Entri yang Diunggulkan

Penataan Kota Kecamatan Wangon & Kemungkinan Perluasan Urban

Wangon adalah sebuah kota kecamatan yang lokasinya cukup strategis karena menjadi persilangan jalur utama lalu lintas di jalur selatan...

Selasa, 25 April 2017

Langgongsari Cilongok Kembangkan Agro Wisata Barbasis TI

Pemerintah Desa Langgongari, Kecamatan Cilongok, mengembangkan agrowisata berbasis Teknologi Informasi (TI). Pengembangan itu dilakukan secara bertahap oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sejal 2015 lalu. Kepala Desa Langgongari, Rasim, menjelaskan di lahan tersebut dikembangkan berbagai macam tanaman antara lain pohon durian, petai, kelapa genjah.
Di desa tersebut juga terdapat peternakan sapi dan pengolahan gula kelapa. “Desa-desamiskindiluarnegeribisa maju, maka saya jawab dengan mengembangkan seluruh potensi yang ada. Kami mencoba mengemas potensi- potensi yang ada seperti pertanian, peternakan dan perikanan,” katanya di sela sosialisasi Techo Village di balai desa setempat, kemarin.
Dalam waktu dekat ini, kata dia, pihaknya akan mendirikan sekolah berbais TI di komplek agrowisata yang berjarak sekitar 800 meter dari bali desa. Sekolah itu akan menampung anak-anak muda desa setempat untuk memperdalam dunia TI.
“Harapan saya nantinya tidak hanya mengembangkan potensi sumber daya alam yang ada, tapi juga sumber daya manusianya, jadi semuanya lengkap. Untuk sementara waktu, proses belajar dilakukan di gedung balai desa,” ujar dia. Gedung sekolah itu menurut rencana akan dibangun menggunakan dana desa sebesar Rp 912 juta dari total Rp 922 juta yang akan diterima.
Proses pembangunan tinggal menunggu pencarian dana desa yang diperkirakan akan segera turun dalam waktu dekat ini. Anggota DPR RI, Budiman Sujatmiko, yang hadir dalam acara itu mengapresisasi langkah yang dilakukan pemerintah desa. Terobosan itu diharapkan dapat menjadi proyek percontohan pengembangan BUMDes di seluruh Indonesia.
“Ini yang pertama, nanti akan kami tularkan di desa-desa yang lain. Ini ide yang hebat. Desa juga harus mulai berinvestasi mendidik SDM yang tangguh, bukan cuma uangnya saja yang banyak,” kata salah inisiator lahirnya Undang-undang Desa ini.
Menurut dia persoalan utama yang kini dihadapi desa bukanlah keterbatasan uang, namun soal SDM. SDM di dea-desa hendaknya dilatih mengelola sumber daya alam yang ada dengan memanfaatkan kemajuan TI.
sumber suara merdeka

Tidak ada komentar:

Posting Komentar