Langsung ke konten utama

Pencurian Anggrek di Hutan Lereng Slamet


Marak Pencurian Anggrek di Hutan Lereng Slamet

20 April 2016 18:50 WIB Category: Suara Banyumas 
foto: ISTIMEWA
foto: ISTIMEWA
BANYUMAS, suaramerdeka.com - Pencurian berbagai jenis tanaman anggrek dan penjalin cacing di wilayah hutan lereng Gunung Slamet belakangan ini marak. Pencurinya secara berkelompok dan kebanyakan dari Jawa Barat. Informasinya, saat ini jenis tanaman hias ini di daerah tersebut sedang banyak diminati atau diburu pembeli dan sebagian ada yang di ekspor ke luar negeri.
Komandan Jagabaya Tourism Independent Security Baturraden, Warjito mengungkapkan, dalam waktu sebulan terakhir ini saja, pihaknya berhasil menangkap tiga kelompok berbeda. Mereka berasal dari kelompok Garut, kelompok Bandung dan kelompok gabungan, Tasikmalaya-Bandung. “Jumlah yang mereka ambil tidak tanggung-tanggung, sampai ada yang kepergok membawa tiga karung dan setelah kita serahkan ke pihak Kebun Raya Baturraden, isinya jenis tanaman anggrek dan penjalin cacing,” kata dia, Rabu (20/4).
Menurutnya, saat diinterograsi mereka mengaku tanaman anggrek dari hutan Baturraden yang jumlahnya lebih dari 100 varietas dan penjalin cacing sengaja untuk dijual kembali. Termasuk ada yang menampung untuk di ekspor ke Jepang. Jenis anggrek yang diambil ditanam di tanah dan jenis kantong semar. Sedangkan yang menempel, mereka harus membawa alat bantu seperti pakis. “Kalau di Baturraden jenis anggrak dijual sekitar Rp 20.000-Rp 25.000 per pohon, di Bandung katanya sampai Rp 100.000-Rp 200.000. Untuk penjalin cacing di Baturraden sekitar Rp 100.000-Rp 200.000, di sana sampai Rp 1 juta.”
Dia mengatakan, jalur untuk masuk hutan yang sulit dipantau terutama ke arah Pancuaran Tujuh lewat Kalipagu. Sedangkan dari arah lokawisata Baturraden, kawasan pengelolaan Palawi maupun Kebun Raya relatif bisa terpantau leh pasukan pengamanan swakarsa masyarakat ini, bersama mandor dan polisi hutan. Namun karena keterbatasan personel dan luasnnya kawasan hutan di lereng Gunung Slamet, lalu lintas para pencuri tidak bisa diawasi semua. Bahkan diakui, sebagian ada yang bekerjasama dengan penduduk lokal, dengan modus berperan sebagai pencari rumput.
Warjito mengatakan, selian dua jenis tanaman tersebut, beberapa waktu lalu, pihaknya bersama kelompok pecinta alam Radenpala, juga pernah memergoki pencuri lumut angin di hutan alam bagian atas. “Kalau yang ini cara mengambilnya lebih parah karena harus menebang pohonnya dan ini kan merusak kelestarian alam. Ini juga dari orang-orang luar kota. Setelah kita pergoki, tidak muncul lagi, namun belakangan yang muncul para pengambil angrek dan penjalin cacing,” ujarnya. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rencana Jalan TOL Pejagan /Tegal - Wangon - Cilacap Dalam Tahap Penyusunan FS

Up date info :  Ternyata info terbaru diusulkan bukan dari Tegal tapi dari Pejagan, Yaitu Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap dan Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap


Peta Usulan Program Bina Marga Antar WPS Brebes-Cilacap

 Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap



update info berita ini Minggu 12 Feb 2017, 10:59 WIB Tegal Cilacap Bakal Terbangun Jalan TolDana Aditiasari - detikFinance Sisi Selatan Pulau Jawa bakal kehadiran proyek jalan tol, salah satunya adalah proyek jalan tol Tegal-Cilacap. Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zuna.
"Itu kan tol prakarsa, artinya usulan dari pihak swasta. Usulannya sudah masuk ke kami, mudah-mudahan bisa lelang tahun ini," kata dia dihubungi detikFinance, Minggu (12/2/2017).
Jalan tol ini, kata Herry, diprakarsai oleh BUMN jalan tol, PT Jasamarga (Persero). Jalan tol ini bakal menjadi alternati…

Rencana Jalan TOL Ajibarang Wangon

Dalam perkembangannya rencana pembangunan jalan Tol Ajibarang Wangon terakomodasi dengan disetujuinya Rencana Jalan Tol Tegal Cilacap yang aksesnya dipastikan melewati kota kota ini.

Berdasarkan RTRW Jateng 2009-2029, Kabupaten Banyumas akan dilalui jalan tol Tegal-Cilacap. Rutenya dimulai dari Tegal-Prupuk-Bumiayu-Ajibarang-Wangon-Cilacap. Sedangkan untuk Kabupaten Cilacap akna dilalui Jalan tol Cilacap-Yogyakarta, rutenya dimulai dari Cilacap-Buntu-Sumpiuh-Kebumen-Purworejo-Kulon Progo, Yogyakarta.
Meskipun tidak melewati Kota Purwokerto, tapi dengan akses yang memadai terutama ke Wangon yang menurut informasi menjadi lokasi TOL Gate , maka tetap berperan signifikan terhadap mobilitas dari Purwokerto ke luar daerah. 
Ini adalah konsekuensi sebuah perkembangan dimana dampak dibukanya TOl Cipali tenyata semakin membuat kawasan Banyumas padat. bahkan yang menjadi pelajaran bersama adalah kasus rusaknya jembatan Comal Pemalang beberapa tahun lalu, mengakibatkan kemacetan parah di Jalur…

JNE Resmikan Wangon Gateway

Tingkatkan Kecepatan Layanan JNE Resmikan Wangon Gateway
Salah satu perusahaan jasa pengiriman ekspres dan logistik nasional, JNE terus memperkuat berbagai sektor salah satunya infrastruktur dan jaringan. Selain di Bandung, telah mengoperasikan Jakarta Gateway, Surabaya Gateway dan Wangon Gateway. Perluasan infrastruktur pun tidak hanya di Pulau Jawa, tapi juga dilakukan di JNE Medan dan Kantor Perwakilan baru JNE di Batam. Selanjutnya Gateway Makasar .

Peresmian JNE Gateway Wangon (Foto : Edi Romadhon)

















:  Demi meningkatkan kecepatan layanan pengiriman bagi customer, JNE melakukan penambahan infrastruktur. Realisasi dari penambahan infrastruktur tersebut adalah pembangunan Wangon Gateway yang berlokasi Jl Raya Klapagading Rt 04 Rw 08 Kecamatan Wangon Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.
Mohammad Feriadi, selaku Presiden Direktur JNE, dalam sambutannya menyampaikan, setelah peluncuran 7 produk di bulan Februari 2016 yang lalu, pembukaan Gateway Wangon merupakan salah satu wujud pengembangan i…