Entri yang Diunggulkan

Info Tentang Blog Banyumas Corner

saya mencoba mendeskripsikan sebuah ungkapan yang berasal dari bahasa populer saat ini yaitu ungkapan Menduniakan Banyumas dan Memb...

Selasa, 08 Desember 2015

Canyoning Difokuskan di Desa Karangsalam



Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Banyumas berencana memfokuskan aktivitas berbasis telusur sungai atau canyoning di Desa Wisata Karangsalam, Kecamatan Baturraden, Banyumas.
Hal ini bertujuan untuk mewadahi para pelaku dan operator paket wisata minat khusus tersebut. Kepala Bidang Pariwisata Dinporabudpar, Deskart Sotyo Jatmiko, mengatakan, canyoning mengisyaratkan kontur alam yang penuh dengan tantangan serta pemandu yang berpengalaman.
Selain itu, dukungan masyarakat juga dibutuhkan. ”Genre wisata minat khusus yang berkembang di Banyumas ini operatornya memang belum banyak. Tetapi, para pelaku desa wisata di Karangsalam sudah banyak yang bisa memandu,” kata dia, kemarin.
Dia mengatakan, selama ini, paket wisata tersebut disediakan di Baturraden Adventure Forest dan Desa Wisata Karangsalam. Desa Wisata Ketenger juga pernah diajak untuk mengembangkan paket ini.
Potensial
Canyoning cukup potensial untuk mengangkat wisata Baturraden. Pasalnya, pesaingnya hanya Bali yang sudah bertaraf internasional. ”Harapannya semakin banyak operator yang mengembangkan aktivitas minat khusus ini.
Jadi tidak hanya di Desa Karangsalam saja,” ujarnya. Komunitas Canyoning ID, Wiwit Yuni mengatakan, selain jalur Karangsalam, aliran Sungai Gumawang juga sudah dibuka untuk rute canyoning. ”Secara keseluruhan, aliran Sungai Gumawang belum disurvey.
Tapi kami sudah menelitinya melalui pemetaan topografi. Kami cukup optimistis Sungai Gumawang ini dapat menjadi salah satu rute canyoning yang potensial. Terutama karena faktor transportasi yang sudah ada serta lokasinya yang berada di areal Lokawisata. Asal pengelola serius menggarapnya, tidak perlu banyak penambahan infrastuktur karena sudah tersedia,” ucapnya.
Dia menuturkan, canyoning merupakan aktifitas alam bebas yang berbasis pada penelusuran sungai, ngarai, lembah, maupun tebing dengan menggunakan perpaduan teknik panjat tebing dan susur gua. Aktivitas yang mulai menjadi tren di kalangan anak muda Purwokerto ini mulai dikenal sejak awal tahun lalu dan dipopulerkan oleh komunitas Canyoning ID.

(Suara Merdeka, 7 Desember 2015)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar