Entri yang Diunggulkan

Info Tentang Blog Banyumas Corner

saya mencoba mendeskripsikan sebuah ungkapan yang berasal dari bahasa populer saat ini yaitu ungkapan Menduniakan Banyumas dan Memb...

Rabu, 19 April 2017

Kalibagor Rencanakan Pengembangan Wisata Embung

 Desa Kalibagor, Kecamatan Kalibagor, saat ini merencanakan pengembangan objek wisata embung. Wisata embung ini diharapkan dapat sinergi dengan pengembangan wisata buah kelengkeng sebagai ikon Desa Kalibagor. Perangkat Desa Kalibagor, Sumanto mengatakan, sebagai tempat penampungan air hujan, embung dibutuhkan untuk pengairan pertanian termasuk perkebunan kelengkeng.
Untuk pembangunan embung ini, Kalibagor telah mendapatkan bantuan keuangan khusus dari Pemprov Jawa Tengah sebesar Rp 500 juta dan dari Pemkab Banyumas sebesar Rp 100 juta. ”Untuk embung mini berukuran lebar 40 meter dan panjang 90 meter dengan kedalaman 2 meter.
Selain itu, program Sentra Pemberdayaan Tani mendapat dukungan dari program Corporate Social Responsibility (CSR) Bank Jateng sebesar Rp 1 miliar,” jelasnya. Adapun luas perkebunan kelengkeng di Desa Kalibagor, kata Sumanto sekitar 17 hektare. Sebanyak 3.500 pohon buah kelengkeng di lahan tersebut sudah mulai berbuah dan panen perdana pada awal 2016 silam. Untuk kelompok perkebunan kelengkeng saat ini ada 30 anggota kelompok tani desa Kelibagor.
Kelengkeng Itoh
”Mereka sudah diikutkan pendidikan dan pelatihan di Semarang untuk belajar mengelola tanaman kelengkeng. Jenis buah kelengkeng yang ditanam merupakan jenis kelengkeng itoh. Memiliki jenis buah kelengkeng yang bagus karena kulit tipis, buahnya berisi tebal dan bijinya kecil,” jelasnya.
Kepala Desa Kalibagor, Tjiptadi mengatakan, nantinya jika sudah dibuka, wisata embung akan dijadikan sebagai taman edukasi untuk para pengunjung. Taman edukasi ini tentang pembelajaran cara menanan tanaman, buah-buahan, mencangkok, stek tumbuhan dan masih banyak pembelajaran lainnya.
”Harapannya, di dalam objek wisata para pengunjung akan dikenalkan potensi desa lainnya yang berada di desa Kalibagor seperti, kerajinan payung, stik es krim, stik nugget, stiik jelly atau agar, stik drumb band, tongkat pramuka, papan karambol, tusuk sate/sujen, dan taman mini Kalibagor,” jelasnya.
Tjiptadi berharap, berbagai rencana pengembangan wisata buah kelengkeng sekaligus embung ini bisa terealisasi. Dengan jejaring desa termasuk Gerakan Desa Membangun, Kalibagor juga memanfaatkan jejaring sosial di dunia maya untuk promosi produk unggulan Kalibagor ini.
”Hal ini penting agar cita-cita Kalibagor menjadi desa agrowisata kelengkeng di Kabupaten Banyumas yang berlokasi di Grumbul Songgom ini bisa terealisasi,” jelasnya.
sumber suara merdeka

Tidak ada komentar:

Posting Komentar