Langsung ke konten utama

2016, Dewan Garap 29 Raperda

PURWOKERTO – Tahun 2016 mendatang, DPRD Kabupaten Banyumas akan membahas 29 Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) yang masuk dalam Program Legislasi Daerah (Prolegda). Sampai saat ini, hal tersebut masih menuggu penetapan Prolegda 2016. Kasubag Perundangan Setwan DPRD Banyumas, Agus Sarjono mengatakan, dari 29 Raperda, 15 diantaranya usula dari Eksekutif dan 14 sisanya dari Legislatif atau Raperda Insiatif. “Masih nunggu penetapan Prolegda 2016. Penjadwalan setelah ditetapkan,” kata Agus kepada Radarmas, kemarin.
Menurut Agus, setelah pentapan Prolegda, pihaknya akan melakukan penyusunan jadwal pembahasan Raperda. Untuk tiga Raperda wajib sudah jelas. Sedangkan 26 Raperda lainnya akan disesuaikan jadwalnya. “Satu masa sidang kemungkinan akan membahas 9 sampai 10 Raperda,” ujarnya. Saat ini DPRD masih memiliki pekerjaan rumah untuk menyelesaikan sembilan Raperda yang masih dibahas. Dari sembilan Raperda yang diusulkan pada tahun 2015, tiga diantaranya dari eksekutif dan enam dari legislatif.
Kasubag Perundangan Setwan DPRD Banyumas, Agus Sarjono mengatakan, ketiga raperda eksekutif meliputi, Raperda Penyelenggaraan Keuangan Desa Kabupaten Banyumas, Raperda Rencana Detail Tata Ruang Kawasan (RDTRK) Sokaraja dan Raperda RDTRK Kabupaten Banyumas.
Untuk Raperda Penyelenggaraan Keuangan Desa, lanjut Agus, sudah dihentikan karena cukup diatur dengan Perbup (Peraturan Bupati). Dan untuk RDTRK Sokaraja belum selesai karena menunggu RDTRK Induk Kabupaten Banyumas yang juga belum selesai. “Harapannya semuanya dapat selesai, sehingga tidak ada Raperda luncuran di tahun depan,” katanya.

 Tarik Ulur Penentuan Zona Kuning

(18 Desember 2015 SmCetak, Suara Banyumas)

Pembahasan penentuan zona kuning yang boleh untuk lokasi perumahan atau pengembangannya pada Raperda RDTRK Perkotaan Purwokerto 2014-2034 masih terjadi tarik ulur dengan kalangan pengembang yang tergabung dalam wadah Real Estate Indonesia (REI) Banyumas. Anggota Pansus RDTRK Perkotaan Purwokerto, Suprayogi mengatakan, pembahasan terakhir sepekan lalu di Baturraden, salah satu yang masih terjadi tarik ulur adalah penentuan zona kuning, di antaranya untuk perumahan. ”Untuk pembahasan soal transportasi dengan Dishubkominfo dan PT KAI sudah selesai. dengan Cipta Karya terkait sarana dan prasarana pendukung kebutuhan perkotaan juga sudah clear. Yang masih terjadi tarik ulur dengan kalangan REI,” kata dia, kemarin. Tarik ulurnya, lanjutnya, terutama perubahan dari zona hijau ke kuning. Pasalnya ada sebagian perumahan yang sudah berdiri di kawasan zona hijau, namun izin pengembangan perumahannya belum dilanjutkan karena berada di zona hijau. Dia mencontohkan, Perumahan Raflles Pandak, izin yang telah dikeluarkan sebelumnya 12 ha, namun saat ini yang terpakai baru 5 ha. Hal serupa seperti perumahan Sapphire Village di Pandak yang sudah terlanjur dibangun di zona hijau. ”Karena saat dibahas di Baturraden belum ada titik temu, ini akan dilanjutkan Jumat (18/12)ini . Setelah itu dengan stakeholder lain seperti dari kalangan PHRI, dunia usaha serta kelompok masyarakat lain,” katanya. Menurutnya, jika dipasang target sampai akhir tahun ini selesai, kemungkinan masih berat. Pasalnya sampai minggu ini pembahasan dengan berbagai stakholder belum tercapai semua. Jika ini sudah selesai pun, seperti pengalaman di Bekasi yang sudah menyelesaikan pembahasan raperda serupa, ternyata masih harus menunggu. Di daerah tersebut sebelum ditetapkan, hasil pembahasan Pansus harus dikembalikan dulu ke Bappeda, untuk dilakukan kajian strategis. ”Kalau hasil KLS Bappeda sama seperti yang telah dirumuskan Pansus saat pembahasan dengan berbagai stakeholder, setelah itu baru bisa diteruskan untuk diajukan untuk paripurna persetujuan,” katanya.

