Entri yang Diunggulkan

Penataan Kota Kecamatan Wangon & Kemungkinan Perluasan Urban

Wangon adalah sebuah kota kecamatan yang lokasinya cukup strategis karena menjadi persilangan jalur utama lalu lintas di jalur selatan...

Senin, 07 September 2015

Kebun Raya Baturaden


up date berita

Jalan-Jalan Asyik di Kebun Raya Baturraden
Kloyong

30 September 2016 0:00 WIB
Quote suaramerdeka.com  :
MENIKMATI liburan di kawasan Baturraden, lereng Gunung Slamet, seakan tidak ada habisnya. Mulai dari tempat untuk bersantai, menikmati pemandangan hingga berfoto ria ada di kawasan wisata andalan ini. Apalagi ditambah hadirnya Kebun Raya Baturraden, akhir 2015 lalu.
Setiap pekan, deretan kendaraan dari luar kota masuk melalui pintu gerbang Wanawisata Baturraden yang dikelola PT Palawi. Antrean panjang ini tentu membuat penasaran para pengunjung, apa saja koleksi Kebun Raya seluas 143,5 hektar.
Objek wisata yang digagas sejak 2002 itu berjarak sekitar 15 kilometer dari pusat kota Purwokerto. Sejak memasuki pintu gerbang, pengunjung sudah disambut pohon-pohon besar serta taman-taman berkonsep tematik. Di pintu gerbangnya nampak beberapa muda-mudi sedang asyik berfoto ria di sekitar taman yang sangat luas.
Beberapa melihatlihat koleksi yang ada atau sekedar berjalanjalan menikmati rimbunnya pepohonan dengan udara pegunungan yang sejuk. Sebagai informasi flora yang telah dikumpulkan di antaranya adalah tumbuhan paku, anggrek, kantung semar, tanaman obat dan lainnya. Totalnya ada 2.637 spesimen tanaman koleksi dan bakal terus bertambah.
Rumah Pohon
”Berbagai macam tumbuhan tersebut saat sekarang telah ditata sedemikian rupa sesuai dengan tempatnya. Jadi ada spot-spot tanaman yang telah dikelompokkan. Misalnya saja ada lokasi tanaman herbal atau taman liliana,” kata Sumanto Kasubbag TU Kebun Raya Baturraden.
Bagi pengunjung yang ingin bersantai di lokasi juga disediakan taman bermain dan rumah pohon. Tempat ini selalu dipenuhi remaja dan anaka-anak. Selain itu, untuk wisatawan yang ingin menginap, pengelola Kebun Raya Baturraden juga menyediakan homestay khusus.
Setelah lelah berkeliling taman, di sisi luar tak jauh dari pintu gerbang Kebun Raya, terdapat tempat kuliner yang menjajakan makanan khas Purwokerto. Ada pecel dan mendoan yang enak dinikmati hangat-hangat di tengah udara yang sejuk. Kita juga bisa mengajak keluarga menginap di cottage yang dibangun dengan konsep lingkungan.
”Meski terasa capek karena harus naik turun, tapi rasanya sangat puas dan udaranya sejuk. Tadi sempat foto-foto sama temanteman di sekitar taman,” ujar salah satu pengunjung Reza Haryanto (25). 
credit to Vivanews

Berlokasi di Desa Kemutug  Lor, Kecamatan Baturaden, Kabupaten Banyumas. Dari kota Purwokerto berjarak sekitar 14 km, dari gerbang utama Wana Wisata Baturaden berjarak sekitar 1,5 km.


Denah Kebun Raya Baturaden


Lokasi Kebun Raya Baturaden
credit to Pacoolah

 Denah Kebun Raya Baturaden dari Purwokerto

Maaf peta kurang jelas, versi satelit dan versi map




Kebun Raya Baturaden adalah sebuah area  dengan luas 143,5 hektar. direncanakan sejak tahun 2004 dengan anggaran sekitar  Rp 22,1 miliar tapi baru terwujud saat ini saat nilai kurs rupiah menurun tajam sehingga anggaran membengkak hingga Rp. 300 miliar. Saat ini pengerjaan Kebun Raya Baturraden sudah mencapai 11,5 %, sebanyak 10% merupakan area tumbuhan dan 1,5% area sarana prasarana.

Topografi Kebun Raya Baturaden mulai landai sampai berbukit dengan kemiringan 20% s/d 70% dan ketinggian + 600-750 m dpl dengan jenis tanah umumnya jenis latosol berwarna merah kecoklatan. Keadaan suhu Kebun Raya Baturaden berkisar antara 20-30 derajat Celcius dengan curah hujan sangat tinggi (5.000-6.174 mm/th).

Desain  Gedung Pendukung 
 








Nantinya akan ada 2.637 spesimen tumbuhan dengan 571 spesies dan 394 marga serta 196 suku. Akan ada flower bed atau hamparan bunga di beberapa titik dan taman dengan tanaman tematik.launching Kebun Raya Baturraden akan dilakukan tanggal 12 November2015  .


Sejarah Kebun Raya Baturaden
Pada tanggal 29 Desember 2004 telah dilakukan peresmian, penanaman perdana dan penandatanganan MoU antara Kepala Litbang Kehutanan Departemen Kehutanan, Gubernur Jawa Tengah, Ketua LIPI, Dirut Perum Perhutani dan Bupati Banyumas tentang kolaborasi pengelolaan Kebun Raya Baturaden. Kebun Raya Bogor memfasilitasi ekplorasi dan pengiriman bibit, yang sudah dimulai sejak tahun 2002. Legalitas Kebun Raya Baturaden turun pada 4 April 2005 berupa surat keputusan Menteri Kehutanan, yang menetapkan kawasan hutan produksi terbatas seluas 143,5 Ha di Kabupaten Banyumas itu untuk kepentingan penelitian, pengembahan dan pendidikan lingkungan.

Pengembangan Kebun Raya Baturraden menghadapi beberapa permasalahan seperti kewenangan pengelolaan kawasan yang masih berada pada dua institusi yaitu BKT Kebun Raya Baturraden dan Perum Perhutani KPH Banyumas Timur. Akses pintu masuk Kebun Raya Baturraden dikelola oleh PT Palawi Risorsis . 

Ikutan ngetrend menjadi wahana selfie. Smoga pengunjung bisa menjaga sarana dan prasarana yang ada sehingga keindahan tetap terjaga.



sebagian koleksi
credit to Banyumas news

Rencana awal Peresmian adalah bulan November tahun ini, tapi tenyata diundur. Info terbaru tanggal I9 Desember 20I5.

(  Sabtu, 5 September 2015, KOMPAS.com)
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah segera mempunyai Kebun Raya dengan konsep terpadu, dan terlengkap untuk semua jenis tanaman. Kebun Raya tersebut saat ini tengah dikembangkan di kawasan wisata Baturaden, Kabupaten Banyumas. Kebun yang disiapkan seluas 143,5 hektar.
Jika tak ada halangan, peluncuran Kebun Raya Baturaden akan dilakukan pada bulan November 2015 mendatang.
Menurut Kepala Balai Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Baturaden, Ammy Rita Manulu, dari luasan lahan tersebut, yang telah digarap untuk potensi pengembangan hanya 11,5 persen.
Kebun Raya Baturaden akan dirancang sebagai kawasan konservasi dengan koleksi flora yang tertata. Kebun ini berfungsi sebagai wahana penelitian, pendidikan, jasa, lingkungan hingga untuk keperluan pariwisata.
"Dari fungsi itu, fokus kami saat ini masih konservasi. Karena lahan ini adalah hutan produksi KPH Banyumas Timur," ujar Ammy saat menerima kedatangan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, di Banyumas, Sabtu (5/9/2015).
Kebun yang akan dikembangkan di konsep dengan beberapa zona. Ada zona utama, zona alternatif, zona kantor, zona koleksi dan zona hutan. Untuk mendukung itu, zona koleksi akan dibuat paling luas dengan luasan 54 persen, hutan 25 persen, sisanya untuk zona lainnya.
Kebun ini memiliki koleksi tumbuhan sebanyak 2.637 spesimen atau contoh tanaman, dengan 571 spesies. Spesimen tanaman yang ada baik yang tanaman pada umumnya, dan tanaman langka. Menurut pengelola, masih banyak tumbuhan yang ada di dalam zona kebun, namun belum terdata dengan baik.
"Kami berharap bisa menjadi koleksi flora terlengkap di Jawa, mempunyai Litbang maju," ungkapnya.
Dalam kesempatan ini, Ganjar sempat mengecek sendiri proses pembangunan. Sejurus kemudian, dia memeriksa sebuah pintu baru yang di dalam ruangan kantor. Ganjar menemukan kondisi kunci pintu, dan pintu kayu tidak digarap dengan baik. Semestinya, dengan spek yang bagus, pintu mapun gagang pintu bisa bertahan lama.
"Bisa enggak kira-kira bangunan bertahan sampai 100 tahun. Di kebun-kebun raya, gerbang utama umurnya bisa legendaris, bisa wah. Kalau pintu di kantor ini seperti itu ya cepat rusak, " kata Ganjar.
Ganjar pun menyarankan kepada pengelola untuk bisa mencari strategi agar bisa mengelola kebun dalam jangka panjang, termasuk soal pendanaan.


Peresmian Kebun Raya Baturraden





   KRB menjadi kebun raya pertama di Jateng yang dipoyeksikan jadi taman flora of Java.

 Sabtu, 19 Desember 2015  KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah meluncurkan Kebun Raya Baturraden (KRB) sebagai satu kebun dengan konsep pelestarian dan konservasi lingkungan pertama di Jateng. Kebun raya ini diproyeksikan menjadi sumber bagi semua tanaman flora di Pulau Jawa. KRB dikembangkan di kawasan wisata Baturraden, Kabupaten Banyumas, seluas 143,5 hektar. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan, peluncuan KRB sempat molor satu bulan karena persoalan teknis pembangunan. Hujan yang mengguyur Baturaden memperlambat kerja, sehingga peresmian terpaksa ditunda. Namun begitu, sejumlah pembangunan fisik dan non fisik terus digenjot. Akhirnya, saat diluncurkan KRB sudah dilengkapi dengan pembangunan sejumlah jalan, pedestarian, gedung kantor, hingga proses ekspolarasi tumbuhan koleksi. Sejumlah taman juga telah dibangun, seperti taman paku-pakuan, taman obat, hingga taman tematik 'flora of java.' Kebun ini juga nanti berfungi untuk penanaman dan pemeliharaan koleksi tanaman lain. "Taman ini dibuka untuk umum, siapapun bisa melihat. Dari luasan 143,5 hektar, baru 11 persen yang dikelola secara intensif," kata Ganjar di Purwokerto, Sabtu (19/12/2015). Saat diresmikan, berbagai flora sudah ditanami hingga terlihat indah. Di sekitar gerbang masuk misalnya, sejumlah bunga telah dikembangkan terlihat warna-warni. Bahkan, objek bunga beragam itu langsung menjadi tempat berfoto. Selain flora, sejumlah fasilitas pendukng juga dibangun, diantaranya rumah kaca, rumah kompos, rumah anggrek, tempat pembibitan, gazebo, rumah dinas. "Beberapa cottage (penginapan) juga dibangun dengan konsep lingkungan," tambahnya. "Saya berharap ada gaet untuk promosi, dan mengenalkan soal kebun ini," kata Ganjar lagi. Sementara itu, Wakil Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Ahmadi Abbas mengatakan, KR Baturraden pengelolaannya milik Provinsi Jateng. KRB ini menjadi keempat di Indonesia setelah Kebun Raya di Enrekang, Balikpapan dan Kuningan. "Secara umum di Indonesia, baru ada 27 kebun raya, 5 di bawah LIPI, 22 kebun raya di bawah daerah, termasuk Kebun Raya Baturraden ini," ujar Ahmadi. Kebun ini akhirnya diresmikan oleh Ketua Yayasan Kebun Raya Indonesia Megawati Soekarno Putri. Turut hadir, Menteri Lingkungan Hidup Siti Nurbaya, serta pimpinan SKPD Jawa Tengah

 Kebun Raya Baturraden, Lokasi Wisata Baru di Jawa Tengah


Sabtu, 19 Desember 2015,
VIVA.co.id - Setelah menunggu hampir 14 tahun, akhirnya Jawa Tengah memiliki Kebun Raya seperti Kebun Raya Bogor dan Kebun Raya Cibodas. Wahana konservasi tanaman, pendidikan dan wisata ini berada di kawasan wanawisata Baturraden, Kabupaten Banyumas.
Wilayah ini memiliki hutan yang luas, sebuah destinasi wisata di lereng Gunung Slamet. Tonggak berdirinya Kebun Raya Baturraden tak lepas dari inisiatif Megawati Soekarnoputri yang kini menjadi Ketua Yayasan Kebun Raya Indonesia. Mega bahkan meresmikan secara langsung wisata yang memiliki koleksi ribuan tanaman ini.
Selain Mega, acara peluncuran perdana juga dihadiri Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, sejumlah anggota DPR RI, LIPI, jajaran Pemprov Jateng dan Pemkab Banyumas.
Inisatif kebun raya ini disampaikan Mega sejak kepemimpinan Gubernur Jateng, Mardiyanto. Namun, hal itu baru bisa direalisasikan pada masa Ganjar Pranowo setelah mendapatkan rekomendasi LIPI.
"Saya bersyukur, setelah 14 tahun lamanya sejak 2002, akhirnya Kebun Raya Baturraden bisa terealisasi, " kata Mega di Banyumas, Jawa Tengah, Sabtu, 19 Desember 2015.
Kebun raya ini dibangun di luas lahan 143,5 hektare di Kelompok Pemangku Hutan (KPH) Banyumas Timur. Lokasi ini berkonsep seperti Kebun Raya Bogor dan Kebun Raya Cibodas yang memiliki ribuan koleksi tumbuhan serta berwawasan konservasi penelitian pendidikan dan wisata.
Tempat wisata baru ini memiliki flora khas pegunungan di Jawa dengan total koleksi 2.637 spesimen tanaman. Terdiri atas 571 spesies, 394 marga dan 196 suku. Secara keseluruhan, pembangunan Kebun Raya Baturraden akan berjalan selama 10 tahun dengan biaya mencapai Rp300 miliar.
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan, Kebun Raya Baturraden ini merupakan wahana yang dikelola oleh Provinsi Jawa Tengah. Kini beberapa hal telah disiapkan seperti, pembangunan fisik, pengelolaan koleksi, rumah kaca, rumah kompos, rumah anggrek dan rumah pembibitan.
"Tak hanya dipakai untuk dilihat, tapi juga untuk riset dan pendidikan anak. Untuk petugasnya memang baru 22 orang yang didampingi oleh LIPI, " katanya.






2 komentar:

  1. denah jalan akses dari purwokerto ne Kang ?

    BalasHapus
  2. Terima kasih atas kunjungan dan masukannya Mas. akan saya tamah denah dari Purwokerto tapi maaf kualitas gambar kurang tajam karena komputer saya tidak bisa meng capture dari GMap langsung.

    BalasHapus