Langsung ke konten utama

Pedagang Serayu Stone Gulung Tikar



25 April 2016  Suara Banyumas 
Foto: suaramerdeka.com/dok
Foto: suaramerdeka.com/dok
 Jumlah pedagang di pusat penjualan batu akik dan benda antik Serayu Stone Purwokerto menurun drastis. Pedagang yang semula berjumlah sekitar 50 orang, kini tinggal menyisakan sekitar 15 pedagang.
Bendahara paguyuban pedagang, Tasiran, mengatakan sebagian besar pedagang batu akik itu memilih meninggalkan lapaknya karena tidak mampu bersaing. Pasalnya omset mereka menurun, karena jumlah pembeli menurun drastis.
“Pedagang batu akik sekarang sedang prihatin, berbeda ketika sedang ramai dulu. Sekarang tinggal pedagang-pedagang lama saja, mereka (pedagang baru-red) tidak kuat karena jumlah pembeli menurun drastis. Usaha ini butuh modal besar,” ungkapnya, Senin (25/4).
Dia meminta Pemkab turun tangan untuk mengatasi persoalan itu. Para pedagang di situ berharap, ke depan lokasi yang semula akan dijadikan sebagai selter PKL Jensoed itu kembali ramai seperti ketika awal dibuka awal tahun 2015 lalu.
Sebelumnya, Kabid Pasar dan PKL Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Dinperindagkop) Banyumas, Amrin Ma’ruf, mengatakan salah satu upaya yang memungkinkan dilakukan adalah dengan diversifikasi produk.
Sebab, menurut dia, lesunya jual beli akik tidak hanya terjadi di wilayah Banyumas saja, melainkan hampir terjadi di seluruh wilayah. Namun wacana tersebut tidak akan diterapkan secara terburu-buru. Pihaknya akan melakukan koordinasi dengan seluruh pihak.


Pedagang Serayu Stone Didorong Kreatif

26 April 2016   Suara Banyumas 

Pemkab Banyumas mendorong pedagang di pusat penjualan batu akik dan benda antik Serayu Stone Purwokerto untuk kreatif. Kreatifivas diperlukan untuk memancing minta pembeli berdatangan ke lokasi itu.
Kabid Pasar dan PKL Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Dinperindagkop), Amrin Ma’ruf, mengatakan akan melakukan komunikasi dengan pedagang. Pemkab menyatakan siap memfasilitasi keinginan pedagang.
“Saya minta kepda pahuyuban untuk rempugan, mungkin punya ide atau keinginan seperti apa (untuk mengembangkan Serayu Stone), nanti bisa dikomuniksasikan. kami sifatnya hanya memfasilitasi tempatnya saja,” katanya, Selasa (26/4).
Dia mengusulkan untuk meramaikan tempat itu, paguyuban diminta menggandeng komunitas pecinta batu akik misalnya, membuat sebuah even. Even itu dinilai dapat dijadikan sebagai sarana promosi yang efektif untuk menarik minat pengunjung.
Seperti diberitakan, jumlah pedagang di pusat penjualan batu akik dan benda antik Serayu Stone Purwokerto menurun drastis, bahkan gulung tikar. Pedagang yang semula berjumlah sekitar 50 orang, kini tinggal menyisakan sekitar 15 pedagang.
Bendahara paguyuban pedagang, Tasiran, mengatakan sebagian besar pedagang batu akik itu memilih meninggalkan lapaknya karena tidak mampu bersaing. Pasalnya omset mereka menurun, karena jumlah pembeli menurun drastis.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rencana Jalan TOL Pejagan /Tegal - Wangon - Cilacap Dalam Tahap Penyusunan FS

Up date info :  Ternyata info terbaru diusulkan bukan dari Tegal tapi dari Pejagan, Yaitu Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap dan Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap


Peta Usulan Program Bina Marga Antar WPS Brebes-Cilacap

 Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap



update info berita ini Minggu 12 Feb 2017, 10:59 WIB Tegal Cilacap Bakal Terbangun Jalan TolDana Aditiasari - detikFinance Sisi Selatan Pulau Jawa bakal kehadiran proyek jalan tol, salah satunya adalah proyek jalan tol Tegal-Cilacap. Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zuna.
"Itu kan tol prakarsa, artinya usulan dari pihak swasta. Usulannya sudah masuk ke kami, mudah-mudahan bisa lelang tahun ini," kata dia dihubungi detikFinance, Minggu (12/2/2017).
Jalan tol ini, kata Herry, diprakarsai oleh BUMN jalan tol, PT Jasamarga (Persero). Jalan tol ini bakal menjadi alternati…

JNE Resmikan Wangon Gateway

Tingkatkan Kecepatan Layanan JNE Resmikan Wangon Gateway
Salah satu perusahaan jasa pengiriman ekspres dan logistik nasional, JNE terus memperkuat berbagai sektor salah satunya infrastruktur dan jaringan. Selain di Bandung, telah mengoperasikan Jakarta Gateway, Surabaya Gateway dan Wangon Gateway. Perluasan infrastruktur pun tidak hanya di Pulau Jawa, tapi juga dilakukan di JNE Medan dan Kantor Perwakilan baru JNE di Batam. Selanjutnya Gateway Makasar .

Peresmian JNE Gateway Wangon (Foto : Edi Romadhon)

















:  Demi meningkatkan kecepatan layanan pengiriman bagi customer, JNE melakukan penambahan infrastruktur. Realisasi dari penambahan infrastruktur tersebut adalah pembangunan Wangon Gateway yang berlokasi Jl Raya Klapagading Rt 04 Rw 08 Kecamatan Wangon Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.
Mohammad Feriadi, selaku Presiden Direktur JNE, dalam sambutannya menyampaikan, setelah peluncuran 7 produk di bulan Februari 2016 yang lalu, pembukaan Gateway Wangon merupakan salah satu wujud pengembangan i…

Rencana Jalan TOL Ajibarang Wangon

Dalam perkembangannya rencana pembangunan jalan Tol Ajibarang Wangon terakomodasi dengan disetujuinya Rencana Jalan Tol Tegal Cilacap yang aksesnya dipastikan melewati kota kota ini.

Berdasarkan RTRW Jateng 2009-2029, Kabupaten Banyumas akan dilalui jalan tol Tegal-Cilacap. Rutenya dimulai dari Tegal-Prupuk-Bumiayu-Ajibarang-Wangon-Cilacap. Sedangkan untuk Kabupaten Cilacap akna dilalui Jalan tol Cilacap-Yogyakarta, rutenya dimulai dari Cilacap-Buntu-Sumpiuh-Kebumen-Purworejo-Kulon Progo, Yogyakarta.
Meskipun tidak melewati Kota Purwokerto, tapi dengan akses yang memadai terutama ke Wangon yang menurut informasi menjadi lokasi TOL Gate , maka tetap berperan signifikan terhadap mobilitas dari Purwokerto ke luar daerah. 
Ini adalah konsekuensi sebuah perkembangan dimana dampak dibukanya TOl Cipali tenyata semakin membuat kawasan Banyumas padat. bahkan yang menjadi pelajaran bersama adalah kasus rusaknya jembatan Comal Pemalang beberapa tahun lalu, mengakibatkan kemacetan parah di Jalur…