Langsung ke konten utama

Tujuh Seni Tradisi Bakal Didaftarkan


 Ebeg Wijayasari Pengadegan Wangon dalam sebuah acara 

Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Banyumas menargetkan tujuh seni tradisi Banyumasan yakni kentongan, ebeg, ujungan, cowongan, buncisan, lengger dan bongkel didaftarkan untuk menjadi warisan budaya tak benda. Ketujuh kesenian tersebut tengah didokumentasikan sebagai salah satu persyaratan untuk pendaftaran.
Kepala Bidang Kebudayaan Dinporabudpar Banyumas, Rustin Harwanti mengatakan, sejak Agustus lalu, proses penyusunan data kesenian tradisi ini sudah berjalan. Namun, belum rampung secara keseluruhan.
”Tahun 2016, kami akan mendaftarkan kesenian yang sudah didokumentasikan. Bersamaan dengan peluncuran video dokumentasi tersebut,” kata dia, kemarin. Rustin mengaku belum mendengar tentang kesenian sintren yang sudah didaftarkan oleh Provinsi Jawa Barat sebagai warisan budaya intangible. Hal itu dapat dimaklumi, lantaran kesenian ini juga berkembang di wilayah Sunda.
Irama Calung
Dikatakan, proses pengumpulan data warisan budaya memakan waktu yang cukup lama. Dia meminta masyarakat terutama kalangan seniman juga turut berperan aktif untuk mendaftarkan kesenian tradisi. Sementara itu, Pamong Budaya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan regio Jawa, Imam Hamidi Antasalam mengatakan, seni banyumasan yang didaftarkan sebagai warisan budaya hanya irama calung. Dia berharap Pemkab memiliki keseriusan untuk melindungi seni tradisinya. ”Bali patut menjadi contoh.
Sebanyak sembilan seni tari kuno meliputi Tari Rejang dari Kabupaten Klungkung, Tari Sanghyang Dedari dari Kabupaten Karangasem, Tari Baris Upacara dari Kabupaten Bangli, Tari Topeng Sidhakarya dari Kabupaten Tabanan, dan Drama Tari Gambuh dari Kabupaten Gianyar, Drama Tari Wayang Wong dari Kabupaten Buleleng, Tari Legong Keraton dari Kota Denpasar, Tari Joged Bumbung dari Kabupaten Jembrana, dan Tari Barong Ket Kuntisraya dari Kabupaten Badung telah diputuskan oleh UNESCO sebagai Warisan Budaya Dunia Tak Benda,” ujarnya, kemarin. Selain mendaftarkan, Pemkab Banyumas juga perlu memikirkan cara untuk memelihara warisan budayanya.
Tidak hanya kesenian saja, tapi juga produk kuliner, permainan tradisional, tradisi lisan, upacara tradisional dan arsitek tradisional.

(Suara Banyumas, 7 Desember 2015)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rencana Jalan TOL Pejagan /Tegal - Wangon - Cilacap Dalam Tahap Penyusunan FS

Up date info :  Ternyata info terbaru diusulkan bukan dari Tegal tapi dari Pejagan, Yaitu Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap dan Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap


Peta Usulan Program Bina Marga Antar WPS Brebes-Cilacap

 Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap



update info berita ini Minggu 12 Feb 2017, 10:59 WIB Tegal Cilacap Bakal Terbangun Jalan TolDana Aditiasari - detikFinance Sisi Selatan Pulau Jawa bakal kehadiran proyek jalan tol, salah satunya adalah proyek jalan tol Tegal-Cilacap. Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zuna.
"Itu kan tol prakarsa, artinya usulan dari pihak swasta. Usulannya sudah masuk ke kami, mudah-mudahan bisa lelang tahun ini," kata dia dihubungi detikFinance, Minggu (12/2/2017).
Jalan tol ini, kata Herry, diprakarsai oleh BUMN jalan tol, PT Jasamarga (Persero). Jalan tol ini bakal menjadi alternati…

Rencana Jalan TOL Ajibarang Wangon

Dalam perkembangannya rencana pembangunan jalan Tol Ajibarang Wangon terakomodasi dengan disetujuinya Rencana Jalan Tol Tegal Cilacap yang aksesnya dipastikan melewati kota kota ini.

Berdasarkan RTRW Jateng 2009-2029, Kabupaten Banyumas akan dilalui jalan tol Tegal-Cilacap. Rutenya dimulai dari Tegal-Prupuk-Bumiayu-Ajibarang-Wangon-Cilacap. Sedangkan untuk Kabupaten Cilacap akna dilalui Jalan tol Cilacap-Yogyakarta, rutenya dimulai dari Cilacap-Buntu-Sumpiuh-Kebumen-Purworejo-Kulon Progo, Yogyakarta.
Meskipun tidak melewati Kota Purwokerto, tapi dengan akses yang memadai terutama ke Wangon yang menurut informasi menjadi lokasi TOL Gate , maka tetap berperan signifikan terhadap mobilitas dari Purwokerto ke luar daerah. 
Ini adalah konsekuensi sebuah perkembangan dimana dampak dibukanya TOl Cipali tenyata semakin membuat kawasan Banyumas padat. bahkan yang menjadi pelajaran bersama adalah kasus rusaknya jembatan Comal Pemalang beberapa tahun lalu, mengakibatkan kemacetan parah di Jalur…

Objek Wisata Karang Penginyongan Karangtengah Cilongok

update info






GRAFIKA GROUP KEMBANGKAN WISATA DI KARANG PENGINYONGAN
KAWASAN WISATA KARANG PENGINYONGAN CIPENDOK
LAUTAN BUNGA DI TAMAN PENGINYONGAN
TITIAN KASIH KE PUNTUK ASMARA



[Suara Banyumas] Kawasan Objek Wisata Karang Penginyongan di Desa Karangtengah, Kecamatan Cilongok, Banyumas, bakal dikembangkan menjadi destinasi wisata dan budaya yang terintegrasi. Tujuannya menarik wisatawan untuk mengunjungi wilayah Banyumas bagian barat. Hal itu diungkapkan budayawan Ahmad Tohari dalam Sosialisasi Pengembangan Taman Wisata dan Budaya Karang Panginyongan, Minggu (17/1). Dia mengatakan, Karang Penginyongan ini diarahkan untuk menjadi kawasan wisata edukatif. Arahnya untuk membentuk karakter kepribadian pengunjungnya. ”Banyumas membutuhkan destinasi wisata dengan konsep yang baru, tidak hanya untuk objek wisata massal. Selain itu, sudah waktunya kantongkantong kebudayaan disiapkan untuk menarik wisatawan. Banyumas butuh usaha pariwisata berbasis alam dan juga pemikiran untuk p…