Langsung ke konten utama

Museum Wayang Potensial Dijadikan Pusat Kajian Budaya

Museum Wayang ”Sendang Mas” sangat potensial dijadikan Pusat Kajian Wayang dan Budaya Banyumasan. Untuk pengelolaannya, Pemkab Banyumas bisa belajar ke Museum Wayang di Kabupaten Wonogiri.
Pengamat wisata Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Drs Chusmeru MSi mengatakan, selama ini pengelola Museum Wayang, Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan Pariwisata (Dinporabudpar) Kabupaten Banyumas hanya menyuguhkan bentuk atau gambar wayang yang tidak interaktif. Interaksi dengan pengunjung terjadi hanya ketika ada pementasan dengan melibatkan seperangkat alat musik gamelan.
”Wisata modern saat ini yang dibutuhkan adalah pengalaman. Museum wayang itu harus hidup dan ”berbicara” kepada pengunjung. Saat pengunjung datang, ada sesuatu yang ditonton, dipelajari, dan dihayati, sehingga ketika keluar dari museum, pengunjung merasa terhibur, memperoleh pengetahuan dan merasa bangga sebagai bangsa Indonesia. Kalau hanya memajang wayang dan gamelan, ya jadi kusam,” ujarnya kepada Suara Merdeka, Senin (6/3).
Menurut dia, khusus untuk kajian, pengelola bisa membuat agenda rutin, seperti diskusi atau sarasehan tentang wayang, praktik pementasan, dan pagelaran. Itu bisa dilakukan dengan melibatkan tokoh dalang dan pemerhati dunia pewayangan. Chusmeru menambahkan, penambahan sarana multimedia tidak mutlak dilakukan. Terpenting adalah adanya interaksi antarpengunjung.
”Kuncinya di pemandu wisatanya. Perlu juga dibuat cendera mata khusus pengunjung Museum Wayang,” tambahnya. Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Banyumas. Deskart Sotyo Jatmiko, mengungkapkan, museum tersebut bakal ditata ulang tahun ini. Bangunan utama akan diperluas agar lebih muat untuk pengunjung.
”Ada keinginan untuk menambah arsip-arsip sejarah dan budaya Banyumas. Tapi masih dalam proses,” ujar Deskart. Dia menambahkan, terkait kegiatan rutin, saat ini bidang kebudayaan Dinporabudpar Banyumas hanya memiliki agenda pentas ”Rongpuluhan” yang digelar sebulan sekali. Apabila memungkinkan, durasi pentas akan ditambah.
sumber suara merdeka

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rencana Jalan TOL Pejagan /Tegal - Wangon - Cilacap Dalam Tahap Penyusunan FS

Up date info :  Ternyata info terbaru diusulkan bukan dari Tegal tapi dari Pejagan, Yaitu Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap dan Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap


Peta Usulan Program Bina Marga Antar WPS Brebes-Cilacap

 Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap



update info berita ini Minggu 12 Feb 2017, 10:59 WIB Tegal Cilacap Bakal Terbangun Jalan TolDana Aditiasari - detikFinance Sisi Selatan Pulau Jawa bakal kehadiran proyek jalan tol, salah satunya adalah proyek jalan tol Tegal-Cilacap. Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zuna.
"Itu kan tol prakarsa, artinya usulan dari pihak swasta. Usulannya sudah masuk ke kami, mudah-mudahan bisa lelang tahun ini," kata dia dihubungi detikFinance, Minggu (12/2/2017).
Jalan tol ini, kata Herry, diprakarsai oleh BUMN jalan tol, PT Jasamarga (Persero). Jalan tol ini bakal menjadi alternati…

Rencana Jalan TOL Ajibarang Wangon

Dalam perkembangannya rencana pembangunan jalan Tol Ajibarang Wangon terakomodasi dengan disetujuinya Rencana Jalan Tol Tegal Cilacap yang aksesnya dipastikan melewati kota kota ini.

Berdasarkan RTRW Jateng 2009-2029, Kabupaten Banyumas akan dilalui jalan tol Tegal-Cilacap. Rutenya dimulai dari Tegal-Prupuk-Bumiayu-Ajibarang-Wangon-Cilacap. Sedangkan untuk Kabupaten Cilacap akna dilalui Jalan tol Cilacap-Yogyakarta, rutenya dimulai dari Cilacap-Buntu-Sumpiuh-Kebumen-Purworejo-Kulon Progo, Yogyakarta.
Meskipun tidak melewati Kota Purwokerto, tapi dengan akses yang memadai terutama ke Wangon yang menurut informasi menjadi lokasi TOL Gate , maka tetap berperan signifikan terhadap mobilitas dari Purwokerto ke luar daerah. 
Ini adalah konsekuensi sebuah perkembangan dimana dampak dibukanya TOl Cipali tenyata semakin membuat kawasan Banyumas padat. bahkan yang menjadi pelajaran bersama adalah kasus rusaknya jembatan Comal Pemalang beberapa tahun lalu, mengakibatkan kemacetan parah di Jalur…

JNE Resmikan Wangon Gateway

Tingkatkan Kecepatan Layanan JNE Resmikan Wangon Gateway
Salah satu perusahaan jasa pengiriman ekspres dan logistik nasional, JNE terus memperkuat berbagai sektor salah satunya infrastruktur dan jaringan. Selain di Bandung, telah mengoperasikan Jakarta Gateway, Surabaya Gateway dan Wangon Gateway. Perluasan infrastruktur pun tidak hanya di Pulau Jawa, tapi juga dilakukan di JNE Medan dan Kantor Perwakilan baru JNE di Batam. Selanjutnya Gateway Makasar .

Peresmian JNE Gateway Wangon (Foto : Edi Romadhon)

















:  Demi meningkatkan kecepatan layanan pengiriman bagi customer, JNE melakukan penambahan infrastruktur. Realisasi dari penambahan infrastruktur tersebut adalah pembangunan Wangon Gateway yang berlokasi Jl Raya Klapagading Rt 04 Rw 08 Kecamatan Wangon Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.
Mohammad Feriadi, selaku Presiden Direktur JNE, dalam sambutannya menyampaikan, setelah peluncuran 7 produk di bulan Februari 2016 yang lalu, pembukaan Gateway Wangon merupakan salah satu wujud pengembangan i…