Entri yang Diunggulkan

Penataan Kota Kecamatan Wangon & Kemungkinan Perluasan Urban

Wangon adalah sebuah kota kecamatan yang lokasinya cukup strategis karena menjadi persilangan jalur utama lalu lintas di jalur selatan...

Selasa, 25 April 2017

Pengelolaan Sampah Terpadu di Lumbir Ditingkatkan

Pemerintah Kecamatan Lumbir terus mendorong peningkatan kesadaran masyarakat untuk bisa mengelola sampah secara terpadu.
Terlebih saat ini sudah ada pegiat lingkungan dan bank sampah yang mulai berjalan di Lumbir. Camat Lumbir, Budi Nugroho mengatakan hal tersebut usai serah terima karung sampah plastik sebagai peluncuran bank sampah di wilayah Cirahab Kecamatan Lumbir beberapa pekan lalu.
Budi mendorong masyarakat untuk bisa selalu berupaya mengurangi produksi sampah terutama sampah plastik. ”Kami juga terus mendorong agar program satu kilogram sampah plastik dalam satu bulan dapat diupayakan oleh aparat sipil negara sehingga mereka bisa berkontribusi untuk keselamatan lingkungan,” katanya.
Budi mengatakan, gencarnya kampanye ‘Bersahabat dengan Sampah’ dan perwujudan adanya bank sampah di masyarakat adalah upaya untuk penyelamatan lingkungan. Pasalnya, saat ini terbukti sampah tidak hanya menjadi masalah di perkotaan saja, melainkan juga di wilayah pedesaan. Maka dari itulah seluruh elemen masyarakat diminta bergerak aktif dalam menangani permasalahan sampah ini.
”Sesuai dengan UU Nomor 18 tahun 2008 tentang pengelolaan sampah, kamipun berusaha untuk memandang sampah dari perspektif berbeda. ‘Bersahabat dengan Sampah’ dan menjadikan sampah menjadi hal yang punya nilai guna dan ekonomi adalah paradigma baru yang harus diwujudkan bersamasama,” katanya.
Pramuka Peduli Kwarran Lumbir, Sakirun mengatakan, saat ini ia terus melaksanakan pengumpulan sampah plastik secara rutin. Pria berjenggot putih yang merupakan pensiunan Puskesmas Lumbir itu kini mengisi hari-harinya dengan berbagai kegiatan sosial.
Selain turut turun membantu berbagai bencana di wilayah Banyumas, ia juga turun mengumpulkan sampah plastik saat ia bepergian. ”Kalau bukan kita yang peduli, lalu siapa lagi. Meski sekadarnya, namun kami berharap apa yang bisa saya lakukan ini bisa berguna bagi lingkungan,” katanya.
Perubahan paradigma terhadap sampah ini harus pula didorong dengan aksi nyata berupa pemilihan sampah organik dan non organik. Keberadaan bank sampah diharapkan dapat menjadi salah satu muara penyelesaian permasalahan sampah yang ada di lingkungan pedesaan.
Apalagi selama ini permasalahan sampah juga terjadi di wilayah pedesaan. ”Tidak hanya faktor ekonomi, melalui pengelolaan sampah bersama-sama inilah, diharapkan kerukunan dan kebersamaan warga akan semakin kuat. Kami berharap agar persoalan ini dan aksi ini bisa didukung berbagai pihak,” katanya.
sumber suara merdeka

Tidak ada komentar:

Posting Komentar