Langsung ke konten utama

Pendirian Rumah Adat Desa Karanganyar

Pendirian Rumah Adat Capai 90%
Desa Karanganyar Lestarikan Budaya

Desa Karanganyar, Kecamatan Jatilawang, terus mendorong pelestarian adat istiadat dan budaya di desa setempat. Upaya itu antara lain diwujudkan dalam pendirian rumah adat. Kepala Desa Karanganyar, Kartim mengatakan, saat ini pembangunan rumah adat yang telah dimulai sejak tahun 2016 lalu telah mencapai 90 persen.
Jika rumah adat ini telah selesai dibangun, bisa dimanfaatkan warga untuk berbagai kegiatan adat dan budaya lainnya. ”Apalagi seperti diketahui Kecamatan Jatilawang merupakan kecamatan yang adat istiadatnya masih terbilang kuat. Maka dari itulah ini menjadi bagian untuk melestarikan berbagai kearifan lokal dan menunaikan hak asal usul desa sesuai UU Desa,” jelasnya, kemarin.
Kartim mengatakan, selain untuk kegiatan adat istiadat, pihaknya juga terus mendorong berbagai pelaksanaan kegiatan budaya dan kearifan lokal di wilayah desa setempat.
Rumah adat yang telah dibangun ini akan menjadi wadah pelestarian kesenian, budaya, dan ruang belajar ilmu pengetahuan lainnya untuk warga. ”Kami berharap para pemuda nantinya bisa menjadi kader pelestari budaya dengan dukungan para orang tua yang ada di wilayah ini. Sehingga selain berdaya secara ekonomi, mereka juga bermartabat secara budaya,” katanya.
Warga Karanganyar, Sugiyo juga mendukung upaya desa untuk melestarikan berbagai adat istiadat dan seni budaya lokal setempat. Ia berharap langkah ini dapat didukung oleh masyarakat. Apalagi adat istiadat dan budaya adalah bagian dari sejarah dan upaya pengenalan identitas warga desa.
”Kami juga mendorong pemerintah desa juga bisa mendorong penelusuran sejarah desa untuk peneguhan identitas sejarah dan wilayah desa. Dengan mengenal sejarah dan wilayah desa, maka diharapkan memotivasi masyarakat untuk semakin giat membangun desanya,” jelasnya.
Kasi Pemberdayaan Masyarakat Kecamatan Jatilawang, Didit Hermawan mengatakan, berbagai potensi adat istiadat dan seni budaya yang ada di sejumlah desa di Kecamatan Jatilawang adalah aset yang tak ternilai harganya. Maka dari itulah ia mendorong, keberadaan adat istiadat dan seni budaya ini dapat menjadi bagian motivasi untuk membangun sekaligus modal sosial.
”Kalau bisa mengelolanya dengan baik, adat istiadat yang masih kuat dilestarikan masyarakat ini bisa menjadi komoditas pariwisata. Apalagi sekarang ini desa mempunyai hak asal usul sekaligus kewenangan berskala lokal desa untuk dimanfaatkan untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat,” katanya. 
sumber suara merdeka

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rencana Jalan TOL Pejagan /Tegal - Wangon - Cilacap Dalam Tahap Penyusunan FS

Up date info :  Ternyata info terbaru diusulkan bukan dari Tegal tapi dari Pejagan, Yaitu Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap dan Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap


Peta Usulan Program Bina Marga Antar WPS Brebes-Cilacap

 Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap



update info berita ini Minggu 12 Feb 2017, 10:59 WIB Tegal Cilacap Bakal Terbangun Jalan TolDana Aditiasari - detikFinance Sisi Selatan Pulau Jawa bakal kehadiran proyek jalan tol, salah satunya adalah proyek jalan tol Tegal-Cilacap. Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zuna.
"Itu kan tol prakarsa, artinya usulan dari pihak swasta. Usulannya sudah masuk ke kami, mudah-mudahan bisa lelang tahun ini," kata dia dihubungi detikFinance, Minggu (12/2/2017).
Jalan tol ini, kata Herry, diprakarsai oleh BUMN jalan tol, PT Jasamarga (Persero). Jalan tol ini bakal menjadi alternati…

Rencana Jalan TOL Ajibarang Wangon

Dalam perkembangannya rencana pembangunan jalan Tol Ajibarang Wangon terakomodasi dengan disetujuinya Rencana Jalan Tol Tegal Cilacap yang aksesnya dipastikan melewati kota kota ini.

Berdasarkan RTRW Jateng 2009-2029, Kabupaten Banyumas akan dilalui jalan tol Tegal-Cilacap. Rutenya dimulai dari Tegal-Prupuk-Bumiayu-Ajibarang-Wangon-Cilacap. Sedangkan untuk Kabupaten Cilacap akna dilalui Jalan tol Cilacap-Yogyakarta, rutenya dimulai dari Cilacap-Buntu-Sumpiuh-Kebumen-Purworejo-Kulon Progo, Yogyakarta.
Meskipun tidak melewati Kota Purwokerto, tapi dengan akses yang memadai terutama ke Wangon yang menurut informasi menjadi lokasi TOL Gate , maka tetap berperan signifikan terhadap mobilitas dari Purwokerto ke luar daerah. 
Ini adalah konsekuensi sebuah perkembangan dimana dampak dibukanya TOl Cipali tenyata semakin membuat kawasan Banyumas padat. bahkan yang menjadi pelajaran bersama adalah kasus rusaknya jembatan Comal Pemalang beberapa tahun lalu, mengakibatkan kemacetan parah di Jalur…

JNE Resmikan Wangon Gateway

Tingkatkan Kecepatan Layanan JNE Resmikan Wangon Gateway
Salah satu perusahaan jasa pengiriman ekspres dan logistik nasional, JNE terus memperkuat berbagai sektor salah satunya infrastruktur dan jaringan. Selain di Bandung, telah mengoperasikan Jakarta Gateway, Surabaya Gateway dan Wangon Gateway. Perluasan infrastruktur pun tidak hanya di Pulau Jawa, tapi juga dilakukan di JNE Medan dan Kantor Perwakilan baru JNE di Batam. Selanjutnya Gateway Makasar .

Peresmian JNE Gateway Wangon (Foto : Edi Romadhon)

















:  Demi meningkatkan kecepatan layanan pengiriman bagi customer, JNE melakukan penambahan infrastruktur. Realisasi dari penambahan infrastruktur tersebut adalah pembangunan Wangon Gateway yang berlokasi Jl Raya Klapagading Rt 04 Rw 08 Kecamatan Wangon Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.
Mohammad Feriadi, selaku Presiden Direktur JNE, dalam sambutannya menyampaikan, setelah peluncuran 7 produk di bulan Februari 2016 yang lalu, pembukaan Gateway Wangon merupakan salah satu wujud pengembangan i…