Entri yang Diunggulkan

Info Tentang Blog Banyumas Corner

saya mencoba mendeskripsikan sebuah ungkapan yang berasal dari bahasa populer saat ini yaitu ungkapan Menduniakan Banyumas dan Memb...

Selasa, 07 Maret 2017

Museum Wayang Potensial Dijadikan Pusat Kajian Budaya

Museum Wayang ”Sendang Mas” sangat potensial dijadikan Pusat Kajian Wayang dan Budaya Banyumasan. Untuk pengelolaannya, Pemkab Banyumas bisa belajar ke Museum Wayang di Kabupaten Wonogiri.
Pengamat wisata Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Drs Chusmeru MSi mengatakan, selama ini pengelola Museum Wayang, Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan Pariwisata (Dinporabudpar) Kabupaten Banyumas hanya menyuguhkan bentuk atau gambar wayang yang tidak interaktif. Interaksi dengan pengunjung terjadi hanya ketika ada pementasan dengan melibatkan seperangkat alat musik gamelan.
”Wisata modern saat ini yang dibutuhkan adalah pengalaman. Museum wayang itu harus hidup dan ”berbicara” kepada pengunjung. Saat pengunjung datang, ada sesuatu yang ditonton, dipelajari, dan dihayati, sehingga ketika keluar dari museum, pengunjung merasa terhibur, memperoleh pengetahuan dan merasa bangga sebagai bangsa Indonesia. Kalau hanya memajang wayang dan gamelan, ya jadi kusam,” ujarnya kepada Suara Merdeka, Senin (6/3).
Menurut dia, khusus untuk kajian, pengelola bisa membuat agenda rutin, seperti diskusi atau sarasehan tentang wayang, praktik pementasan, dan pagelaran. Itu bisa dilakukan dengan melibatkan tokoh dalang dan pemerhati dunia pewayangan. Chusmeru menambahkan, penambahan sarana multimedia tidak mutlak dilakukan. Terpenting adalah adanya interaksi antarpengunjung.
”Kuncinya di pemandu wisatanya. Perlu juga dibuat cendera mata khusus pengunjung Museum Wayang,” tambahnya. Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Banyumas. Deskart Sotyo Jatmiko, mengungkapkan, museum tersebut bakal ditata ulang tahun ini. Bangunan utama akan diperluas agar lebih muat untuk pengunjung.
”Ada keinginan untuk menambah arsip-arsip sejarah dan budaya Banyumas. Tapi masih dalam proses,” ujar Deskart. Dia menambahkan, terkait kegiatan rutin, saat ini bidang kebudayaan Dinporabudpar Banyumas hanya memiliki agenda pentas ”Rongpuluhan” yang digelar sebulan sekali. Apabila memungkinkan, durasi pentas akan ditambah.
sumber suara merdeka

Tidak ada komentar:

Posting Komentar