Langsung ke konten utama

Jalur Selatan Mendesak Dilebarkan

suaramerdeka.com
Pelebaran jalur selatan Banyumas, khususnya ruas Tambak-Buntu mendesak dilakukan. Pelebaran jalan diperlukan untuk mengantisipasi kemacetan yang terjadi pada saat arus mudik dan balik Lebaran.
Berdasarkan pantauan Suara merdeka, penumpukan kendaraan terparah terjadi pada saat arus balik di titik temu antara Jalan Lingkar Sumpiuh dan jalan utama di Kelurahan Kebokura. Penumpukan terjadi karena arus kendaraan dari kedua arah itu harus berjalan bergantian.
Kapolsek Sumpiuh, AKP Sadjupri, mengemukakan salah satu penyebab penumpukan kendaraan itu karena penyempitan jalan. Kendaraan dari dua arah, yang masing-masing terdiri dari dua lajur harus berjalan bergantian masuk ke jalur utama di sisi barat JLS yang hanya satu lajur.
“Kondisi di situ (Kelurahan Kebokura-red) seperti botol, karena ada penyempitan ruas jalan di sisi barat. Untuk mengatasinya (penumpukan kendaraan-red) ke depan perlu pelebaran ruas jalan,” kata dia.
Dia mengatakan selain pelebaran jalan, untuk mengatasi kemacetan bisa dilakukan dengan optimalisasi rekayasa lalu lintas. Seluruh kendaraan menuju arah barat (Bandung) dibuat satu jalur melalui JLS.
“Solusinya seharsunya dipakai hanya satu jalur, teori lalu lintas di manapun kalu menggunakan dua jalur akan seperti itu (terjadi penumpukan kendaraan). Pengalaman arus mudik, seluruh kendaraan dari barat masuk JLS, tidak macet,” ujar dia. Hal senada disampaikan Kapolsek Tambak, AKPAgustinus.
Selain melakukan reyasa lalu lintas, perlu juga dilakukan pelebaran jalan. Pasalnya p-ada saat arus mudik-balik volume kendaraan yang melintas di jalur selatan akan meningkat tajam. “Kemcetan yang terjadi disebabkan peningkatan arus lalu lintas.
Selain itu terjadi penyempitan ruas jalan. Ke depan perlu dibuat barikade, kecuali ke depan jalan sudah diperlebar, tidak ada masalah,” jelas dia. Menurutnya kondisi pada saat arus balik kemarin memaksa petugas di Pos Kebokura bekerja ekstra.
“Terjadi penyempitan ruas jalan, sehingga Pos Kebukura harus ekstra menarik kendaraan dari arah timur menuju barat,” ujar dia. Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pelaksana Jalan Nasional (PJN) Wilayah I Ditjen Bina Marga Wilayah Wangon-Purworejo, Djoko Satriyo, mengatakan, pelebaran jalur selatan sudah masuk dalam perencanaan.
Proyek pelebaran jalan itu rencananya akan dimulai pada 2015 lalu, namun karena ada kendala dalam proses lelang, proyek itu tertunda. Dia mengharapkan proyek yang tahap konstruksinya digarap selama empat tahun itu dapat dimulai tahun ini.
“Kondisi jalur selatan mendesak dilebarkan. Saat ini lebar jalan di jalur selatan rata-rata tujuh meter, kondisinya juga banyak yang sudah usang dilihat dari tingkat kekerasannya, terutama ruas di Kabupaten Banyumas, perlu ditingkatkan lagi,” kata dia.
Menurut rencana seluruh jalan dari Wangon, Banyumas sampai permbatasan DIY akan dilebarkan menjadi 11 meter. Dengan melihat kondisi pada saat arus mudik-balik kemarin, pelebaran jalan di wilayah Banyumas diharapkan dapat menjadi prioritas.
“Skenario pelaksaan bisa ada prioritas. Kalau proyek itu bisa dilaksanakan tahun ini, empat tahun ke depan sudah selesai. Ruas jalan dari Wangon sampai perbatasan DIYmenimal akan memiliki lebar 11 meter,” ujar dia.


