Langsung ke konten utama

Wisata Minat Khusus Mulai Dilirik

Sejumlah provider dan objek wisata di Banyumas mulai melirik wisata minat khusus sebagai aktivitas alternatif. Pasalnya, kegiatan seperti outbound, petualangan dan jelajah alam cukup potensial dikembangkan.
Pelaku wisata, Yuni Hartono mengatakan, dari sekitar tujuh genre wisata minat khusus di Banyumas, lima di antaranya berkembangan pesat. Seperti wisata alam, olahraga dan hiburan, kuliner, belanja hingga sejarah. “Di Baturraden, arena outbound, permainan dan petualangan seperti treking, tree track baik provider maupun objek wisatanya sudah cukup banyak.
Hanya saja untuk wisata sejarah, belum ada pelaku wisata yang berani menggarap. Hanya sebagian kecil dari biro perjalanan yang mau melirik,” kata dia, kemarin. Kawasan Kota Lama Banyumas, sambung Yuni, merupakan salah satu titik wisata sejarah yang potensial. Wisatawan bisa diajak melihat-lihat arsitektur peninggalan masa Belanda, Islam dan Tionghoa.
Selain itu, di kawasan ini juga terdapat industri rumahan makanan nopia dan batik. Tahun 2013 lalu, paket bernama ”Mbolang in Banyumas” ini pernah diresmikan oleh Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Kabupaten Banyumas sebagai paket andalan.
Wisata Sejarah
“Tapi sekarang tidak jelas apakah paket tersebut masih berjalan atau tidak,” ujarnya. Yuni menambahkan, potensi wisata sejarah yang lain, seperti Museum Pangsar Soedirman dan Masjid Saka Tunggal juga belum digarap. Keduanya merupakan objek yang dikelola oleh Pemkab Banyumas.
Sementara itu, pelaku dan praktisi pariwisata, Bilwan Feriyanto mengemukakan, tren kunjungan wisatawan dalam dua tahun belakangan ini bergeser ke arah wisata alternatif. Pengunjung tidak lagi berlibur dalam grup atau kelompok dalam jumlah banyak. “Pada 2017 tren wisata minat khusus masih meningkat. Tetapi, wisata massal belum kehilangan pasarnya di kalangan wisatawan nusantara,” kata dia.
Menurut Bilwan hal itu disebabkan karena wisatawan cenderung mencari objek atau destinasi baru yang belum dikunjungi. Biasanya para pelakunya adalah traveler atau penulis perjalanan wisata.
sumber Suara Merdeka

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rencana Jalan TOL Pejagan /Tegal - Wangon - Cilacap Dalam Tahap Penyusunan FS

Up date info :  Ternyata info terbaru diusulkan bukan dari Tegal tapi dari Pejagan, Yaitu Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap dan Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap


Peta Usulan Program Bina Marga Antar WPS Brebes-Cilacap

 Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap



update info berita ini Minggu 12 Feb 2017, 10:59 WIB Tegal Cilacap Bakal Terbangun Jalan TolDana Aditiasari - detikFinance Sisi Selatan Pulau Jawa bakal kehadiran proyek jalan tol, salah satunya adalah proyek jalan tol Tegal-Cilacap. Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zuna.
"Itu kan tol prakarsa, artinya usulan dari pihak swasta. Usulannya sudah masuk ke kami, mudah-mudahan bisa lelang tahun ini," kata dia dihubungi detikFinance, Minggu (12/2/2017).
Jalan tol ini, kata Herry, diprakarsai oleh BUMN jalan tol, PT Jasamarga (Persero). Jalan tol ini bakal menjadi alternati…

Rencana Jalan TOL Ajibarang Wangon

Dalam perkembangannya rencana pembangunan jalan Tol Ajibarang Wangon terakomodasi dengan disetujuinya Rencana Jalan Tol Tegal Cilacap yang aksesnya dipastikan melewati kota kota ini.

Berdasarkan RTRW Jateng 2009-2029, Kabupaten Banyumas akan dilalui jalan tol Tegal-Cilacap. Rutenya dimulai dari Tegal-Prupuk-Bumiayu-Ajibarang-Wangon-Cilacap. Sedangkan untuk Kabupaten Cilacap akna dilalui Jalan tol Cilacap-Yogyakarta, rutenya dimulai dari Cilacap-Buntu-Sumpiuh-Kebumen-Purworejo-Kulon Progo, Yogyakarta.
Meskipun tidak melewati Kota Purwokerto, tapi dengan akses yang memadai terutama ke Wangon yang menurut informasi menjadi lokasi TOL Gate , maka tetap berperan signifikan terhadap mobilitas dari Purwokerto ke luar daerah. 
Ini adalah konsekuensi sebuah perkembangan dimana dampak dibukanya TOl Cipali tenyata semakin membuat kawasan Banyumas padat. bahkan yang menjadi pelajaran bersama adalah kasus rusaknya jembatan Comal Pemalang beberapa tahun lalu, mengakibatkan kemacetan parah di Jalur…

JNE Resmikan Wangon Gateway

Tingkatkan Kecepatan Layanan JNE Resmikan Wangon Gateway
Salah satu perusahaan jasa pengiriman ekspres dan logistik nasional, JNE terus memperkuat berbagai sektor salah satunya infrastruktur dan jaringan. Selain di Bandung, telah mengoperasikan Jakarta Gateway, Surabaya Gateway dan Wangon Gateway. Perluasan infrastruktur pun tidak hanya di Pulau Jawa, tapi juga dilakukan di JNE Medan dan Kantor Perwakilan baru JNE di Batam. Selanjutnya Gateway Makasar .

Peresmian JNE Gateway Wangon (Foto : Edi Romadhon)

















:  Demi meningkatkan kecepatan layanan pengiriman bagi customer, JNE melakukan penambahan infrastruktur. Realisasi dari penambahan infrastruktur tersebut adalah pembangunan Wangon Gateway yang berlokasi Jl Raya Klapagading Rt 04 Rw 08 Kecamatan Wangon Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.
Mohammad Feriadi, selaku Presiden Direktur JNE, dalam sambutannya menyampaikan, setelah peluncuran 7 produk di bulan Februari 2016 yang lalu, pembukaan Gateway Wangon merupakan salah satu wujud pengembangan i…