Karena usaha budi daya ini, jika ditekuni dan ditangani dengan baik, tidak semata sebagai hobi dan memenuhi kebutuhan sayuran keluarga secara haian, namun bisa untuk usaha bisnis sampingan.
“Minat pasar sangat tinggi, khususnya permintaan dari dunia perhotelan, supermarket, restoran dan rumah makan,” kata dia mencontohkan permintaan sayuran kangkung sehari bisa sampai 1 kuintal lebih.

Pelatihannya, katanya sekaligus praktik di kebun yang sudah disediakan di Langentirto Pabuaran. Pelatihan tersebut tidak akan dikomersialisasikan, karena tujuannya adalah untuk gerakan hijua Banyumas, yakni lingkungan dan pekarangan rumah penuh dengan tanaman sayuran dan buah-buahan hidroponik.
“Kita tarik peserta uang akomodasi Rp 100.000, itu untuk pelatihan 8 jam, sudah ada makan minum dan pulang bisa membawa oleh-leh sayur-sayuran,” katanya. Bupati Achmad Husein saat membuka pameran tanaman yang digelar Perhimpunan Pecinta Tanaman Banyumas, mengatakan, lingkungan rumah saat ini semakin sempit, sehingga harus berinovasi agar lingkungan tetap nyaman dengan tanaman.
ìBahkan dengan budi daya melalui hidroponik sayuran dan tanaman menjadi alternatif yang positif karena keterbatasan lahan,” kata Bupati . Bupati berharap pada pameran ini dapat menggairahkan kembali, kebiasaan menanam dan merawat tanaman bagi masyarakat. Sehingga para petani dan pengembang tanaman dapat keuntungan yang lebih baik.
Panitia expo, Edi Daryono mengungkapkan pameran diikuti puluhan pecinta dan pengembang tananam hias, tanaman keras, petani dan pedagang lapak dan online. Dengan tujuan sebagai upaya silaturahmi petani dan pedagang tanaman di Banyumas. Selain pameran juga ada festival dan kontes tanaman. Seperti kontes bonsai, aglonema dan lain sebagainya.
“Selama tidak ada kegiatan semacam ini para kolektor tanaman hias khususnya bonsai, enggan untuk merawat tanamannya. Sehingga tanaman yang bertahun-tahun dirawat kadang mati tidak terurus. Adanya kontes tentu menjadi wahana bagi mereka memperlihatkan karyanya kepada kalayak,î katanya.
sumber Suara Merdeka

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rencana Jalan TOL Pejagan /Tegal - Wangon - Cilacap Dalam Tahap Penyusunan FS

Up date info :  Ternyata info terbaru diusulkan bukan dari Tegal tapi dari Pejagan, Yaitu Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap dan Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap


Peta Usulan Program Bina Marga Antar WPS Brebes-Cilacap

 Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap



update info berita ini Minggu 12 Feb 2017, 10:59 WIB Tegal Cilacap Bakal Terbangun Jalan TolDana Aditiasari - detikFinance Sisi Selatan Pulau Jawa bakal kehadiran proyek jalan tol, salah satunya adalah proyek jalan tol Tegal-Cilacap. Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zuna.
"Itu kan tol prakarsa, artinya usulan dari pihak swasta. Usulannya sudah masuk ke kami, mudah-mudahan bisa lelang tahun ini," kata dia dihubungi detikFinance, Minggu (12/2/2017).
Jalan tol ini, kata Herry, diprakarsai oleh BUMN jalan tol, PT Jasamarga (Persero). Jalan tol ini bakal menjadi alternati…

Rencana Jalan TOL Ajibarang Wangon

Dalam perkembangannya rencana pembangunan jalan Tol Ajibarang Wangon terakomodasi dengan disetujuinya Rencana Jalan Tol Tegal Cilacap yang aksesnya dipastikan melewati kota kota ini.

Berdasarkan RTRW Jateng 2009-2029, Kabupaten Banyumas akan dilalui jalan tol Tegal-Cilacap. Rutenya dimulai dari Tegal-Prupuk-Bumiayu-Ajibarang-Wangon-Cilacap. Sedangkan untuk Kabupaten Cilacap akna dilalui Jalan tol Cilacap-Yogyakarta, rutenya dimulai dari Cilacap-Buntu-Sumpiuh-Kebumen-Purworejo-Kulon Progo, Yogyakarta.
Meskipun tidak melewati Kota Purwokerto, tapi dengan akses yang memadai terutama ke Wangon yang menurut informasi menjadi lokasi TOL Gate , maka tetap berperan signifikan terhadap mobilitas dari Purwokerto ke luar daerah. 
Ini adalah konsekuensi sebuah perkembangan dimana dampak dibukanya TOl Cipali tenyata semakin membuat kawasan Banyumas padat. bahkan yang menjadi pelajaran bersama adalah kasus rusaknya jembatan Comal Pemalang beberapa tahun lalu, mengakibatkan kemacetan parah di Jalur…

Objek Wisata Karang Penginyongan Karangtengah Cilongok

update info






GRAFIKA GROUP KEMBANGKAN WISATA DI KARANG PENGINYONGAN
KAWASAN WISATA KARANG PENGINYONGAN CIPENDOK
LAUTAN BUNGA DI TAMAN PENGINYONGAN
TITIAN KASIH KE PUNTUK ASMARA



[Suara Banyumas] Kawasan Objek Wisata Karang Penginyongan di Desa Karangtengah, Kecamatan Cilongok, Banyumas, bakal dikembangkan menjadi destinasi wisata dan budaya yang terintegrasi. Tujuannya menarik wisatawan untuk mengunjungi wilayah Banyumas bagian barat. Hal itu diungkapkan budayawan Ahmad Tohari dalam Sosialisasi Pengembangan Taman Wisata dan Budaya Karang Panginyongan, Minggu (17/1). Dia mengatakan, Karang Penginyongan ini diarahkan untuk menjadi kawasan wisata edukatif. Arahnya untuk membentuk karakter kepribadian pengunjungnya. ”Banyumas membutuhkan destinasi wisata dengan konsep yang baru, tidak hanya untuk objek wisata massal. Selain itu, sudah waktunya kantongkantong kebudayaan disiapkan untuk menarik wisatawan. Banyumas butuh usaha pariwisata berbasis alam dan juga pemikiran untuk p…