 14 Raperda Segera Dibahas


13 January 2016 Radar Purwokerto,
 PURWOKERTO – Awal tahun 2016, DPRD Banyumas mengagendakan pembahasan rancangan peraturan daerah (raperda). Rencananya pada masa sidang I, dewan akan membahas 14 raperda. Dimana tiga di antaranya merupakan raperda luncuran tahun 2015, yaitu Raperda Perlindungan Lahan Pertanian dan Kehutanan (LP2B), Rencana Detail Tata Ruang Kawasan (RDTRK) Perkotaan Purwokerto, dan Penyerahan Sarpras Utilitas Perumahan dan Pemukiman.
Kasubag Perundangan Setwan DPRD Banyumas, Agus Sarjono mengatakan, terkait jadwal saat ini masih menunggu hasil rapat Badan Musyawarah (Bamus). Proses tersebut masih menunggu usulan baik dari legislatif maupun eksekutif. “Yang dari eksekutif menunggu usulan dari bupati,” kata Agus, Selasa (12/1).
Pria yang akrab disapa Gusjon ini menambahkan, nantinya akan ada lima raperda inisiatif yang akan dibahas. Ditambah dengan pembahasan Peraturan DPRD tentang kode etik. Lima raperda inisiatif tersebut antara lain, raperda tentang penentapan desa, raperda kerjasama antar desa, raperda tentang rumah susun, raperda perubahan perda Nomor 1 Tahun 2013 tentang pembangunan dan penataan menara telekomunikasi, dan raperda pendidikan keagamaan di Kabupaten Banyumas.
Sedangkan raperda usulan eksekutif juga ada lima, yaitu raperda pengelolaan aset daerah, raperda tentang organisasi perangkat daerah, raperda pertangungjawaban pelaksanaan APBD tahun 2015, raperda perubahan perda penyelenggaraan reklame, dan raperda pembentukan cadangan pemilihan umum Bupati dan Wakil bupati tahun 2018.
“Jadi ada sepuluh raperda baru yang akan dibahas, ditambah dengan pembahasan peraturan DPRD tentang kode etik dan tiga raperda luncuran. Sehingga totalnya ada 14 raperda yang akan dibahas,” ujarnya.
Penyampaian dan pembahasan raperda akan dilakukan secara bertahap selama masa sidang I. Pasalnya, 14 raperda sudah ditargetkan masuk pada masa sidang I dalam Properda 2016. Untuk masa sidang I akan dimulai pada 4 Januari dan ditutup pada 30 April.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rencana Jalan TOL Pejagan /Tegal - Wangon - Cilacap Dalam Tahap Penyusunan FS

Up date info :  Ternyata info terbaru diusulkan bukan dari Tegal tapi dari Pejagan, Yaitu Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap dan Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap


Peta Usulan Program Bina Marga Antar WPS Brebes-Cilacap

 Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap



update info berita ini Minggu 12 Feb 2017, 10:59 WIB Tegal Cilacap Bakal Terbangun Jalan TolDana Aditiasari - detikFinance Sisi Selatan Pulau Jawa bakal kehadiran proyek jalan tol, salah satunya adalah proyek jalan tol Tegal-Cilacap. Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zuna.
"Itu kan tol prakarsa, artinya usulan dari pihak swasta. Usulannya sudah masuk ke kami, mudah-mudahan bisa lelang tahun ini," kata dia dihubungi detikFinance, Minggu (12/2/2017).
Jalan tol ini, kata Herry, diprakarsai oleh BUMN jalan tol, PT Jasamarga (Persero). Jalan tol ini bakal menjadi alternati…

Rencana Jalan TOL Ajibarang Wangon

Dalam perkembangannya rencana pembangunan jalan Tol Ajibarang Wangon terakomodasi dengan disetujuinya Rencana Jalan Tol Tegal Cilacap yang aksesnya dipastikan melewati kota kota ini.

Berdasarkan RTRW Jateng 2009-2029, Kabupaten Banyumas akan dilalui jalan tol Tegal-Cilacap. Rutenya dimulai dari Tegal-Prupuk-Bumiayu-Ajibarang-Wangon-Cilacap. Sedangkan untuk Kabupaten Cilacap akna dilalui Jalan tol Cilacap-Yogyakarta, rutenya dimulai dari Cilacap-Buntu-Sumpiuh-Kebumen-Purworejo-Kulon Progo, Yogyakarta.
Meskipun tidak melewati Kota Purwokerto, tapi dengan akses yang memadai terutama ke Wangon yang menurut informasi menjadi lokasi TOL Gate , maka tetap berperan signifikan terhadap mobilitas dari Purwokerto ke luar daerah. 
Ini adalah konsekuensi sebuah perkembangan dimana dampak dibukanya TOl Cipali tenyata semakin membuat kawasan Banyumas padat. bahkan yang menjadi pelajaran bersama adalah kasus rusaknya jembatan Comal Pemalang beberapa tahun lalu, mengakibatkan kemacetan parah di Jalur…

JNE Resmikan Wangon Gateway

Tingkatkan Kecepatan Layanan JNE Resmikan Wangon Gateway
Salah satu perusahaan jasa pengiriman ekspres dan logistik nasional, JNE terus memperkuat berbagai sektor salah satunya infrastruktur dan jaringan. Selain di Bandung, telah mengoperasikan Jakarta Gateway, Surabaya Gateway dan Wangon Gateway. Perluasan infrastruktur pun tidak hanya di Pulau Jawa, tapi juga dilakukan di JNE Medan dan Kantor Perwakilan baru JNE di Batam. Selanjutnya Gateway Makasar .

Peresmian JNE Gateway Wangon (Foto : Edi Romadhon)

















:  Demi meningkatkan kecepatan layanan pengiriman bagi customer, JNE melakukan penambahan infrastruktur. Realisasi dari penambahan infrastruktur tersebut adalah pembangunan Wangon Gateway yang berlokasi Jl Raya Klapagading Rt 04 Rw 08 Kecamatan Wangon Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.
Mohammad Feriadi, selaku Presiden Direktur JNE, dalam sambutannya menyampaikan, setelah peluncuran 7 produk di bulan Februari 2016 yang lalu, pembukaan Gateway Wangon merupakan salah satu wujud pengembangan i…