Entri yang Diunggulkan

Info Tentang Blog Banyumas Corner

saya mencoba mendeskripsikan sebuah ungkapan yang berasal dari bahasa populer saat ini yaitu ungkapan Menduniakan Banyumas dan Memb...

Selasa, 19 April 2016

Toilet Sekelas Rest Room Hotel Taman Satria


Toilet Sekelas Rest Room Hotel, Anggaran Satu Toilet Rp 200 Juta

FOTO A+HL
PURWOKERTO – Taman Satria Berkoh dalam waktu dekat bakal ditambah fasilitas toliet yang mewah. Pasalnya, untuk pembangunan dua toilet yakni di sisi utara dan selatan taman dianggarkan Rp 400 juta. Dengan anggaran yang berasal dari dana alokasi khusus (DAK) infrastruktur publik daerah, dua toliet tersebut akan dibangun layaknya rest room hotel.
Kasi Air Bersih dan Penyehatan Lingkungan Dinas Cipta Karya Kebersihan dan Tata Ruang (DCKKTR) Kabupaten Banyumas Widodo Sugiri ST mengatakan, nantinya toilet umum akan dibangun layaknya rest room hotel.
“Intinya dengan dana sebesar itu, kita akan bangun toilet dengan standar sebaik mungkin. Saat ini saya belum bisa bercerita terlalu jauh, karena segala bentuk perencanaannya masih dalam tahap koreksi,” katanya.
Tidak hanya pembangunan toilet di Taman Satria Berkoh yang menyedot anggaran cukup fantastis. Di GOR Satria juga akan dibangun toilet di bagian depan sebelah selatan dengan anggaran Rp 500 juta.
“Kita usahakan material yang digunakan material yang bagus untuk toiletnya. Selain itu ada beberapa ruang tertutup yang dipakai dengan bahan beton bertulang. Toilet juga dipisahkan antara laki-laki dan perempuan, serta dilengkapi wastafel. Untuk yang laki-laki kita lengkapi dengan urinoir,” lanjut Giri.
Giri menjelaskan, yang membuat anggaran yang dibutuhkan terlihat cukup besar yaitu untuk pembangunan ipal. “Kita memakai Ipal dengan sistem anaerob. Pada sistem anaerob sudah tertutup dan tidak lagi memerlukan pompa. Untuk kebutuhan energinya lebih rendah. Tingkat pengolahan mencapai 95 persen, produksi lumpur rendah, stabilitas proses terhadap toksik dan perubahan beban rendah, kebutuhan nutrien rendah dan produksi biogasnya dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi,” terangnya.
Dia menambahkan, dengan menggunakan ipal anaerob kerapian dan keindahan taman tetap terjaga. Biaya perawatan yang dikeluarkan juga akan lebih murah. “Hanya karena tidak memerlukan pompa untuk aerasi berarti harus ada biaya tambahan untuk listrik. Rincian biayanya juga masih terus dihitung. Mudah-mudahan akhir April bisa selesai semua untuk segera diajukan lelang,” tandas Giri

Tidak ada komentar:

Posting Komentar