Entri yang Diunggulkan

Penataan Kota Kecamatan Wangon & Kemungkinan Perluasan Urban

Wangon adalah sebuah kota kecamatan yang lokasinya cukup strategis karena menjadi persilangan jalur utama lalu lintas di jalur selatan...

Jumat, 21 April 2017

Persiapan Festival Rewandha Bojana 90 Persen

Persiapan Festival Rewandha Bojana yang digelar 23 April mendatang telah mencapai 90 persen. Pengecekan akhir dilakukan di lapangan kompleks Masjid Saka Tunggal, Desa Cikakak, Kecamatan Wangon, Banyumas, kemarin.
Kepala Bidang Pariwisata Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Banyumas, Saptono, mengatakan, perlengkapan acara seperti gapura, baliho promosi, hingga tempat penyelenggaraan sudah dipersiapkan sejak sepekan ini.
Demikian pula dengan kelompok kesenian yang akan menghibur pengunjung pada pembukaan festival. ”Persiapan sudah 90 persen. Tinggal memasang beberapa ornamen seperti penjor dari janur kuning. Itu nanti dipasang sehari sebelum pelaksanaan, agar tidak rusak,” ujarnya.
Mengarak Gunungan
Dia menambahkan, tumpeng ageng dan tumpeng igir buah dipersiapkan oleh masyarakat dari 12 desa. Mereka akan mengarak gunungan buah tersebut menuju Taman Kera Masjid Saka Tunggal sebagai sajian makanan kera ekor panjang.
Adapun Festival Rewandha Bojana yang digelar di kompleks Masjid Saka Tunggal, Desa Cikakak, Kecamatan Wangon, Minggu (23/4) tahun ini menjadi satu rangkaian tradisi budaya Jaro Rojab. Tradisi masyarakat adat berupa pergantian pagar sekitar kompleks masjid itu dilangsungkan Senin (24/4).
Untuk pergantian pagar atau Jaro Rojab dilakukan satu tahun sekali, yaitu pada tanggal 26 Rajab. Ritual ini diikuti oleh seluruh warga Desa Cikakak dan sekitarnya. ”Kami mengimbau komunitas pehobi foto aerial agar tidak mengoperasikan drone untuk mengambil gambar saat prosesi memberi makan kera.
Alat itu membuat kera enggan mendekat karena takut,” ujar Saptono. Sementara itu, Camat Wangon Wisnu Budi Santoso mengatakan, event ini diharapkan dapat mengangkat potensi di wilayah Banyumas bagian barat. Karena itu, festival tersebut harus mendapat dukungan berbagai elemen masyarakat.
”Ini kan acaranya unik, jadi harus dikenalkan kepada seluruh masyarakat dan wisatawan secara luas, karena tidak semua daerah punya acara memberi makan kera,” kata dia.
sumber suara merdeka
Lomba Foto Festival










































Dinporabudpar Kabupaten Banyumas bekerjasama dengan Komunitas Fotografer Banyumas [KFB] serta didukung oleh Bank Jateng menyelenggarakan Lomba Foto Festival Rewandha Bojana 2017.


Hari Minggu, 23 April 2017, mulai pukul 08.00 WIB sampai selesai di Komplek Masjid Saka Tunggal, Desa Cikakak, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas

Syarat & ketentuan: 
1. Wajib follow akun @dinporabudparbanyumas dan @kfbanyumas.
2. Repost banner lomba dan tag ke 3 orang temanmu.
3. Upload foto terbaikmu di Instagram dan tag ke 3 temanmu, serta gunakan hastag #rewandhabojana2017 #banyumasnyamleng #wisatabanyumas #kfbanyumas
4. Jumlah foto yg diupload tidak dibatasi dan merupakan hasil pemotretan pada Festival Rewandha Bojana 2017
5. Batas upload foto dimulai tanggal 23-25 April 2017 pukul 23.59 WIB.
6. Foto boleh diedit sebatas cropping, brightness, & contrast.
7. Wajib menyerahkan file foto asli sebagai bukti jika terpilih menjadi pemenang, dan foto pemenang menjadi hak milik panitia.
8. Pengumuman pada tanggal 27 April 2017, dan penyerahan hadiah pada tanggal 29 April 2017 dalam acara Festival Kesenian Unggulan Wilayah III di Lapangan Rempoah, Baturraden.
*) Diharapkan kepada para fotografer untuk memakai ikat kepala khas Banyumas
*) Tidak disarankan menggunakan drone dan sejenisnya karena dikhawatirkan mengganggu ritual acara.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar