Langsung ke konten utama

Edukasi Perlindungan Cagar Budaya

Perlu sejak Dini


Edukasi perlindungan terhadap cagar budaya di wilayah Banyumas mendesak untuk dilakukan sejak dini.
Pasalnya, kalangan generasi muda tidak banyak yang mengenal cagar budaya di sekitar lingkungan mereka. Hal itu diungkapkan oleh Kepala Seksi Sejarah dan Purbakala Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Banyumas, Carlan, kemarin.
Menurut dia, kalangan pelajar banyak yang merasa asing dengan situs peninggalan sejarah di Banyumas ketika melakukan sosialisasi di sejumlah sekolah. ”Banyak yang tidak tahu. Waktu sosialisasi di Kecamatan Sumbang, banyak yang tidak tahu di sekitar desanya itu ada sejumlah situs Watu Guling atau Watu Datar.
Ini bahaya juga, kalau terjadi perusakan karena ketidaktahuan masyarakat,” katanya, kemarin. Menurut Carlan, pengenalan pengetahuan tentang pelestarian dan perlindungan cagar budaya sejak dini kepada pelajar dinilai tepat. Pasalnya, masyarakat juga tidak mengetahui bahwa peninggalan sejarah tersebut dilindungi oleh undang-undang.

Sejarah Lokal Disarankan Masuk Kurikulum


Pegiat komunitas pencinta sejarah dan warisan budaya Banyumas menilai, sejarah lokal sudah saatnya masuk ke dalam kurikulum di sekolah. Hal ini berawal dari keprihatinan makin sedikitnya masyarakat yang mengerti tentang peninggalan sejarah di Banyumas.
Pegiat komunitas Banjoemas History Heritage Community (BHHC), Jatmiko Wicaksono menuturkan, peminat sejarah dan warisan budaya Banyumas justu kebanyakan merupakan warga negara asing dan luar daerah. Mereka mengagumi kekayaan arsitektur dan peninggalan sejarah maupun budaya yang masih ada. “Kami ingin ada semacam wisata sejarah, sekaligus pemuatan materi sejarah lokal dalam kurikulum sekolah di lembaga-lembaga pendidikan,” kata dia, melalui pesan pendek, Rabu (19/4).
Menurut dia, pengenalan situs cagar budaya kurang mengena, apabila para pelajar tidak diajak untuk melihat langsung bendanya atau bukti sejarahnya. Pola pengajaran ini bisa dikemas dalam wisata sejarah purbakala. Di sisi lain, pengajaran sejarah ini juga harus didukung oleh literatur yang dimiliki Pemkab Banyumas.
Catatan sejak masa purbakala, kolonial, hingga perang kemerdekaan perlu disusun dalam bentuk panduan pengajaran. “Sejarah seperti berdirinya Bank pertama kali di Indonesia juga di Purwokerto. Sekarang sudah jarang yang tahu. Semestinya museummuseum yang ada pun belum dimaksimalkan untuk menarik pengunjung dari kalangan pelajar,” katanya.
Hanya Satu
Dia memaparkan, dari data Dinporabudpar Banyumas terdapat lebih dari 300 benda cagar budaya di Banyumas. Namun, sejak tahun 1999 hingga sekarang, hanya satu yang memiliki kekuatan legal formal berdasarkan surat keputusan menteri, yaitu Masjid Nur Sulaiman.
Selain mengenalkan cagar budaya di wilayah Banyumas, Carlan juga memaparkan tentang UU Nomor 11 Tahun 2010 tentang Perlindungan Cagar Budaya dan Perda Banyumas Nomor 4 Tahun 2015 tentang Cagar Budaya. ”Karena itu, kami mencoba sosialisasi kepada pelajar di enam sekolah menengah atas di Banyumas. Harapannya, ada tindak lanjut dari kegiatan ini,” kata dia.
Sementara itu, pegiat komunitas Banjoemas History Heritage Community (BHHC), Jatmiko Wicaksono, mengatakan, terkait sosialisasi tentang cagar budaya, Pemkab Banyumas bisa mencontoh Balai Pelestarian Cagar Budaya Daerah Istimewa Yogyakarta (BPCB DIY) yang menggelar Sekolah Cagar Budaya. Pesertanya tidak hanya dari kalangan pelajar SMA, tapi juga dari pelajar sekolah dasar.
”Pengenalan tentang warisan budaya harus sejak kanakkanak. Tidak hanya yang berbenda, tapi juga warisan budaya tak benda,” ujarnya. 
suara merdeka

