Langsung ke konten utama

Rencana Penambahan 2 RTH Baru di Purwokerto



Akan Dibangun Taman di Sekitar Lapangan Brobahan
Quote:
Tahun ini, area di sekitar Lapangan Brobahan Kelurahan Kranji, akan dibangun taman. Pembangunan itu menjadi salah satu upaya menambah ruang terbuka hijau (RTH) di Kabupaten Banyumas. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Kabupaten Banyumas Eko Prijanto mengatakan, pembangunan taman di sekitar Lapangan Brobahan, menelan anggaran sebesar Rp 1,450 miliar.

Alokasi anggaran tersebut berasal dari APBD 2017. “Kebetulan kita tahun lalu mendapat juara pertama perencanaan pembangunan terbaik se-Jawa Tengah dan mendapat penghargaan Pangripta Abipraya, serta mendapat anggara Rp 1 miliar. Alokasi anggaran itu diserahkan ke APBD, dan digunakan untuk pembangunan taman di sekitar Lapangan Brobahan,” jelasnya, kemarin.

Ia mengatakan, kendati dibuat taman, menurutnya fungsi lapangan di lokasi tersebut yakni sebagai sarana olahraga, khususnya sepak bola tetap akan dijaga. Taman menurutnya hanya akan dibangun di sekeliling lapangan. “Lapangan tetap, tapi nanti di sisinya akan ada taman,” ucapnya.

Dikatakan, pembangunan taman ini dilakukan untuk memenuhi target pengembangan RTH tahun 2013 – 2018 di Kabupaten Banyumas yang mencapai 15,8 % per satuan wilayah. Berdasarkan data yang dimiliki Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Kabupaten Banyumas pencapaian pengembangan RTH hingga 2015 lalu baru 11,83 % per satuan wilayah. “Capaian sampai dengan tahun 2016, saat ini masih dalam proses penghitungan,” kata dia. Sementara itu, warga Kelurahan Kranji Aris Munandar, sangat mendukung rencana pembangunan RTH di sekitar Lapangan Brobahan.

Terlebih, lanjutnya jika taman itu dilengkapi sarana permainan anak-anak, sehingga anak-anak memiliki tempat bermain yang aman. Namun demikian, ia mengingatkan setelah taman selesai dibangun, harus ada pihak yang mengelola taman tersebut.

Hal itu, kata dia penting, karena terkait dengan pemeliharaan taman seperti kebersihan, keamanan, maupun upaya menjaga kondisi taman itu. “Perlu ada pengelola, jangan sampai juga taman yang sudah dibuat, malah dijadikan tempat mesum atau pacaran, ini yang perlu diwaspadai,” ujarnya.


Pembangunan Tesda Kranji Butuh Rp 4 Miliar


Quote:
Penyelesaian pembangunan Taman Edukasi Sumber Daya Air (Tesda) Kranji diperkirakan membutuhkan anggaran sebesar Rp 4 miliar. Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Banyumas Irawadi, mengatakan kelanjutan pembangunan Tesda Kranji tahun ini akan dilakukan dengan pembangunan gedung, dan sarana lintasan joging.

Adapun untuk pembangunan di tahun ini, menurutnya telah disediakan anggaran sebesar Rp 1 miliar dari APBD Kabupaten Banyumas. “Pembangunan (Tesda Kranji) ada tahap berikutnya lagi, sebab untuk penyelesaian butuh (anggaran) sekitar Rp 4 miliar,” jelasnya, Kamis (2/3). Ia mengatakan, bila setiap tahun pembangunan Tesda Kranji mendapat alokasi Rp 1 miliar, kemungkinan pembangunan taman akan selesai dalam empat tahun.

Namun demikian, jika alokasi anggaran memungkinkan, ia berharap penyelesaian pembangunan Tesda Kranji dapat dipercepat. Lebih lanjut ia mengatakan, sejauh ini pihaknya masih melakukan persiapan lelang pembangunan Tesda Kranji.

Ia berharap pada awal Mei mendatang pekerjaan fisik pembangunannya, sudah mulai dikerjakan. Dari data yang dihimpun, Tesda Kranji akan dibangun pada lahan seluas lebih kurang 4.000 meter persegi. Taman tersebut dibangun di atas tanah milik Pemkab Banyumas, dan Pemprov Jawa Tengah.

Penggunaan lahan milik Pemprov Jawa Tengah, dilakukan dengan cara meminjam lahan. Sebelumnya diberitakan, taman edukasi tersebut diharapkan dapat menjadi media pembelajaran tentang pengelolaan sumber daya air. Pengelolaan tersebut meliputi pengetahuan tentang bendung, termasuk fungsi dari berbagai saluran irigasi yang ada di lokasi tersebut.

Sementara itu Anggota Dewan Sumber Daya Air Provinsi Jawa Tengah, Eddy Wahono mengatakan, keberadaan taman edukasi itu sangat penting sebagai salah satu contoh pengelolaan sumber daya air. Dengan demikian, menurutnya diharapkan masyarakat dapat bersama-sama mejaga sungai dengan baik. “Dalam hal ini, masyarakat tidak lagi membuang sampah di sungai,” ujarnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rencana Jalan TOL Pejagan /Tegal - Wangon - Cilacap Dalam Tahap Penyusunan FS

Up date info :  Ternyata info terbaru diusulkan bukan dari Tegal tapi dari Pejagan, Yaitu Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap dan Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap


Peta Usulan Program Bina Marga Antar WPS Brebes-Cilacap

 Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap



update info berita ini Minggu 12 Feb 2017, 10:59 WIB Tegal Cilacap Bakal Terbangun Jalan TolDana Aditiasari - detikFinance Sisi Selatan Pulau Jawa bakal kehadiran proyek jalan tol, salah satunya adalah proyek jalan tol Tegal-Cilacap. Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zuna.
"Itu kan tol prakarsa, artinya usulan dari pihak swasta. Usulannya sudah masuk ke kami, mudah-mudahan bisa lelang tahun ini," kata dia dihubungi detikFinance, Minggu (12/2/2017).
Jalan tol ini, kata Herry, diprakarsai oleh BUMN jalan tol, PT Jasamarga (Persero). Jalan tol ini bakal menjadi alternati…

Rencana Jalan TOL Ajibarang Wangon

Dalam perkembangannya rencana pembangunan jalan Tol Ajibarang Wangon terakomodasi dengan disetujuinya Rencana Jalan Tol Tegal Cilacap yang aksesnya dipastikan melewati kota kota ini.

Berdasarkan RTRW Jateng 2009-2029, Kabupaten Banyumas akan dilalui jalan tol Tegal-Cilacap. Rutenya dimulai dari Tegal-Prupuk-Bumiayu-Ajibarang-Wangon-Cilacap. Sedangkan untuk Kabupaten Cilacap akna dilalui Jalan tol Cilacap-Yogyakarta, rutenya dimulai dari Cilacap-Buntu-Sumpiuh-Kebumen-Purworejo-Kulon Progo, Yogyakarta.
Meskipun tidak melewati Kota Purwokerto, tapi dengan akses yang memadai terutama ke Wangon yang menurut informasi menjadi lokasi TOL Gate , maka tetap berperan signifikan terhadap mobilitas dari Purwokerto ke luar daerah. 
Ini adalah konsekuensi sebuah perkembangan dimana dampak dibukanya TOl Cipali tenyata semakin membuat kawasan Banyumas padat. bahkan yang menjadi pelajaran bersama adalah kasus rusaknya jembatan Comal Pemalang beberapa tahun lalu, mengakibatkan kemacetan parah di Jalur…

JNE Resmikan Wangon Gateway

Tingkatkan Kecepatan Layanan JNE Resmikan Wangon Gateway
Salah satu perusahaan jasa pengiriman ekspres dan logistik nasional, JNE terus memperkuat berbagai sektor salah satunya infrastruktur dan jaringan. Selain di Bandung, telah mengoperasikan Jakarta Gateway, Surabaya Gateway dan Wangon Gateway. Perluasan infrastruktur pun tidak hanya di Pulau Jawa, tapi juga dilakukan di JNE Medan dan Kantor Perwakilan baru JNE di Batam. Selanjutnya Gateway Makasar .

Peresmian JNE Gateway Wangon (Foto : Edi Romadhon)

















:  Demi meningkatkan kecepatan layanan pengiriman bagi customer, JNE melakukan penambahan infrastruktur. Realisasi dari penambahan infrastruktur tersebut adalah pembangunan Wangon Gateway yang berlokasi Jl Raya Klapagading Rt 04 Rw 08 Kecamatan Wangon Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.
Mohammad Feriadi, selaku Presiden Direktur JNE, dalam sambutannya menyampaikan, setelah peluncuran 7 produk di bulan Februari 2016 yang lalu, pembukaan Gateway Wangon merupakan salah satu wujud pengembangan i…