Entri yang Diunggulkan

Penataan Kota Kecamatan Wangon & Kemungkinan Perluasan Urban

Wangon adalah sebuah kota kecamatan yang lokasinya cukup strategis karena menjadi persilangan jalur utama lalu lintas di jalur selatan...

Selasa, 25 April 2017

Geliat Ekonomi Purwkerto saat Long Weekend

Ekonomi Sektor Wisata Bergeliat
Imbas Libur Akhir Pekan

Denyut ekonomi sektor pariwisata di wilayah Kabupaten Banyumas menggeliat selama libur akhir pekan. Kunjungan wisatawan ke objek wisata maupun tamu yang menginap di hotel-hotel Purwokerto meningkat drastis.
General Manager Secretary & PR Incharge Hotel Santika Purwokerto, Gratia Vika Maharani, mengatakan, selama libur akhir pekan okupansi atau hunian hotel meningkat. Peningkatan okupansi hotel memberi keuntungan bagi pengelola hotel. Pada hari biasa, kata dia, okupansi hotel mencapai 55 hingga 65 persen, sedangkan weekend hari biasa berkisar 35 hingga 40 persen.
”Tapi selama libur akhir pekan ini rata-rata okupansi 85 hingga 90 persen,” katanya, kemarin. Ia menambahkan, para tamu yang datang pada hari biasa sebagian besar para pebisnis, namun pada momen libur panjang akhir pekan tamu yang datang adalah rombongan keluarga. Mereka datang ke Purwokerto untuk berlibur dan mengunjungi keluarga di Purwokerto.
”Sebelum hari libur masih banyak tamu pebisnis, tapi mulai masuk tanggal merah mulai tamu keluarga. Tamu yang menginap di hotel sebagian besar warga dari luar kota,” katanya. Meskipun okupansi hotel naik, pengelola hotel tidak menaikkan harga kamar.
Mereka menggunakan tarif seperti biasa. ”Liburan ini bukan high season, seperti libur Natal dan tahun baru, serta Lebaran jadi tarif kamar tidak naik,” kata Vika.
General Manager Java Haritage Hotel Purwokerto, Hilman Jumena, juga mengatakan, kenaikan okupansi terlihat sejak Jumat (21/4). Kenaikan ini terus berlanjut hingga Minggu (23/4) seiring dengan banyaknya tamu dari luar kota yang datang ke Purwokerto.
”Pada hari biasa rata-rata okupansi hotel 60 persen, tapi pada Sabtu okupansi hotel sempat menembus 91 persen,” katanya menjelaskan. Tamu yang datang menginap, sambung dia, datang dari luar kota, seperti Jakarta, Bandung, Solo, Malang dan beberapa kota besar lain di Indonesia. ”Para tamu yang menginap ini tujuannya ada yang liburan, acara keluarga dan pernikahan,” katanya.
Sekretaris Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Banyumas, Suwondo Geni, mengemukakan, momen libur akhir pekan maupun hari libur lainnya menjadi momen penting bagi pelaku wisata untuk meningkatkan angka penunjung. ”Kalau libur, kami sangat diuntungkan karena objek wisata Banyumas ramai dikunjungi wisatawan,” katanya. Ia menambahkan, sampai April 2017 pendapatan dari tiket masuk objek wisata Baturraden mencapai Rp 2,4 miliar.
Adapun target pendapatan tahun ini sebesar Rp 7 miliar. ”Kami optimis pendapatan dari objek wisata Baturraden bisa mencapai Rp 8 miliar,” katanya. Meskipun demikian, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan pemerintah daerah, salah satunya keminiman lahan parkir di area objek wisata Baturraden.
Kapasitas kendaraan yang datang tidak seimbang dengan lahan parkir yang disediakan. ”Ini menjadi pekerjaan rumah pemerintah kabupaten. Pemerintah kabupaten harus membangun kantong-kantong parkir, caranya bisa dengan membangun parkir bertingkat,” ujar dia.

Optimalkan Pelayanan Hotel

Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Banyumas, terus mendorong para pengelola hotel dan restoran untuk meningkatkan pelayanan guna memberikan kepuasan tamu. Salah satu bentuk dukungan PHRI dengan mengajak para pengelola hotel dan restoran untuk mengikuti sertifikasi.
”Kami upayakan 2017, semua hotel dan restoran sudah mengantongi sertifikasi sebagai tuntutan ketentuan perundangundangan,” kata Sekretaris PHRI Banyumas, Is Heru Permana belum lama ini. Menurutnya, tahap awal yang dilakukan PHRI Banyumas yaitu melakukan pendataan hotel restoran yang bekerja sama dengan beberapa dinas Pemkab Banyumas, seperti Bidang Pariwisata Dinporabudpar dan Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan, dan Aset Daerah.
”Jadi, nanti hunian-hunian yang ada di Banyumas didata dan dilaporkan, karena pada prinsipnya semua hotel dan restoran berada di bawah organisasi PHRI,” ujarnya.
Jumlah hotel di Banyumas yang telah mengantongi sertifikasi baru 2 unit. Padahal, berdasarkan data di PHRI Banyumas, saat ini di Banyumas terdapat 12 hotel berbintang dan jumlah ini akan terus bertambah sampai 20 hotel berbintang.
sumber suara merdeka

Tidak ada komentar:

Posting Komentar