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rencana Jalan TOL Pejagan /Tegal - Wangon - Cilacap Dalam Tahap Penyusunan FS

Up date info :  Ternyata info terbaru diusulkan bukan dari Tegal tapi dari Pejagan, Yaitu Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap dan Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap


Peta Usulan Program Bina Marga Antar WPS Brebes-Cilacap

 Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap



update info berita ini Minggu 12 Feb 2017, 10:59 WIB Tegal Cilacap Bakal Terbangun Jalan TolDana Aditiasari - detikFinance Sisi Selatan Pulau Jawa bakal kehadiran proyek jalan tol, salah satunya adalah proyek jalan tol Tegal-Cilacap. Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zuna.
"Itu kan tol prakarsa, artinya usulan dari pihak swasta. Usulannya sudah masuk ke kami, mudah-mudahan bisa lelang tahun ini," kata dia dihubungi detikFinance, Minggu (12/2/2017).
Jalan tol ini, kata Herry, diprakarsai oleh BUMN jalan tol, PT Jasamarga (Persero). Jalan tol ini bakal menjadi alternati…

Rencana Jalan TOL Ajibarang Wangon

Dalam perkembangannya rencana pembangunan jalan Tol Ajibarang Wangon terakomodasi dengan disetujuinya Rencana Jalan Tol Tegal Cilacap yang aksesnya dipastikan melewati kota kota ini.

Berdasarkan RTRW Jateng 2009-2029, Kabupaten Banyumas akan dilalui jalan tol Tegal-Cilacap. Rutenya dimulai dari Tegal-Prupuk-Bumiayu-Ajibarang-Wangon-Cilacap. Sedangkan untuk Kabupaten Cilacap akna dilalui Jalan tol Cilacap-Yogyakarta, rutenya dimulai dari Cilacap-Buntu-Sumpiuh-Kebumen-Purworejo-Kulon Progo, Yogyakarta.
Meskipun tidak melewati Kota Purwokerto, tapi dengan akses yang memadai terutama ke Wangon yang menurut informasi menjadi lokasi TOL Gate , maka tetap berperan signifikan terhadap mobilitas dari Purwokerto ke luar daerah. 
Ini adalah konsekuensi sebuah perkembangan dimana dampak dibukanya TOl Cipali tenyata semakin membuat kawasan Banyumas padat. bahkan yang menjadi pelajaran bersama adalah kasus rusaknya jembatan Comal Pemalang beberapa tahun lalu, mengakibatkan kemacetan parah di Jalur…

Objek Wisata Karang Penginyongan Karangtengah Cilongok

update info






GRAFIKA GROUP KEMBANGKAN WISATA DI KARANG PENGINYONGAN
KAWASAN WISATA KARANG PENGINYONGAN CIPENDOK
LAUTAN BUNGA DI TAMAN PENGINYONGAN
TITIAN KASIH KE PUNTUK ASMARA



[Suara Banyumas] Kawasan Objek Wisata Karang Penginyongan di Desa Karangtengah, Kecamatan Cilongok, Banyumas, bakal dikembangkan menjadi destinasi wisata dan budaya yang terintegrasi. Tujuannya menarik wisatawan untuk mengunjungi wilayah Banyumas bagian barat. Hal itu diungkapkan budayawan Ahmad Tohari dalam Sosialisasi Pengembangan Taman Wisata dan Budaya Karang Panginyongan, Minggu (17/1). Dia mengatakan, Karang Penginyongan ini diarahkan untuk menjadi kawasan wisata edukatif. Arahnya untuk membentuk karakter kepribadian pengunjungnya. ”Banyumas membutuhkan destinasi wisata dengan konsep yang baru, tidak hanya untuk objek wisata massal. Selain itu, sudah waktunya kantongkantong kebudayaan disiapkan untuk menarik wisatawan. Banyumas butuh usaha pariwisata berbasis alam dan juga pemikiran untuk p…