Entri yang Diunggulkan

Info Tentang Blog Banyumas Corner

saya mencoba mendeskripsikan sebuah ungkapan yang berasal dari bahasa populer saat ini yaitu ungkapan Menduniakan Banyumas dan Memb...

Jumat, 03 Maret 2017

Rencana Penambahan 2 RTH Baru di Purwokerto



Akan Dibangun Taman di Sekitar Lapangan Brobahan
Quote:
Tahun ini, area di sekitar Lapangan Brobahan Kelurahan Kranji, akan dibangun taman. Pembangunan itu menjadi salah satu upaya menambah ruang terbuka hijau (RTH) di Kabupaten Banyumas. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Kabupaten Banyumas Eko Prijanto mengatakan, pembangunan taman di sekitar Lapangan Brobahan, menelan anggaran sebesar Rp 1,450 miliar.

Alokasi anggaran tersebut berasal dari APBD 2017. “Kebetulan kita tahun lalu mendapat juara pertama perencanaan pembangunan terbaik se-Jawa Tengah dan mendapat penghargaan Pangripta Abipraya, serta mendapat anggara Rp 1 miliar. Alokasi anggaran itu diserahkan ke APBD, dan digunakan untuk pembangunan taman di sekitar Lapangan Brobahan,” jelasnya, kemarin.

Ia mengatakan, kendati dibuat taman, menurutnya fungsi lapangan di lokasi tersebut yakni sebagai sarana olahraga, khususnya sepak bola tetap akan dijaga. Taman menurutnya hanya akan dibangun di sekeliling lapangan. “Lapangan tetap, tapi nanti di sisinya akan ada taman,” ucapnya.

Dikatakan, pembangunan taman ini dilakukan untuk memenuhi target pengembangan RTH tahun 2013 – 2018 di Kabupaten Banyumas yang mencapai 15,8 % per satuan wilayah. Berdasarkan data yang dimiliki Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Kabupaten Banyumas pencapaian pengembangan RTH hingga 2015 lalu baru 11,83 % per satuan wilayah. “Capaian sampai dengan tahun 2016, saat ini masih dalam proses penghitungan,” kata dia. Sementara itu, warga Kelurahan Kranji Aris Munandar, sangat mendukung rencana pembangunan RTH di sekitar Lapangan Brobahan.

Terlebih, lanjutnya jika taman itu dilengkapi sarana permainan anak-anak, sehingga anak-anak memiliki tempat bermain yang aman. Namun demikian, ia mengingatkan setelah taman selesai dibangun, harus ada pihak yang mengelola taman tersebut.

Hal itu, kata dia penting, karena terkait dengan pemeliharaan taman seperti kebersihan, keamanan, maupun upaya menjaga kondisi taman itu. “Perlu ada pengelola, jangan sampai juga taman yang sudah dibuat, malah dijadikan tempat mesum atau pacaran, ini yang perlu diwaspadai,” ujarnya.


Pembangunan Tesda Kranji Butuh Rp 4 Miliar


Quote:
Penyelesaian pembangunan Taman Edukasi Sumber Daya Air (Tesda) Kranji diperkirakan membutuhkan anggaran sebesar Rp 4 miliar. Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Banyumas Irawadi, mengatakan kelanjutan pembangunan Tesda Kranji tahun ini akan dilakukan dengan pembangunan gedung, dan sarana lintasan joging.

Adapun untuk pembangunan di tahun ini, menurutnya telah disediakan anggaran sebesar Rp 1 miliar dari APBD Kabupaten Banyumas. “Pembangunan (Tesda Kranji) ada tahap berikutnya lagi, sebab untuk penyelesaian butuh (anggaran) sekitar Rp 4 miliar,” jelasnya, Kamis (2/3). Ia mengatakan, bila setiap tahun pembangunan Tesda Kranji mendapat alokasi Rp 1 miliar, kemungkinan pembangunan taman akan selesai dalam empat tahun.

Namun demikian, jika alokasi anggaran memungkinkan, ia berharap penyelesaian pembangunan Tesda Kranji dapat dipercepat. Lebih lanjut ia mengatakan, sejauh ini pihaknya masih melakukan persiapan lelang pembangunan Tesda Kranji.

Ia berharap pada awal Mei mendatang pekerjaan fisik pembangunannya, sudah mulai dikerjakan. Dari data yang dihimpun, Tesda Kranji akan dibangun pada lahan seluas lebih kurang 4.000 meter persegi. Taman tersebut dibangun di atas tanah milik Pemkab Banyumas, dan Pemprov Jawa Tengah.

Penggunaan lahan milik Pemprov Jawa Tengah, dilakukan dengan cara meminjam lahan. Sebelumnya diberitakan, taman edukasi tersebut diharapkan dapat menjadi media pembelajaran tentang pengelolaan sumber daya air. Pengelolaan tersebut meliputi pengetahuan tentang bendung, termasuk fungsi dari berbagai saluran irigasi yang ada di lokasi tersebut.

Sementara itu Anggota Dewan Sumber Daya Air Provinsi Jawa Tengah, Eddy Wahono mengatakan, keberadaan taman edukasi itu sangat penting sebagai salah satu contoh pengelolaan sumber daya air. Dengan demikian, menurutnya diharapkan masyarakat dapat bersama-sama mejaga sungai dengan baik. “Dalam hal ini, masyarakat tidak lagi membuang sampah di sungai,” ujarnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar