Entri yang Diunggulkan

Info Tentang Blog Banyumas Corner

saya mencoba mendeskripsikan sebuah ungkapan yang berasal dari bahasa populer saat ini yaitu ungkapan Menduniakan Banyumas dan Memb...

Selasa, 29 September 2015

Taman Balekemambang Purwokerto




 credit to M Nizar
Taman Balekemambang Purwokerto terletak di Bancarkembar. Rencana akan di bangunan di area seluas I4 hektar. saat ini baru terwujuud sekitar 2 hektar. konsep taman ini adalah taman air ( kolam ) dengan pondok di tengahnya. sehingga dinamakan Bale kemambang. saat ini menjadi lokasi yang cukup favorit bagi masyarakat. dengan fasilitas yang semakin dilengkapi setiap tahunnya.


Rencana perluasan Taman Balekemambang hingga ke sisi sebelah barat masih terganjal anggaran untuk pembebasan lahan. Tahun ini tidak ada anggaran untuk pembebasan lahan milik warga seluas 3,67 hektare. Sementara lahan yang sudah menjadi milik Pemkab mencapai 11 hektare.
“Kami masih menganalisa semua yang berkaitan dengan rencana perluasan ini. Pemanfaatannya masih kita susun konsepnya, tapi pada intinya tetap berpedoman pada konsep Ruang Terbuka Hijau (RTH),” kata Kepala Bidang Penataan Ruang Dinas Cipta Karya, Kebersihan dan Tata Ruang (DCKKTR) Kabupaten Banyumas, Puspa Wijayanti.
Menurutnya, DCKKTR berencananya mengusulkan anggaran pembebasan lahan pada APBD Perubahan. Jika disepakati, maka pada tahun 2016 diharapkan sudah bisa dibuat desain pengembangannya. Pembuatan desain kemungkinan melalui sayembara atau lomba desain sehingga membuka peluang lebih banyak untuk masyarakat.
“Potensi di wilayah tersebut cukup bagus dengan aliran dan debit air yang besar, sehingga pengembangannya berupa wahana air seperti konsep Balekemambang saat ini,” lanjutnya.
Lahan di sisi barat saat ini masih berupa persawahan yang meliputi wilayah Kelurahan Bancarkembar dan Purwonegoro. Lahan milik Pemkab dan milik masyarakat masih terpisah-pisah. Pemetaan sudah dilakukan oleh DCKKTR untuk menilai potensi wilayah tersebut.
“Rencana ini masih membutuhkan kajian lebih lanjut dan melihat tanggapan dari masyarakat dulu. Jangan sampai kemudian timbul masalah ke depannya,” katanya.
Kabid Pariwisata, Dinas Pemuda Olah Raga Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Kabupaten Banyumas, Deskart S Djatmiko menambahkan, saat ini Taman Balekemambang sudah dilengkapi beberapa fasilitas. Penambahan berupa toilet, bangku kecil di pinggiran kolam, tanaman hias, wahana permainan anak, sarana olahraga, dan menara pandang dengan ketinggian 12 meter.
Selain itu juga telah dibuat gazebo di sisi dalam untuk kios pedagang yang biasa berjualan di sekitar area parkir. Dengan tiket masuk sebesar Rp 2.500, hingga akhir bulan Januari tingkat kunjungan mencapai 14.825 pengunjung dewasa dan 2.847 anak-anak.
“Rata-rata kunjungan ke Taman Balekemambang mencapai 20 ribu pengunjung setiap bulannya,” lanjutnya
 http://www.radarbanyumas.co.id/perluasan-balekemambang-terganjal/


Pengembangan Bale Kemambang


7 January 2016 Radar Purwokerto

 PURWOKERTO – Rencana perluasan Bale Kemambang saat ini masih terganjal lahan. Oleh karena itu, awal tahun ini rencananya Pemkab Banyumas akan mulai melakukan proses pembebasan lahan secara bertahap. Rencananya, perluasan lahan yang akan dilakukan mencapai 17 hektare. Namun sebagian merupakan tanah bengkok sehingga tidak perlu dilakukan pembebasan.
Kabid Tata Ruang Dinas Cipta Karya Kebersihan dan Tata Ruang (DCKKTR) Kabupaten Banyumas Puspa Wijayanti mengatakan, sampai saat ini sudah melakukan koordinasi dengan pihak kelurahan yang ada seperti Kelurahan Purwanegara, Kelurahan Bancarkembar, hingga Kelurahan Sokanegara.
“Awal tahun ini kita akan lakukan sosialisasi terlebih dahulu dengan pihak kelurahan dan masyarakat, terutama untuk rencana pembebasan lahan,” katanya kemarin.
Lebih lanjut, untuk pembebasan lahan akan dilakukan survei oleh tim appraisal terlebih dahulu sebelum diserahkan ke masyarakat, terutama berkaitan harga tanah yang ada di wilayah tersebut.
“Pembebasan lahan kita lakukan secara bertahap, paling tidak ada sekitar 12 hektare yang nantinya harus dibebaskan. Tahun ini kita baru mendapat alokasi anggaran sekitar Rp 5 miliar untuk pembebasan tanah,” katanya.
Sampai saat ini, master plan perencanaan pengembangan Bale Kemambang sudah ada. Namun realisasi belum bisa dilakukan karena masih terganjal lahan.
Kasi Perencanaan DCKKTR Kabupaten Banyumas, Sudarsono mengatakan, dalam master plan pengembangan Bale Kemambang nantinya akan dibangun beberapa fasilitas baru. Seperti danau buatan, floating market, kampung wisata, dan beberapa wahana lainnya.
“Sebagian area persawahan nantinya juga akan dibiarkan, khususnya untuk sarana edukasi pertanian di Bale Kemambang. Termasuk keinginan bupati untuk membangun bianglala, nantinya juga akan disediakan space,” tegasnya.
Sementara Lurah Purwanegara Tarwan mengaku, sudah menyerahkan beberapa berkas data seperti berkas tanah kepada DCKKTR. Pada dasarnya, dia mendukung rencana tersebut dan akan berupaya membantu sosialisasi kepada masyarakat.
“Beberapa waktu lalu dari DCKKTR sudah kesini untuk berkoordinasi. Katanya nanti warga akan dikumpulkan untuk sosialisasi. Namun masih belum tahu kapan,” katanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar