Langsung ke konten utama

ketidakpuasan terhadap kinerja Husein-Budhi


Tiga Tahun Husein-Budhi, Ekonomi dan Infrastruktur Paling Dikeluhkan

PURWOKERTO – Sebagian besar masyarakat di Banyumas mengaku tidak puas terhadap kepemimpinan Husein-Budhi. Pasalnya, selama tiga tahun kepemimpinan mereka, belum ada perubahan signifikan terhadap masyarakat melalui kebijakan dan program kerja selama menjabat Bupati dan Wakil Bupati Banyumas periode 2013-2018.
FOTO A
Berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh Lingkar Kajian Banyumas FISIP Unsoed terhadap 400 responden, 54 persen di antaranya menyatakan ketidakpuasan terhadap kinerja Husein-Budhi. Beberapa sektor yang disoroti antara lain bidang ekonomi, infrastruktur, pendidikan dan kesehatan.
Koordinator LKB FISIP Unsoed, Novita Sari mengatakan, kebanyakan masyarakat tidak puas di bidang ekonomi dan infrastruktur. Lebih lanjut dikatakan, untuk bidang ekonomi sebagian besar masyarakat masih mengeluhkan minimnya lapangan pekerjaan.
“Sektor ketenagakerjaan memang paling banyak disoroti masyarakat. Karena jika dibandingkan dengan beberapa daerah lain yang ada di sekitar Banyumas, lapangan pekerjaan di Banyumas terbilang minim, sehingga kebanyakan masyarakat lebih memilih hijrah,” jelasnya dalam Diskusi Publik dan Survei Kepuasan Publik terhadap 3 Tahun Kepemimpinan Husein-Budhi, Jumat (22/4) kemarin.
Rincian tingkat kepuasan masyarakat di bidang ekonomi, jika didasarkan survei masyarakat antara lain 58,25 persen responden menyatakan kurang puas, 33,25 persen mengaku puas, 3,5 persen sangat tidak puas, 2,25 persen puas, dan 2,75 persen tidak menjawab survei.
Tidak hanya di sektor ketenagakerjaan, Novita menambahkan, prosedur membuka usaha dan akses modal usaha dari Pemda juga dinilai masih minim. Sehingga kebanyakan masyarakat mengaku kesulitan. “Pemberdayaan UMKM dan pengembangan potensi andalan desa juga perlu dibenahi, karena hal itu menjadi salah satu hal yang menjadi permasalahan di masyarakat saat ini,” tegasnya.
Untuk bidang infrastuktur, kondisi jalan di Banyumas juga menjadi salah satu yang paling disoroti masyarakat. Menurutnya, meski sudah ada beberapa jalan yang memiliki kondisi baik, tingkat pengawasan dan perawatan jalan oleh pemkab masih sangat minim.
Dia mengatakan, latar belakang diadakannya survei bukan semata-mata untuk kepentingan politik atau semacamnya. Menurutnya, survei yang dilakukan merupakan bentuk independensi dari LKB FISIP Unsoed dalam menilai tiga tahun kepemimpinan Husein-Budhi.
Menurutnya, tahun ketiga merupakan tahun klimaks, dimana di tahun ini seluruh program Bupati dan Wakil Bupati sudah diaplikasikan ke masyarakat. Sehingga respon masyarakat sangat dibutuhkan sebagai bahan evaluasi agar lebih baik ke depannya.
Ketua Tim Survei LKB FISIP Unsoed, Laelatul Janah menjelaskan, survei dilakukan pada 400 responden yang tersebar di 50 desa di 27 kecamatan. Waktu pelaksanaan survei sejak tanggal 28 Maret-3 April 2016. Adapun sampel responden yang ada diambil dari tingkat RT, sebegai patokan berhasil tidaknya kebijakan yang sudah diterapkan.
“Kita melakukan survei dengan metode multi-stage random sampling dan memiliki toleransi kesalahan margin of error sebesar lebih kurang 5 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen,” jelasnya.
Untuk responden yang dijadikan sampel, jika dibandingkan gender maka terdiri atas 49,25 persen laki-laki dan 50,75 persen perempuan. Untuk mayoritas kategori umur berada di umur 31-50 tahun, dengan jenjang pendidikan didominasi lulusan SMA dengan 33 persen.
Meski secara umum masyarakat mengatakan kepuasan terhadap kebijakan pemerintah di bidang kesehatan dan pendidikan melalui program KBS dan KBP, namun sebagian besar masyarakat masih belum puas terhadap realisasi kebijakan tersebut.
Dari survei yang dilakukan, masyarakat menilai KBS masih belum tepat sasaran. Beberapa juga mengaku masih kesulitan mengakses kesehatan gratis untuk warga miskin meski memiliki KBS. “Sedangkan untuk KBP, sebagian besar masyarakat tidak mengetahui bagaimana prosedur penggunaannya, karena sosialisasi dinilai masih belum merata ke semua wali murid,” jelasnya.
Dekan FISIP Unsoed, Dr Ali Rokhman MSi menambahkan, dari survei yang sudah dilakukan, apresiasi masyarakat dinilai cukup baik dan sangat mengharapkan kebijakan yang lebih baik lagi. Ditegaskan, survei yang dilakukan ini bukan hanya sekadar survei, tapi bisa dijadikan masukkan kepada Pemkab Banyumas agar bisa lebih baik ke depannya.
“Survei ini tidak dilakukan asal-asalan, tetapi melalui prosedur dan proses yang cukup panjang. Sehingga hasil survei ini memang bisa dipertanggungjawabkan,” tegasnya.


Husein : Kami Akan Perbaiki Kinerja


pwt hal 5
    Hasil survei yang dilakukan Lingkar Kajian Banyumas (LKB) Fisip Unsoed yang menyatakan ketidakpuasan terhadap kinerja Husein-Budhi, mendapat tanggapan dari Bupati Banyumas Ir H Achmad Husein,
Husein berjanji akan memperbaiki kinerjanya bersama wakil bupati. Husein siap melakukan perbaikan terutama di bidang ekonomi, infrastruktur, pendidikan dan kesehatan yang selama ini menjadi sorotan publik.
“Saya terima sebagai masukkan, supaya yang sisa dua tahun (masa kepemerintahannya) ini bisa lebih baik lagi,” kata Husein saat dikonfirmasi Radarmas, Jumat (22/4).
Namun dari hasil survei yang dilakukan LKB Fisip Unsoed, harus disertakan solusi yang baik kepada pemerintah. Sehingga upaya yang akan dilakukan untuk memperbaiki kinerjanya lebih tepat sasaran.
“Tapi kalau boleh detailnya yang tidak puas itu apa saja, dan kami harus bagaimana supaya masyarakat 100 persen puas. Kalau itu ada, bagus sekali,” ungkapnya.
Selain itu, Husein juga berpesan kepada masyarakat untuk mendukung dan membantu program pemerintah yang selama ini belum maksimal. Pasalnya, diakui untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat diperlukan juga dukungan dari masyarakat.
Husein juga berjanji akan selalu memperhatikan setiap program yang belum optimal, khususnya yang dilakukan bawahannya. “Saya akan perhatikan,” tandasnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rencana Jalan TOL Pejagan /Tegal - Wangon - Cilacap Dalam Tahap Penyusunan FS

Up date info :  Ternyata info terbaru diusulkan bukan dari Tegal tapi dari Pejagan, Yaitu Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap dan Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap


Peta Usulan Program Bina Marga Antar WPS Brebes-Cilacap

 Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap



update info berita ini Minggu 12 Feb 2017, 10:59 WIB Tegal Cilacap Bakal Terbangun Jalan TolDana Aditiasari - detikFinance Sisi Selatan Pulau Jawa bakal kehadiran proyek jalan tol, salah satunya adalah proyek jalan tol Tegal-Cilacap. Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zuna.
"Itu kan tol prakarsa, artinya usulan dari pihak swasta. Usulannya sudah masuk ke kami, mudah-mudahan bisa lelang tahun ini," kata dia dihubungi detikFinance, Minggu (12/2/2017).
Jalan tol ini, kata Herry, diprakarsai oleh BUMN jalan tol, PT Jasamarga (Persero). Jalan tol ini bakal menjadi alternati…

Rencana Jalan TOL Ajibarang Wangon

Dalam perkembangannya rencana pembangunan jalan Tol Ajibarang Wangon terakomodasi dengan disetujuinya Rencana Jalan Tol Tegal Cilacap yang aksesnya dipastikan melewati kota kota ini.

Berdasarkan RTRW Jateng 2009-2029, Kabupaten Banyumas akan dilalui jalan tol Tegal-Cilacap. Rutenya dimulai dari Tegal-Prupuk-Bumiayu-Ajibarang-Wangon-Cilacap. Sedangkan untuk Kabupaten Cilacap akna dilalui Jalan tol Cilacap-Yogyakarta, rutenya dimulai dari Cilacap-Buntu-Sumpiuh-Kebumen-Purworejo-Kulon Progo, Yogyakarta.
Meskipun tidak melewati Kota Purwokerto, tapi dengan akses yang memadai terutama ke Wangon yang menurut informasi menjadi lokasi TOL Gate , maka tetap berperan signifikan terhadap mobilitas dari Purwokerto ke luar daerah. 
Ini adalah konsekuensi sebuah perkembangan dimana dampak dibukanya TOl Cipali tenyata semakin membuat kawasan Banyumas padat. bahkan yang menjadi pelajaran bersama adalah kasus rusaknya jembatan Comal Pemalang beberapa tahun lalu, mengakibatkan kemacetan parah di Jalur…

Objek Wisata Karang Penginyongan Karangtengah Cilongok

update info






GRAFIKA GROUP KEMBANGKAN WISATA DI KARANG PENGINYONGAN
KAWASAN WISATA KARANG PENGINYONGAN CIPENDOK
LAUTAN BUNGA DI TAMAN PENGINYONGAN
TITIAN KASIH KE PUNTUK ASMARA



[Suara Banyumas] Kawasan Objek Wisata Karang Penginyongan di Desa Karangtengah, Kecamatan Cilongok, Banyumas, bakal dikembangkan menjadi destinasi wisata dan budaya yang terintegrasi. Tujuannya menarik wisatawan untuk mengunjungi wilayah Banyumas bagian barat. Hal itu diungkapkan budayawan Ahmad Tohari dalam Sosialisasi Pengembangan Taman Wisata dan Budaya Karang Panginyongan, Minggu (17/1). Dia mengatakan, Karang Penginyongan ini diarahkan untuk menjadi kawasan wisata edukatif. Arahnya untuk membentuk karakter kepribadian pengunjungnya. ”Banyumas membutuhkan destinasi wisata dengan konsep yang baru, tidak hanya untuk objek wisata massal. Selain itu, sudah waktunya kantongkantong kebudayaan disiapkan untuk menarik wisatawan. Banyumas butuh usaha pariwisata berbasis alam dan juga pemikiran untuk p…