Langsung ke konten utama

Festival Rewandha Bojana Cikakak Wangon 2017


Papan Penunjuk Arah Diminta Diperbaiki


Menjelang penyelenggaraan Festival Rewandha Bojana, 24 April mendatang, Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Banyumas diminta untuk memperbaiki papan penunjuk arah ke objek wisata religi Masjid Saka Tunggal.
Rambu arah ini sangat diperlukan bagi wisatawan yang akan berkunjung pada event tersebut. ”Tahun lalu ada pengunjung yang nyasar, tidak tahu arah. Perlu ada tambahan papan penunjuk karena Masjid Saka Tunggal belum terlalu dikenal,” kata pelaku wisata, Wiwit Yuni, kemarin.
Menurut dia, di kemudian hari, papan penunjuk arah ini juga cukup penting bagi wisatawan yang ingin berkunjung. Tidak hanya berfungsi pada gelaran event tersebut. Wiwit mengatakan, Festival Rewandha Bojana sejatinya sangat menarik. Namun, publikasi even tersebut masih kurang terdengar.
”Kalau perlu ya mengajak biro perjalanan wisata untuk menawarkan paket kunjungan dua hari satu malam di sana. Kebetulan tahun ini kan bergabung dengan kegiatan tradisi Jaro Rojab,” kata dia. Sebagai informasi, Festival Rewandha Bojana yang digelar di komplek Masjid Saka Tunggal, Desa Cikakak, Kecamatan Wangon, Minggu (23/4) tahun ini menjadi satu rangkaian tradisi budaya Jaro Rojab.
Tradisi masyarakat adat berupa pergantian pagar sekitar komplek masjid itu dilangsungkan Senin (24/4). Adapun pergantian pagar atau Jaro Rojab dilakukan satu tahun sekali, yaitu pada tanggal 26 Rajab. Ritual ini diikuti oleh seluruh warga Desa Cikakak dan sekitarnya. ”Untuk Rewandha Bojana tetap ada arak-arakan gunungan buah yang nanti dimakan oleh kera.
Sehari setelah festival memberi makan kera, masyarakat setempat mengganti pagar masjid,” ujar Kepala Bidang Pariwisata Dinporabudpar Banyumas, Saptono. Dia mengatakan, dari hasil evaluasi tahun lalu, penyelenggaraan pawai dan pentas kesenian digelar lebih siang. Tujuannya agar jam biologis 300 ekor kera bertepatan dengan prosesi menyuguhkan makanan.


Soal Kemasan, Dinporabudpar Lakukan Perubahan
Festival Rewandha Bojana


Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Kabupaten Banyumas melakukan sejumlah perubahan kemasan acara.
Di antaranya penyajian tumpeng buah yang disesuaikan dengan selera kera ekor panjang yang tinggal di hutan komplek Masjid Saka Tunggal, Desa Cikakak, Kecamatan Wangon.
“Kalau melihat beberapa foto penyelenggaraan festival kera di Thailand, tempat sajian tumpeng buah berada di lokasi yang terisolasi.
Sehingga pengunjung tidak ada yang masuk untuk mengambil buah yang sebenarnya menjadi makanan kera,” kata Kepala Bidang Pariwisata Dinporabudpar Banyumas, Saptono, kemarin.
Dia menjelaskan, buah disediakan oleh masyarakat dari 12 desa pada ajang dengan ikon memberi makan kera ini. Gunungan (igir) buah diarak dari lapangan Masjid Saka Tunggal menuju ke komplek makam untuk diperebutkan para kera ekor panjang.
Selain itu ada Tumpeng Ageng dari Pemkab Banyumas yang diletakkan di tengah sebagai sajian khusus. Dari hasil evaluasi dua kali penyelenggaraan sebelumnya, Igir Buah justru menjadi rebutan pengunjung, bukan para kera.
“Lokasinya nanti diberi pembatas agar tidak ada pengunjung yang mendekat. Rombongan musik kentongan juga tidak boleh masuk area Masjid,” tambahnya. Selain suguhan ini, panitia juga menyiapkan pementasan tari kreasi.
Rencananya tari yang diberi tajuk “Lengger Kethek” ini dipentaskan sebelum perhelatan dimulai. “Koreografinya masih dibahas khusus untuk Rewandha Bojana. Karena harus sesuai tema,” ujar Ambar Purwito, koreografer tari. 
sumber Suara Merdeka

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rencana Jalan TOL Pejagan /Tegal - Wangon - Cilacap Dalam Tahap Penyusunan FS

Up date info :  Ternyata info terbaru diusulkan bukan dari Tegal tapi dari Pejagan, Yaitu Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap dan Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap


Peta Usulan Program Bina Marga Antar WPS Brebes-Cilacap

 Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap



update info berita ini Minggu 12 Feb 2017, 10:59 WIB Tegal Cilacap Bakal Terbangun Jalan TolDana Aditiasari - detikFinance Sisi Selatan Pulau Jawa bakal kehadiran proyek jalan tol, salah satunya adalah proyek jalan tol Tegal-Cilacap. Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zuna.
"Itu kan tol prakarsa, artinya usulan dari pihak swasta. Usulannya sudah masuk ke kami, mudah-mudahan bisa lelang tahun ini," kata dia dihubungi detikFinance, Minggu (12/2/2017).
Jalan tol ini, kata Herry, diprakarsai oleh BUMN jalan tol, PT Jasamarga (Persero). Jalan tol ini bakal menjadi alternati…

Rencana Jalan TOL Ajibarang Wangon

Dalam perkembangannya rencana pembangunan jalan Tol Ajibarang Wangon terakomodasi dengan disetujuinya Rencana Jalan Tol Tegal Cilacap yang aksesnya dipastikan melewati kota kota ini.

Berdasarkan RTRW Jateng 2009-2029, Kabupaten Banyumas akan dilalui jalan tol Tegal-Cilacap. Rutenya dimulai dari Tegal-Prupuk-Bumiayu-Ajibarang-Wangon-Cilacap. Sedangkan untuk Kabupaten Cilacap akna dilalui Jalan tol Cilacap-Yogyakarta, rutenya dimulai dari Cilacap-Buntu-Sumpiuh-Kebumen-Purworejo-Kulon Progo, Yogyakarta.
Meskipun tidak melewati Kota Purwokerto, tapi dengan akses yang memadai terutama ke Wangon yang menurut informasi menjadi lokasi TOL Gate , maka tetap berperan signifikan terhadap mobilitas dari Purwokerto ke luar daerah. 
Ini adalah konsekuensi sebuah perkembangan dimana dampak dibukanya TOl Cipali tenyata semakin membuat kawasan Banyumas padat. bahkan yang menjadi pelajaran bersama adalah kasus rusaknya jembatan Comal Pemalang beberapa tahun lalu, mengakibatkan kemacetan parah di Jalur…

Objek Wisata Karang Penginyongan Karangtengah Cilongok

update info






GRAFIKA GROUP KEMBANGKAN WISATA DI KARANG PENGINYONGAN
KAWASAN WISATA KARANG PENGINYONGAN CIPENDOK
LAUTAN BUNGA DI TAMAN PENGINYONGAN
TITIAN KASIH KE PUNTUK ASMARA



[Suara Banyumas] Kawasan Objek Wisata Karang Penginyongan di Desa Karangtengah, Kecamatan Cilongok, Banyumas, bakal dikembangkan menjadi destinasi wisata dan budaya yang terintegrasi. Tujuannya menarik wisatawan untuk mengunjungi wilayah Banyumas bagian barat. Hal itu diungkapkan budayawan Ahmad Tohari dalam Sosialisasi Pengembangan Taman Wisata dan Budaya Karang Panginyongan, Minggu (17/1). Dia mengatakan, Karang Penginyongan ini diarahkan untuk menjadi kawasan wisata edukatif. Arahnya untuk membentuk karakter kepribadian pengunjungnya. ”Banyumas membutuhkan destinasi wisata dengan konsep yang baru, tidak hanya untuk objek wisata massal. Selain itu, sudah waktunya kantongkantong kebudayaan disiapkan untuk menarik wisatawan. Banyumas butuh usaha pariwisata berbasis alam dan juga pemikiran untuk p…