Entri yang Diunggulkan

Info Tentang Blog Banyumas Corner

saya mencoba mendeskripsikan sebuah ungkapan yang berasal dari bahasa populer saat ini yaitu ungkapan Menduniakan Banyumas dan Memb...

Senin, 11 Juli 2016

Riwayat Toko Roti Berumur 118 Tahun

suaramerdeka.com
SEPERTI kota lain di Indonesia, Purwokerto punya riwayat panjang. Sejumlah gedung tua yang masih tegak berdiri menjadi bukti riwayat yang panjang itu.
Di kawasan Jalan Jenderal Sudirman yang merupakan pusat perdagangan di Kota Mendoan itu terdapat beberapa bangunan tua. Di kawasan itulah, etnis Tionghoa yang memiliki darah pedagang memulai bisnisnya yang legendaris. Ada satu toko roti yang dikenal lebih dari tiga generasi.
Toko ini, terletak di Jalan Jenderal Sudirman No 724 yang dibangun oleh generasi pertama keluarga Go, Oei Pak Ke Nio, pada tahun 1898. Diantara tiga toko roti di jalan itu, Toko ’’Go’’merupakan yang tertua. Toko roti ’’Go’’ sejak dibangun sampai sekarang masih mempertahankan oven kuno yang terbuat dari batu bata tahan api (firebricks).
Adonan juga masih dibuat dengan cara tradisional. Rosani Wiogo (66), generasi ketiga keluarga Go yang menjadi pengelola toko ini mengungkapkan, pembuatan adonan roti masih dikerjakan dengan tangan manusia dan dikembangkan dengan membuat bibit roti secara alami.
Ibu dua putra ini menuturkan, roti sobek dan roti pastry selalu menjadi incaran turis untuk oleholeh ke mancanegara. ’’Paling sering dicari pembeli ya roti pisang dan amandel. Kalau Lebaran memang paling laris,’’ujarnya.
Tak hanya mempertahankan resep keluarga, beberapa koki secara turun-temurun tetap setia mengolah roti di toko yang telah berdiri selama 118 tahun ini. Rosani menyebutkan, salah satu karyawannya Siti (35) bekerja sama seperti kakek buyutnya.
Salah satu pelanggan, Supriyatiningsih (48) mengaku telah menjadi pembeli tetap sejak kecil. Setiap kali pulang kampung, dia mengajak teman-temannya berbelanja roti pisang untuk suguhan kepada tamu dan oleh-oleh di perantauan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar