Langsung ke konten utama

Festival Rewandha Bojana 2017 Meriah

Ratusan Kera Berebut Tumpeng Buah

img-20170424-wa0003.jpg

img-20170424-wa0001.jpg

img-20170424-wa0002.jpg



Ratusan kera ekor panjang (Macaca fascicularis) penghuni hutan Desa Cikakak, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas, berebut sejumlah gunungan sayur dan buah dalam Festival Rewandha Bojana, Minggu (23/4).
Rebutan tumpeng Igir Buah itu menjadi tontonan menarik pada ajang yang digelar di kawasan wisata religi Masjid Saka Tunggal Desa Cikakak. Sebelum disajikan di sekitar taman masjid, tumpeng buah diarak oleh masyarakat dari 12 desa di Kecamatan Wangon, pelaku wisata, dan kalangan pengusaha.
Sementara di lapangan parkir, sejumlah hiburan seni tradisi dipentaskan menjadi suguhan untuk pengunjung. Kepala Desa Cikakak Suyitno mengatakan, kegiatan memberi makan kera yang dipusatkan di masjid tertua di Banyumas menjadi atraksi bagi wisatawan yang berkunjung.
Jadi, kawasan tersebut tidak hanya dikenal sebagai objek wisata religi. ”Dari festival ini diharapkan wisatawan tidak hanya mengenal Masjid Saka Tunggal sebagai objek wisata religi, tapi juga mengenal atraksi wisata memberi makan kera,” ujarnya.
Warisan Pendiri Masjid
Pada hari biasa, kata dia, para peziarah yang datang menyempatkan diri untuk memberi makan kera. Menurut kepercayaan warga setempat, monyet-monyet ini merupakan warisan pendiri Masjid Saka Tunggal.
Meskipun liar, ratusan kera ekor panjang ini tidak pernah beranjak dari sekitar kompleks masjid. Salah satu pengunjung, Budi Subarkah, mengatakan, sebenarnya acara tersebut cukup unik. Namun sayangnya masih banyak pengunjung yang ikut menikmati buah yang disajikan untuk kera.
”Walau sudah diberi pembatas, tetap saja ada pengunjung yang masuk dan mengambil makanan kera,” katanya. Dia mengatakan, seharusnya pagar pembatas tidak terlalu jauh dari lokasi tumpeng buah, sehingga masyarakat bisa melihat kera-kera berebut makanan yang menjadi atraksi event tersebut.
Sementara itu, Kepala Bidang Pariwisata Dinas Pemuda Olahraga Budaya dan Pariwisata Banyumas Saptono mengatakan, event ini mengenalkan ikon Gunungan (igir) buah yang menjadi makanan para kera. Festival kali ini terbilang cukup sukses.
Pasalnya, animo pengunjung cukup tinggi. ”Tadi banyak pehobi foto yang datang untuk memotret. Tahun depan kita evaluasi lagi agar lebih rapi dan meriah,” kata dia. 
sumber suara merdeka

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rencana Jalan TOL Pejagan /Tegal - Wangon - Cilacap Dalam Tahap Penyusunan FS

Up date info :  Ternyata info terbaru diusulkan bukan dari Tegal tapi dari Pejagan, Yaitu Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap dan Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap


Peta Usulan Program Bina Marga Antar WPS Brebes-Cilacap

 Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap



update info berita ini Minggu 12 Feb 2017, 10:59 WIB Tegal Cilacap Bakal Terbangun Jalan TolDana Aditiasari - detikFinance Sisi Selatan Pulau Jawa bakal kehadiran proyek jalan tol, salah satunya adalah proyek jalan tol Tegal-Cilacap. Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zuna.
"Itu kan tol prakarsa, artinya usulan dari pihak swasta. Usulannya sudah masuk ke kami, mudah-mudahan bisa lelang tahun ini," kata dia dihubungi detikFinance, Minggu (12/2/2017).
Jalan tol ini, kata Herry, diprakarsai oleh BUMN jalan tol, PT Jasamarga (Persero). Jalan tol ini bakal menjadi alternati…

Rencana Jalan TOL Ajibarang Wangon

Dalam perkembangannya rencana pembangunan jalan Tol Ajibarang Wangon terakomodasi dengan disetujuinya Rencana Jalan Tol Tegal Cilacap yang aksesnya dipastikan melewati kota kota ini.

Berdasarkan RTRW Jateng 2009-2029, Kabupaten Banyumas akan dilalui jalan tol Tegal-Cilacap. Rutenya dimulai dari Tegal-Prupuk-Bumiayu-Ajibarang-Wangon-Cilacap. Sedangkan untuk Kabupaten Cilacap akna dilalui Jalan tol Cilacap-Yogyakarta, rutenya dimulai dari Cilacap-Buntu-Sumpiuh-Kebumen-Purworejo-Kulon Progo, Yogyakarta.
Meskipun tidak melewati Kota Purwokerto, tapi dengan akses yang memadai terutama ke Wangon yang menurut informasi menjadi lokasi TOL Gate , maka tetap berperan signifikan terhadap mobilitas dari Purwokerto ke luar daerah. 
Ini adalah konsekuensi sebuah perkembangan dimana dampak dibukanya TOl Cipali tenyata semakin membuat kawasan Banyumas padat. bahkan yang menjadi pelajaran bersama adalah kasus rusaknya jembatan Comal Pemalang beberapa tahun lalu, mengakibatkan kemacetan parah di Jalur…

Objek Wisata Karang Penginyongan Karangtengah Cilongok

update info






GRAFIKA GROUP KEMBANGKAN WISATA DI KARANG PENGINYONGAN
KAWASAN WISATA KARANG PENGINYONGAN CIPENDOK
LAUTAN BUNGA DI TAMAN PENGINYONGAN
TITIAN KASIH KE PUNTUK ASMARA



[Suara Banyumas] Kawasan Objek Wisata Karang Penginyongan di Desa Karangtengah, Kecamatan Cilongok, Banyumas, bakal dikembangkan menjadi destinasi wisata dan budaya yang terintegrasi. Tujuannya menarik wisatawan untuk mengunjungi wilayah Banyumas bagian barat. Hal itu diungkapkan budayawan Ahmad Tohari dalam Sosialisasi Pengembangan Taman Wisata dan Budaya Karang Panginyongan, Minggu (17/1). Dia mengatakan, Karang Penginyongan ini diarahkan untuk menjadi kawasan wisata edukatif. Arahnya untuk membentuk karakter kepribadian pengunjungnya. ”Banyumas membutuhkan destinasi wisata dengan konsep yang baru, tidak hanya untuk objek wisata massal. Selain itu, sudah waktunya kantongkantong kebudayaan disiapkan untuk menarik wisatawan. Banyumas butuh usaha pariwisata berbasis alam dan juga pemikiran untuk p…