Entri yang Diunggulkan

Info Tentang Blog Banyumas Corner

saya mencoba mendeskripsikan sebuah ungkapan yang berasal dari bahasa populer saat ini yaitu ungkapan Menduniakan Banyumas dan Memb...

Rabu, 13 Juli 2016

Underpass Jensoed Purwokerto Didesain Ulang

Radarbanyumas.co.id
Kelanjutan realisasi pembangunan underpass di perlintasan Jenderal Soedirman bakal dilanjut pada anggaran perubahan. Rencananya, desain ulang underpass akan diajukan Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (SDABM) pada perubahan anggaran mendatang. Kepala Dinas SDABM Kabupaten Banyumas Irawadi CES mengatakan, masih menunggu hasil studi kelayakan (FS) untuk perubahan desain underpass. “Kita akan ajukan di perubahan untuk re-design. Namun masih menunggu FS dulu, karena itu sebagai acuan,” jelasnya. Dia mengatakan hasil studi kelayakan akan dijadikan acuan untuk pembuatan desain underpass. Desain saat ini masih mengacu pada jalan eksisting Jenderal Soedirman. Padahal rencananya pembangunan underpass bakal dilakukan tidak di jalan eksisting. “Rencananya memang ke Selatan. Namun kalau hasil studi kelayakan lebih menguntungkan ke Utara, ya nanti desainnya akan disesuaikan ke Utara,” katanya. Untuk realisasi pembangunan, Irawadi menjelaskan, akan dilakukan pemerintah pusat pada tahun 2017. Saat ini, Pemkab Banyumas akan fokus pada pembuatan Detail Engineering Design (DED) underpass. “Anggaran sudah ada, jadi harapannya pembangunan sudah bisa dilakukan 2017,” katanya. Seperti diketahui, Pemkab Banyumas melakukan percepatan perencanaan pembangunan underpass di perlintasan KA Jalan Jenderal Soedirman. Hal itu dilakukan untuk menunjang realisasi pembangunan underpass pada tahun 2017. Akhir tahun 2017, pembangunan underpass ditargetkan selesai. Untuk realisasi pembebasan lahan dan pembangunan fisik akan dikover pemerintah pusat dengan anggaran Rp 22 miliar, sehingga tugas pemkab hingga akhir tahun nanti yaitu merampungkan perencanaan.


Underpass Menunggu Hasil Studi Kelayakan

suaramerdeka.com

Kondisi lalu lintas di perlintasan sebidang Jalan Jenderal Soedirman Purwokerto masih kerap tersendat saat jam sibuk. Underpass yang sedianya dibangun untuk mengatasi hal itu, sejauh ini masih menunggu hasis studi kelayakan.
“Kita masih melakukan visibility studies (studi kelayakan), dari studi itu nanti diketahui apa saja yang diperlukan, juga termasuk desain dari underpass akan seperti apa,” tutur Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (SDABM) Banyumas Irawadi, saat ditemui Selasa (12/7).
Menurutnya, tahun ini diharapkan studi tersebut dapat diselesaikan. Nantinya, lanjut dia desain underpass akan diketahui setelah studi selesai dilakukan.
Dikatakan, dulu memang sudah ada desain, namun perlu dilakukan studi kelayakan lagi yang hasilnya akan menentukan desain baru nantinya. Beberapa desain sebelumnya sempat dibuat, di antaranya yakni desain underpass yang berada langsung di bawah badan jalan, juga desain underpass yang berada di sebelah selatan badan jalan saat ini (existing).
Ia berharap, dengan selesainya visibility studies dan adanya desain baru underpass Jalan Jenderal Soedirman, tahun 2017 mendatang pemerintah pusat dapat memulai penanganan di lokasi tersebut.
Ditangani 2017
“Harapannya tahun 2017 pusat bisa menangani itu, sebab anggarannya sudah ada,” katanya. Sebelumnya, Dinas SDABM Banyumas mendapat alokasi anggaran Rp 8 miliar, untuk melakukan pembebasan lahan, terkait pembangunan Underpass di perlintasan sebidang Jalan Jenderal Soedirman, Purwokerto. Menurut Irawadi, dalam proses pembangunan underpass akan menggunakan tanah milik masyarakat dan tanah KAI.
Ia mengatakan, untuk pembebasan lahan milik masyarakat, nantinya akan dilakukan pihaknya. “Kita ditugasi untuk melakukan pembebasan lahan yang milik masyarakat, lahan yang milik KAI bukan kami (Dinas SDABM Banyumas-red) yang mengurusnya,” tuturnya.
Salah seorang warga, Kusuma mengatakan, jika underpassterealisasi ia yakin bisa mengatasi kemacetan. Kondisi itu bisa terwujud bila desain bagus, sehingga nantinya underpass tidak banjir, seperti underpass lain di Banyumas, yang sering tergenang air.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar