Langsung ke konten utama

Desa Perlu Pelaksana Operasional Kelola BUMDes


Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang terus digencarkan Pemerintah Pusat dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa, akan dikelola oleh pelaksana operasional. Adapun pemerintahan desa, menjadi pembina atau pengawas.
“Nantinya kekayaan pemerintah desa dan BUMDes juga dipisahkan. Meskipun sama-sama kekayaan desa, tapi pencatatannya dipisahkan. Karena BUMDes terpisah dari organisasi pemerintahan desa sehingga harus dikelola sendiri, karena yang menangani orang-orang yang ditunjuk. Pihak desa hanya mendampingi,” jelas Kabid Pemberdayaan Ekonomi Desa Sumber Daya Alam dan Teknologi Tepat Guna Dinsos Permades Kabupaten Banyumas, Oentung Soegiarto, baru-baru ini. Selain itu kepada wartawan ia mengatakan, yang mengelola, akan dibentuk kepengurusan seperti manajer dan pelaksana operasional.
Dan pelaksana operasional itulah yang nantinya akan menjalankan dan mengendalikan BUMDes agar lebih berkembang. Adapun dalam pengelolaan hasil, dilakukan dengan sistem bagi hasil. Sistem tersebut, nantinya dibagi antara pemerintah desa dengan pihak ketiga atau pengelola, dengan prosentase 40 – 60 prosen.
Hasil yang diperoleh BUMdes tersebut nantinya dapat digunakan untuk pembangunan desa, membantu masyarakat miskin, maupun pengembangan masyarakat desa. Ia mengatakan, dalam pengembanganya BUMDes juga dapat menggandeng pihak lain atau jenis usaha lain sepanjang menguntungkan dan mengutamakan bagi kepentingan masyarakat desa.
“Untuk membentuk BUMDes, desa juga tidak harus memiliki uang, tapi bisa berupa aset desa itu sendiri, seperti tanah,” ujarnya. Lebih lanjut ia mengatakan, setiap desa yang telah memiliki BUMDes, juga bisa membentuk BUMDes bersama dengan beberapa desa lain di satu kecamatan.
Hal itu, dengan syarat BUMDes yang berada di desa tersebut tetap berjalan dan tidak ditinggalkan. “Setiap desa dapat membentuk BUMDes bersama berupa penggabungan atau peleburan bersama untuk membentuk yang lebih besar. Dengan catatan, BUMDes di desa tersebut tidak boleh mati,” tuturnya. Sebelumnya, desa-desa di Banyumas didorong terus mengoptimalkan potensi yang dimiliki, untuk menekan kemiskinan.
Terkait dengan hal itu Dinas Sosial, dan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinsos Permades) Kabupaten Banyumas tengah melakukan pemetaan potensi desa. “Kita sedang memetakan potensi-potensi apa saja yang ada di setiap desa. Pemetaan termasuk keberadaan Bumdes (Badan Usaha Milik Desa), pasar desa, sampai ke mata air,” jelas Kepala Dinsos Permades Banyumas Abdullah Muhammad, Selasa (15/3).
Ia mengatakan, pemetaan potensi-potensi desa, dilakukan sebagai salah satu upaya pemberdayaan masyarakat desa. Dengan adanya pemetaan potensi, kata dia diharapkan potensi yang selama ini ada namun belum tergali, dapat dioptimalkan.
sumber Suara Merdeka

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rencana Jalan TOL Pejagan /Tegal - Wangon - Cilacap Dalam Tahap Penyusunan FS

Up date info :  Ternyata info terbaru diusulkan bukan dari Tegal tapi dari Pejagan, Yaitu Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap dan Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap


Peta Usulan Program Bina Marga Antar WPS Brebes-Cilacap

 Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap



update info berita ini Minggu 12 Feb 2017, 10:59 WIB Tegal Cilacap Bakal Terbangun Jalan TolDana Aditiasari - detikFinance Sisi Selatan Pulau Jawa bakal kehadiran proyek jalan tol, salah satunya adalah proyek jalan tol Tegal-Cilacap. Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zuna.
"Itu kan tol prakarsa, artinya usulan dari pihak swasta. Usulannya sudah masuk ke kami, mudah-mudahan bisa lelang tahun ini," kata dia dihubungi detikFinance, Minggu (12/2/2017).
Jalan tol ini, kata Herry, diprakarsai oleh BUMN jalan tol, PT Jasamarga (Persero). Jalan tol ini bakal menjadi alternati…

Rencana Jalan TOL Ajibarang Wangon

Dalam perkembangannya rencana pembangunan jalan Tol Ajibarang Wangon terakomodasi dengan disetujuinya Rencana Jalan Tol Tegal Cilacap yang aksesnya dipastikan melewati kota kota ini.

Berdasarkan RTRW Jateng 2009-2029, Kabupaten Banyumas akan dilalui jalan tol Tegal-Cilacap. Rutenya dimulai dari Tegal-Prupuk-Bumiayu-Ajibarang-Wangon-Cilacap. Sedangkan untuk Kabupaten Cilacap akna dilalui Jalan tol Cilacap-Yogyakarta, rutenya dimulai dari Cilacap-Buntu-Sumpiuh-Kebumen-Purworejo-Kulon Progo, Yogyakarta.
Meskipun tidak melewati Kota Purwokerto, tapi dengan akses yang memadai terutama ke Wangon yang menurut informasi menjadi lokasi TOL Gate , maka tetap berperan signifikan terhadap mobilitas dari Purwokerto ke luar daerah. 
Ini adalah konsekuensi sebuah perkembangan dimana dampak dibukanya TOl Cipali tenyata semakin membuat kawasan Banyumas padat. bahkan yang menjadi pelajaran bersama adalah kasus rusaknya jembatan Comal Pemalang beberapa tahun lalu, mengakibatkan kemacetan parah di Jalur…

Objek Wisata Karang Penginyongan Karangtengah Cilongok

update info






GRAFIKA GROUP KEMBANGKAN WISATA DI KARANG PENGINYONGAN
KAWASAN WISATA KARANG PENGINYONGAN CIPENDOK
LAUTAN BUNGA DI TAMAN PENGINYONGAN
TITIAN KASIH KE PUNTUK ASMARA



[Suara Banyumas] Kawasan Objek Wisata Karang Penginyongan di Desa Karangtengah, Kecamatan Cilongok, Banyumas, bakal dikembangkan menjadi destinasi wisata dan budaya yang terintegrasi. Tujuannya menarik wisatawan untuk mengunjungi wilayah Banyumas bagian barat. Hal itu diungkapkan budayawan Ahmad Tohari dalam Sosialisasi Pengembangan Taman Wisata dan Budaya Karang Panginyongan, Minggu (17/1). Dia mengatakan, Karang Penginyongan ini diarahkan untuk menjadi kawasan wisata edukatif. Arahnya untuk membentuk karakter kepribadian pengunjungnya. ”Banyumas membutuhkan destinasi wisata dengan konsep yang baru, tidak hanya untuk objek wisata massal. Selain itu, sudah waktunya kantongkantong kebudayaan disiapkan untuk menarik wisatawan. Banyumas butuh usaha pariwisata berbasis alam dan juga pemikiran untuk p…