Lebar Jalan Jalur Selatan Minimal 12 Meter

suaramerdeka.com
Rencana pelebaran jalur selatan dari tujuh meter menjadi 11 meter dinilai belum ideal. Dengan melihat volume kendaraan yang semakin meningkat, jalan nasional itu idealnya memiliki lebar minimal 12 meter.
Hal itu disampaikan praktisi konstruksi sekaligus pemerhati jalan asal Purwokerto, Yatman S, Senin (18/7). Menurutnya dengan lebar 12 meter, setiap jalur dapat dibuat menjadi dua lajur dan dilengkapi dengan median jalan.
“secara umum pelebaran jalan penting sekali dilakukan. Jalan raya idealnya memiliki lebar paling tidak 12 meter. Asumsinya setiap kendaraan membutuhkan ruang seleber kurang lebih tiga meter agar mudah melakukan manuver,” kata dia.
Dia mengatakan pelebaran jalan itu hendaknya dilakukan di seluruh ruas jalan yang ada. Pasalnya apabila pelebaran hanya dilakukan pada titik yang mengalami kemcetan, justru hanya akan menggeser titik kemacetan ke lokasi lain.










Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rencana Jalan TOL Pejagan /Tegal - Wangon - Cilacap Dalam Tahap Penyusunan FS

Up date info :  Ternyata info terbaru diusulkan bukan dari Tegal tapi dari Pejagan, Yaitu Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap dan Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap


Peta Usulan Program Bina Marga Antar WPS Brebes-Cilacap

 Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap



update info berita ini Minggu 12 Feb 2017, 10:59 WIB Tegal Cilacap Bakal Terbangun Jalan TolDana Aditiasari - detikFinance Sisi Selatan Pulau Jawa bakal kehadiran proyek jalan tol, salah satunya adalah proyek jalan tol Tegal-Cilacap. Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zuna.
"Itu kan tol prakarsa, artinya usulan dari pihak swasta. Usulannya sudah masuk ke kami, mudah-mudahan bisa lelang tahun ini," kata dia dihubungi detikFinance, Minggu (12/2/2017).
Jalan tol ini, kata Herry, diprakarsai oleh BUMN jalan tol, PT Jasamarga (Persero). Jalan tol ini bakal menjadi alternati…

Rencana Jalan TOL Ajibarang Wangon

Dalam perkembangannya rencana pembangunan jalan Tol Ajibarang Wangon terakomodasi dengan disetujuinya Rencana Jalan Tol Tegal Cilacap yang aksesnya dipastikan melewati kota kota ini.

Berdasarkan RTRW Jateng 2009-2029, Kabupaten Banyumas akan dilalui jalan tol Tegal-Cilacap. Rutenya dimulai dari Tegal-Prupuk-Bumiayu-Ajibarang-Wangon-Cilacap. Sedangkan untuk Kabupaten Cilacap akna dilalui Jalan tol Cilacap-Yogyakarta, rutenya dimulai dari Cilacap-Buntu-Sumpiuh-Kebumen-Purworejo-Kulon Progo, Yogyakarta.
Meskipun tidak melewati Kota Purwokerto, tapi dengan akses yang memadai terutama ke Wangon yang menurut informasi menjadi lokasi TOL Gate , maka tetap berperan signifikan terhadap mobilitas dari Purwokerto ke luar daerah. 
Ini adalah konsekuensi sebuah perkembangan dimana dampak dibukanya TOl Cipali tenyata semakin membuat kawasan Banyumas padat. bahkan yang menjadi pelajaran bersama adalah kasus rusaknya jembatan Comal Pemalang beberapa tahun lalu, mengakibatkan kemacetan parah di Jalur…

JNE Resmikan Wangon Gateway

Tingkatkan Kecepatan Layanan JNE Resmikan Wangon Gateway
Salah satu perusahaan jasa pengiriman ekspres dan logistik nasional, JNE terus memperkuat berbagai sektor salah satunya infrastruktur dan jaringan. Selain di Bandung, telah mengoperasikan Jakarta Gateway, Surabaya Gateway dan Wangon Gateway. Perluasan infrastruktur pun tidak hanya di Pulau Jawa, tapi juga dilakukan di JNE Medan dan Kantor Perwakilan baru JNE di Batam. Selanjutnya Gateway Makasar .

Peresmian JNE Gateway Wangon (Foto : Edi Romadhon)

















:  Demi meningkatkan kecepatan layanan pengiriman bagi customer, JNE melakukan penambahan infrastruktur. Realisasi dari penambahan infrastruktur tersebut adalah pembangunan Wangon Gateway yang berlokasi Jl Raya Klapagading Rt 04 Rw 08 Kecamatan Wangon Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.
Mohammad Feriadi, selaku Presiden Direktur JNE, dalam sambutannya menyampaikan, setelah peluncuran 7 produk di bulan Februari 2016 yang lalu, pembukaan Gateway Wangon merupakan salah satu wujud pengembangan i…