Entri yang Diunggulkan

Penataan Kota Kecamatan Wangon & Kemungkinan Perluasan Urban

Wangon adalah sebuah kota kecamatan yang lokasinya cukup strategis karena menjadi persilangan jalur utama lalu lintas di jalur selatan...

Jumat, 17 Maret 2017

Ajibarang Car Free Day Tahapan Menuju Fungsi Kota

Ajibarang Rencanakan Hari Bebas Kendaraan Bermotor

Pemerintah Kecamatan Ajibarang bersama masyarakat bermusyawarah untuk merealisasikan gagasan Ajibarang Car Free Day (Hari Bebas Kendaraan Bermotor) di jalur protokol Ajibarang. Rencananya kegiatan tersebut akan diujicobakan mulai Minggu (2/4).
Camat Ajibarang, Eko Heru Surono mengatakan gagasan hari bebas kendaraan bermotor tersebut berasal dari masyarakat. Terkait hal itulah musyarawah dan pembahasan persiapan realisasi kegiatan tersebut dilaksanakan di Pendapa Kecamatan Ajibarang, Kamis (16/3).
”Maksud dan tujuan kegiatan ini antara lain untu memasyarakatkan olahraga dan mengolahragakan masyaraat, pemberdayaan ekonomi, pasar kerakyatan, even pariwisata, pemeliharaan lingkungan, kesehatan, peduli keselamatan berkendara, lintas silaturahmi dan orasi budaya,” katanya.
Dijelas Eko Heru, kegiatan hari bebas kendaraan bermotor ini rencananya akan dilaksanakan dengan jalur nasional sepanjang 760 meter. Adapun jalur kegiatan ini dimulai dari pertigaan Taman Kota sampai dengan SPBU Ajibarang.
Adapun di sekitar lokasi tersebut juga akan ditutup sebanyak 13 gang atau lintasan perempatan. ”Ini akan menjadi tempat aktivitas warga khususnya berbagai komunitas mulai dari aktivis senam, olahraga, ingga bisa menjadi ajang pasar kaget atau pasar bagi usaha mikro kecil menengah. Adapun kegiatan ini juga didukung oleh masyarakat, karangtaruna, pelajar dan berbagai pihak lainnya,” jelasnya.
Wakapolsek Ajibarang, Iptu Mujono mengimbau kepada pihak terkait yang akan melaksanakan kegiatan hari bebas kendaraan bermotor ini dilakukan sesuai prosedur yang berlaku. Untuk menyukseskan kegiatan ini maka kerjasama dan kerja keras semua pihak. Apalagi kegiatan ini akan melibatkan banyak pihak. Makanya harus diadakan persiapan yang matang dan dari awal harus diantisipasi sejak awal terutama persoalan penggunaan jalan.
Lorong-lorong jalan atau jalan tikus yang harus ditutup untuk menyukseskan hari bebas kendaraan ini harus didukung oleh masyarakat. ”Kami pada intinya mendukung adanya rencana ini, namun demikian perlu dipersiapkan secara matang. Masyarakat harus disosialisasikan lebih awal terutama dalam persiapan personel petugas.
Kami berharap seluruh pihak dapat dilibatkan untuk menyukseskan kegiatan ini agar lebih kondusif,” ujarnya. Tokoh masyarakat Ajibarang, Wanto Tirta, mengatakan hari bebas kendaraan bermotor itu tak hanya soal hari untuk olahraga dan ekonomi, tetapi juga merupakan even budaya masyarakat. 
Sumber Suara Merdeka

Tidak ada komentar:

Posting Komentar