Entri yang Diunggulkan

Info Tentang Blog Banyumas Corner

saya mencoba mendeskripsikan sebuah ungkapan yang berasal dari bahasa populer saat ini yaitu ungkapan Menduniakan Banyumas dan Memb...

Selasa, 12 Juli 2016

Renungan Tentang Jalan TOL

" Lihat Mereka berjalan menuju kota tanpa bisa menikmati indahnya pemandangan alam rute berkelok , itu rute lurus pemangkas jarak, itulah Jalan TOL " percakapan Lightning McQueen & Sally Carrera
Indahnya pemandangan rute berkelok Lumbir, Nagrek, Malangbong dan lainnya tak akan dirasakan pengguna TOL, nasibnya semoga ga seapes Radiator Springs sebelum dipromosikan McQueen. Renungan sebelum TOL Trans Jawa Rute Selatan dibangun. Alam & masyarakat kita punya apa? kelola & promosikan. Itu aset kita, Perubahan itu pasti menghampiri , jangan terlena dengan status quo, songsong perubahan itu dengan sikap kreatif .

Sinopsis film Cars ini adalah sebagai berikut. Ada sebuah kota yang dahulunya sangat ramai di jalan lintas antar kota bernama Radiator Springs, kota ini juga memiliki pemandangan yang sangat indah. sehingga menjadi favorit untuk persinggahan. Nmaun seiring perkembangan zaman, masyarakat ingin perjalanan bebas hambatan agar cepat sampai tujuan, maka dibangunlah jalan Tol sehingga sejak saat itu kota Radiator Springs menjadi sepi karena tidak ada mobil yang lewat dan singgah. selama bertahun tahun, menjadi kota yang terasing bahkan terhapus dari peta karena namanya dilupakan orang. Kehadiran Lighting McQueen secara tak sengaja yang akhirnya menyadari kondisi ini, menocba ikut mempromosikan kembali kota ini dengan segala potensi yang ada. Itulah cerita ringkas salah satu film favorit saya. Tentu saja ada dampak bagi suatu daerah jika wilayahnya dibangun Jalan TOL. Ada penurunan kesejahteraan atau tingkat pendapatan masyarakat terutama kalangan UMKM yang mengadu nasib dengan membuka usaha di jalan raya antar daerah ( jalur lintas) yang sehari-hari bisa mendapat banyak pelanggan tentu menjadi menurun drastis karena tidak ada lagi kendaraan yang lewat dan mampir. Hal seperti ini harus menjadi perhatian dan diantisipasi oleh masyarakat dan Pemda Banyumas agar jika suatu saat dibangun Jalan TOL tidak larut atau tergerus oleh perkembangan zaman itu sendiri. Banyumas jangan sampai menjadi penonton mobil-mobil yang lewat, melainkan mencoba membujuk mereka agar berkeinginan kuat mau mampir dan terus mengulainginya lagi , menjadikan wilayah Banyumas sebagai daerah yang layak dikunjungi setiap saat. Untuk itu, aset aset kabupaten Banyumas berupa kekayaan alam / keindahan alam, kearifan lokal masyarakat, serta berbagai produk budi daya rakyat harus dipotimalkan untuk modal menarik wisatawan. Terutama sektor pariwisata banyak sekali belum dikelola secara maksimal, ini harus segera dilakukan pembenahan. Antara lain membuat Rest area yang menyajikan produk-produk khas dari Banyumas, terutama di area yang terkover Jalur Lintas dan jalur Wisata, Konsep Pratista harsa begaiknya dibangun di dekat lokasi wisata, adanya integrasi semua objek wisata secara akomodasi, pengelolaan tiket, promosi dan melibatkan masyarakat lokal. Semoga jika suatu saat nanti Jalan TOL Tegal Cilacap yang melewati kawasan ajibarang Wangon , serta Cilenyi Jogja yang juga melewati Wangon akhirnya dibangun, maka Kabupaten Banyumas telah siap menampung arus wisatawan yang masuk, tidak hanya mengandalkan Baturaden yang stagnan karena wisatawan cenderung menginginkan suasana baru dan sarana refresing yang berbeda.  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar