Entri yang Diunggulkan

Info Tentang Blog Banyumas Corner

saya mencoba mendeskripsikan sebuah ungkapan yang berasal dari bahasa populer saat ini yaitu ungkapan Menduniakan Banyumas dan Memb...

Senin, 04 April 2016

Dambakan Jembatan Permanen


 Jembatan Rinjing Mulai Dikebut


BANYUMAS-Impian warga Grumbul Rinjing Desa Gununglurah Kecamatan Cilongok untuk menikmati jembatan permanen, hampir terealisasi. Saat ini sudah dilakukan pemasangan besi utama jembatan yang dilaksanakan bersama warga warga grumbul tetangga, yaitu Kubangan Desa Sokawera, Selasa (29/3) pagi.
“Impian warga selama puluhan tahun untuk menikmati jembatan permanen akhirnya akan terealisasi. Satu jembatan utama dengan panjang sekitar 15 meter dan jembatan kecil sepanjang 6 meter hampir terealisasi,”jelas warga bernama Maslah, Selasa (29/3).
Dia mengatakan, peresmian direncanakan akan dilaksanakan awal April mendatang. Dengan pembangunan yang sudah 85 persen, warga akan lebih mudah dan nyaman melintasi sungai Mengaji lewat jembatan tersebut. Selama ini, warga menyeberang sungai dengan jembatan yang terbuat dari bambu.
Salah satu pegiat sosial, Yuni Listiyo mengatakan, warga sangat antusias mendukung pembangunan jembatan. Setiap pasaran pahing warga dua grumbul yaitu Grumbul Rinjing dan Kubangan saling membantu pengerjaan jembatan supaya cepat selesai.
Selama ini, Grumbul Rinjing harus dijangkau dengan menyeberang sungai Mengaji yang memiliki arus deras. Selama ini warga hanya memiliki jembatan yang terbuat dari bambu dengan kondisi rawan terbawa arus jika aliran sungai sedang banjir.

 Warga Dambakan Jembatan Permanen


 Sebagian warga Desa Dawuhan Kecamatan Banyumas masih menggunakan jembatan bambu sebagai akses jalan alternatif menuju Desa Binangun Kecamatan Banyumas. Lantaran jembatan licin usai diguyur hujan, warga mendambakan jembatan permanen. Salah seorang warga, Riswan (40) mengatakan, jembatan Kali Alas Kroya itu biasa digunakan warga sebagai akses menuju kebun. “Setelah hujan, jembatan itu licin, kalau bawa kayu pasti repot,” ujarnya. Kepala Desa Dawuhan, Titi Bariah mengatakan, jembatan bambu rawan kerusakan. Setiap kali rusak, pemerintah desa bersama warga memperbaiki jembatan tersebut secara swadaya. Menurut dia, jalan tersebut sering digunakan warga yang akan pergi ke Desa Binangun. Menurut dia, pemerintah desa tidak mampu membangun jembatan tersebut secara permanen. Karena itu, desa mengusulkan pembangunan jembatan itu dalam Musrenbang kecamatan beberapa waktu lalu. “Kami mengusulkan panjang jembatan sekitar 13 meter dan lebar sekitar tiga meter,”ujarnya. Dia menambahkan, lantaran akses jalan yang sulit, harga kayu menjadi lebih murah. Sebab pedagang mempertimbangkan biaya  operasional dalam proses mengangkut kayu. “Kalau aksesnya mudah mungkin bisa meningkatkan harga kayu,”imbuhnya.

 http://www.radarbanyumas.co.id/warga-dambakan-jembatan-permanen/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar