Langsung ke konten utama

Pengembangan Wisata Serayu Terganjal Perizinan

Pengembangan Wisata Serayu Jalan di Tempat

Quote:
Wacana pengembangan wisata air Serayu River Voyage sampai saat ini jalan di tempat. Pengembangan wisata yang digagas Pemkab sejak 2007 lalu itu masih terkendala perizinan.

Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Banyumas, Didi Rudwiyanto, mengatakan wacana pengembangan wisata air yang digadang-gadang menjadi salah satu objek wisata unggulan itu belum dapat terealisasi. “Kami punya program untuk mengembangankan potensi di aliran Sungai Serayu.

Tidak hanya untuk pengembangan perikanan dan penambangan, tapi juga untuk pariwisata. Namun sampai saat ini izinnya belum keluar,” katanya, kemarin.

Salah satu yang menjadi ganjalan ialah izin penggunaan tanah milik negara untuk pembuatan dermaga. Menurut rencana Pemkab akan membuat beberapa dermaga di sepanjang alir Sungai Serayu, yang melintasi Kecamatan Somagede, Patikraja dan Kebasen. “Kami rencananya membangun dermaga di Somagede, Banyumas dan Patikraja.

Dermaga itu akan dibangun di tanah milik negara. Rencana pembangunan itu belum dapat dilaksanakan karena belum ada izinnya,” jelas dia. Dia berharap wacana pengembangan wisata air itu dapat segera teralisasi. Menurut dia pengembangan wisata itu dapat menekan potensi kerusakan aliran Sungai Serayu akibat aktivitas penambangan liar.

“Dengan pengembangan Serayu River Voyage, diharapkan penambang liar yang biasa beroperasi di Sungai Serayu beralih profesi menekuni industri pariwisata. Sehingga kekhawatiran kerusakan akibat penambangan liar tidak terjadi,” ujar dia. Sementara itu, Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO), Tri Bayu Aji, menyatakan mendukung penuh gagasan dari Pemkab Banyumas.

Pihaknya saat ini masih melakukan kajian usulan pembangunan dermaga. “Saya rasa idenya sangat menarik, kami akan mendukung (pengembangan wisata). Saat ini kami sedang mengkaji usulan pembangunan dermaga, jangan sampai keberadaaan demaga itu menggaggu aliran sungai,” kata dia.
sumber Suara Merdeka

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rencana Jalan TOL Pejagan /Tegal - Wangon - Cilacap Dalam Tahap Penyusunan FS

Up date info :  Ternyata info terbaru diusulkan bukan dari Tegal tapi dari Pejagan, Yaitu Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap dan Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap


Peta Usulan Program Bina Marga Antar WPS Brebes-Cilacap

 Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap



update info berita ini Minggu 12 Feb 2017, 10:59 WIB Tegal Cilacap Bakal Terbangun Jalan TolDana Aditiasari - detikFinance Sisi Selatan Pulau Jawa bakal kehadiran proyek jalan tol, salah satunya adalah proyek jalan tol Tegal-Cilacap. Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zuna.
"Itu kan tol prakarsa, artinya usulan dari pihak swasta. Usulannya sudah masuk ke kami, mudah-mudahan bisa lelang tahun ini," kata dia dihubungi detikFinance, Minggu (12/2/2017).
Jalan tol ini, kata Herry, diprakarsai oleh BUMN jalan tol, PT Jasamarga (Persero). Jalan tol ini bakal menjadi alternati…

Rencana Jalan TOL Ajibarang Wangon

Dalam perkembangannya rencana pembangunan jalan Tol Ajibarang Wangon terakomodasi dengan disetujuinya Rencana Jalan Tol Tegal Cilacap yang aksesnya dipastikan melewati kota kota ini.

Berdasarkan RTRW Jateng 2009-2029, Kabupaten Banyumas akan dilalui jalan tol Tegal-Cilacap. Rutenya dimulai dari Tegal-Prupuk-Bumiayu-Ajibarang-Wangon-Cilacap. Sedangkan untuk Kabupaten Cilacap akna dilalui Jalan tol Cilacap-Yogyakarta, rutenya dimulai dari Cilacap-Buntu-Sumpiuh-Kebumen-Purworejo-Kulon Progo, Yogyakarta.
Meskipun tidak melewati Kota Purwokerto, tapi dengan akses yang memadai terutama ke Wangon yang menurut informasi menjadi lokasi TOL Gate , maka tetap berperan signifikan terhadap mobilitas dari Purwokerto ke luar daerah. 
Ini adalah konsekuensi sebuah perkembangan dimana dampak dibukanya TOl Cipali tenyata semakin membuat kawasan Banyumas padat. bahkan yang menjadi pelajaran bersama adalah kasus rusaknya jembatan Comal Pemalang beberapa tahun lalu, mengakibatkan kemacetan parah di Jalur…

JNE Resmikan Wangon Gateway

Tingkatkan Kecepatan Layanan JNE Resmikan Wangon Gateway
Salah satu perusahaan jasa pengiriman ekspres dan logistik nasional, JNE terus memperkuat berbagai sektor salah satunya infrastruktur dan jaringan. Selain di Bandung, telah mengoperasikan Jakarta Gateway, Surabaya Gateway dan Wangon Gateway. Perluasan infrastruktur pun tidak hanya di Pulau Jawa, tapi juga dilakukan di JNE Medan dan Kantor Perwakilan baru JNE di Batam. Selanjutnya Gateway Makasar .

Peresmian JNE Gateway Wangon (Foto : Edi Romadhon)

















:  Demi meningkatkan kecepatan layanan pengiriman bagi customer, JNE melakukan penambahan infrastruktur. Realisasi dari penambahan infrastruktur tersebut adalah pembangunan Wangon Gateway yang berlokasi Jl Raya Klapagading Rt 04 Rw 08 Kecamatan Wangon Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.
Mohammad Feriadi, selaku Presiden Direktur JNE, dalam sambutannya menyampaikan, setelah peluncuran 7 produk di bulan Februari 2016 yang lalu, pembukaan Gateway Wangon merupakan salah satu wujud pengembangan i…