Langsung ke konten utama

Underpass Jensoed Purwokerto Didesain Ulang

Radarbanyumas.co.id
Kelanjutan realisasi pembangunan underpass di perlintasan Jenderal Soedirman bakal dilanjut pada anggaran perubahan. Rencananya, desain ulang underpass akan diajukan Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (SDABM) pada perubahan anggaran mendatang. Kepala Dinas SDABM Kabupaten Banyumas Irawadi CES mengatakan, masih menunggu hasil studi kelayakan (FS) untuk perubahan desain underpass. “Kita akan ajukan di perubahan untuk re-design. Namun masih menunggu FS dulu, karena itu sebagai acuan,” jelasnya. Dia mengatakan hasil studi kelayakan akan dijadikan acuan untuk pembuatan desain underpass. Desain saat ini masih mengacu pada jalan eksisting Jenderal Soedirman. Padahal rencananya pembangunan underpass bakal dilakukan tidak di jalan eksisting. “Rencananya memang ke Selatan. Namun kalau hasil studi kelayakan lebih menguntungkan ke Utara, ya nanti desainnya akan disesuaikan ke Utara,” katanya. Untuk realisasi pembangunan, Irawadi menjelaskan, akan dilakukan pemerintah pusat pada tahun 2017. Saat ini, Pemkab Banyumas akan fokus pada pembuatan Detail Engineering Design (DED) underpass. “Anggaran sudah ada, jadi harapannya pembangunan sudah bisa dilakukan 2017,” katanya. Seperti diketahui, Pemkab Banyumas melakukan percepatan perencanaan pembangunan underpass di perlintasan KA Jalan Jenderal Soedirman. Hal itu dilakukan untuk menunjang realisasi pembangunan underpass pada tahun 2017. Akhir tahun 2017, pembangunan underpass ditargetkan selesai. Untuk realisasi pembebasan lahan dan pembangunan fisik akan dikover pemerintah pusat dengan anggaran Rp 22 miliar, sehingga tugas pemkab hingga akhir tahun nanti yaitu merampungkan perencanaan.


Underpass Menunggu Hasil Studi Kelayakan

suaramerdeka.com

Kondisi lalu lintas di perlintasan sebidang Jalan Jenderal Soedirman Purwokerto masih kerap tersendat saat jam sibuk. Underpass yang sedianya dibangun untuk mengatasi hal itu, sejauh ini masih menunggu hasis studi kelayakan.
“Kita masih melakukan visibility studies (studi kelayakan), dari studi itu nanti diketahui apa saja yang diperlukan, juga termasuk desain dari underpass akan seperti apa,” tutur Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (SDABM) Banyumas Irawadi, saat ditemui Selasa (12/7).
Menurutnya, tahun ini diharapkan studi tersebut dapat diselesaikan. Nantinya, lanjut dia desain underpass akan diketahui setelah studi selesai dilakukan.
Dikatakan, dulu memang sudah ada desain, namun perlu dilakukan studi kelayakan lagi yang hasilnya akan menentukan desain baru nantinya. Beberapa desain sebelumnya sempat dibuat, di antaranya yakni desain underpass yang berada langsung di bawah badan jalan, juga desain underpass yang berada di sebelah selatan badan jalan saat ini (existing).
Ia berharap, dengan selesainya visibility studies dan adanya desain baru underpass Jalan Jenderal Soedirman, tahun 2017 mendatang pemerintah pusat dapat memulai penanganan di lokasi tersebut.
Ditangani 2017
“Harapannya tahun 2017 pusat bisa menangani itu, sebab anggarannya sudah ada,” katanya. Sebelumnya, Dinas SDABM Banyumas mendapat alokasi anggaran Rp 8 miliar, untuk melakukan pembebasan lahan, terkait pembangunan Underpass di perlintasan sebidang Jalan Jenderal Soedirman, Purwokerto. Menurut Irawadi, dalam proses pembangunan underpass akan menggunakan tanah milik masyarakat dan tanah KAI.
Ia mengatakan, untuk pembebasan lahan milik masyarakat, nantinya akan dilakukan pihaknya. “Kita ditugasi untuk melakukan pembebasan lahan yang milik masyarakat, lahan yang milik KAI bukan kami (Dinas SDABM Banyumas-red) yang mengurusnya,” tuturnya.
Salah seorang warga, Kusuma mengatakan, jika underpassterealisasi ia yakin bisa mengatasi kemacetan. Kondisi itu bisa terwujud bila desain bagus, sehingga nantinya underpass tidak banjir, seperti underpass lain di Banyumas, yang sering tergenang air.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rencana Jalan TOL Pejagan /Tegal - Wangon - Cilacap Dalam Tahap Penyusunan FS

Up date info :  Ternyata info terbaru diusulkan bukan dari Tegal tapi dari Pejagan, Yaitu Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap dan Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap


Peta Usulan Program Bina Marga Antar WPS Brebes-Cilacap

 Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap



update info berita ini Minggu 12 Feb 2017, 10:59 WIB Tegal Cilacap Bakal Terbangun Jalan TolDana Aditiasari - detikFinance Sisi Selatan Pulau Jawa bakal kehadiran proyek jalan tol, salah satunya adalah proyek jalan tol Tegal-Cilacap. Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zuna.
"Itu kan tol prakarsa, artinya usulan dari pihak swasta. Usulannya sudah masuk ke kami, mudah-mudahan bisa lelang tahun ini," kata dia dihubungi detikFinance, Minggu (12/2/2017).
Jalan tol ini, kata Herry, diprakarsai oleh BUMN jalan tol, PT Jasamarga (Persero). Jalan tol ini bakal menjadi alternati…

Rencana Jalan TOL Ajibarang Wangon

Dalam perkembangannya rencana pembangunan jalan Tol Ajibarang Wangon terakomodasi dengan disetujuinya Rencana Jalan Tol Tegal Cilacap yang aksesnya dipastikan melewati kota kota ini.

Berdasarkan RTRW Jateng 2009-2029, Kabupaten Banyumas akan dilalui jalan tol Tegal-Cilacap. Rutenya dimulai dari Tegal-Prupuk-Bumiayu-Ajibarang-Wangon-Cilacap. Sedangkan untuk Kabupaten Cilacap akna dilalui Jalan tol Cilacap-Yogyakarta, rutenya dimulai dari Cilacap-Buntu-Sumpiuh-Kebumen-Purworejo-Kulon Progo, Yogyakarta.
Meskipun tidak melewati Kota Purwokerto, tapi dengan akses yang memadai terutama ke Wangon yang menurut informasi menjadi lokasi TOL Gate , maka tetap berperan signifikan terhadap mobilitas dari Purwokerto ke luar daerah. 
Ini adalah konsekuensi sebuah perkembangan dimana dampak dibukanya TOl Cipali tenyata semakin membuat kawasan Banyumas padat. bahkan yang menjadi pelajaran bersama adalah kasus rusaknya jembatan Comal Pemalang beberapa tahun lalu, mengakibatkan kemacetan parah di Jalur…

JNE Resmikan Wangon Gateway

Tingkatkan Kecepatan Layanan JNE Resmikan Wangon Gateway
Salah satu perusahaan jasa pengiriman ekspres dan logistik nasional, JNE terus memperkuat berbagai sektor salah satunya infrastruktur dan jaringan. Selain di Bandung, telah mengoperasikan Jakarta Gateway, Surabaya Gateway dan Wangon Gateway. Perluasan infrastruktur pun tidak hanya di Pulau Jawa, tapi juga dilakukan di JNE Medan dan Kantor Perwakilan baru JNE di Batam. Selanjutnya Gateway Makasar .

Peresmian JNE Gateway Wangon (Foto : Edi Romadhon)

















:  Demi meningkatkan kecepatan layanan pengiriman bagi customer, JNE melakukan penambahan infrastruktur. Realisasi dari penambahan infrastruktur tersebut adalah pembangunan Wangon Gateway yang berlokasi Jl Raya Klapagading Rt 04 Rw 08 Kecamatan Wangon Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.
Mohammad Feriadi, selaku Presiden Direktur JNE, dalam sambutannya menyampaikan, setelah peluncuran 7 produk di bulan Februari 2016 yang lalu, pembukaan Gateway Wangon merupakan salah satu wujud pengembangan i…