Entri yang Diunggulkan

Info Tentang Blog Banyumas Corner

saya mencoba mendeskripsikan sebuah ungkapan yang berasal dari bahasa populer saat ini yaitu ungkapan Menduniakan Banyumas dan Memb...

Selasa, 12 September 2017

Arsip Dokumentasi Kota Lama Banyumas Sebelum Revitalisasi

Dokumentasi berikut menjadi sesuatu yang penting karena menjadi bagian dari pertumbuhan kawasan kota lama Banyumas yang telah sekian lama hening dan jauh dari sentuhan pembangunan. Revitalisasi menjadi tahapan penting realisasi rencana pengembangan wisata kota pusaka atau warisan Banyumas sebagaimana tercantum dalam Perda RTRW Kabupaten Banyumas.





Arsip Suara Merdeka

Sejumlah tokoh Banyumas mengikuti diskusi mengenai pengembangan kota lama Banyumas di ruang pertemuan Kantor Kecamatan Banyumas, Minggu (17/7) yang dikemas dalam Dopokan Rembug Banyumas. Kegiatan yang diprakarsai beberapa tokoh putra daerah itu dihadiri beberapa anggota DPRD Banyumas seperti Yoga Sugama dan Didi Rudianto (Komisi D), Bambang Puji ( Komisi B), Wakil Sekjen DPR RI, Ahmad Juned, Wakil Rektor Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka, Pudjo Sumedi.

Dalam sambutannya, Ahmad Djuned yang merupakan putra daerah Banyumas mengatakan bahwa acara bincang – bincang yang dipandu oleh budayawan Banyumas Bambang “Dodit” Widodo merupakan bentuk kepedulian masyarakat dalam upaya menemukan konsep pengembangan kota lama ke depan.”Tujuan awal dopokan ini untuk mengumpulkan pendapat dan ide dari peserta
untuk dijadikan rekomendasi kepada dinas terkait dan pemerintah Kabupaten Banyumas,” kata dia.


Dalam diskusi itu mencuat usulan pengembangan kota lama yang memiliki benda-benda cagar budaya yang masuk dalam daftar cagar budaya. Kawasan kota lama diusulkan menjadi kantong kebuidayaan dan pendidikan.


Pemerintah Kecamatan Banyumas menyambut positif rencana pengembangan wisata di kawasan Kota Lama Banyumas. Rencana pengembangan itu diharapkan dapat membawa dampak positif bagi masyarakat setempat. “Kalau bisa digarap betul (pengembangan wisata kota lama), akan menciptakan multiefek untuk masyarakat sekitar.
Perekonomian masyarakat akan ikut meningkat,” kata Camat Banyumas, Achmad Suryanto, kemarin. Dia mengatakan di kawasan kota lama terdapat sejumlah gedung tua yang memiliki nilai sejarah. Kemudian terdapat Museum Wayang, perajin batik tradisional.
Terbaru sedang dibangun Taman Sari untuk mendukung pengembangan wisata. “Di sekitar sini ada daya tarik berupa bangunan-bangunan tua. Wisatawan bisa jalan-jalan mengunjungi museum wayang, kemudian berjalan kaki ke taman sari, selanjutnya berjalan ke arah utara mengunjungi perajin batik, atau sebaliknya,” ujar dia.
Menurutnya di sekitar wilayah tersebut juga bisa dijadikan kampung wisata. Kampung wisata dapat memanfaatkan keberadaan bangunan- bangunan tua untuk tempat penginapan. “Bangunan-bangunan tua bisa dijadikan sebagai penginapan untuk para wisatawan,” ujar dia.
Wisata budaya, lanjut dia, bisa dipadukan dengan wisata religi. Seperti diketahui di Banyumas terdapat makam tokoh-tokoh Banyumas yang berada di Desa Dawuhan. “Di samping wisata budaya, ada juga wisata religi,” kata dia. Seperti diberitakan, Pemkab Banyumas merevitalisasi Taman Sari di belakang kompleks pendapa duplikat Si Panji Banyumas.
Selain revitalasi taman sari, tahun ini juga sedang dilakukan revitalisasi alunalun tahap kedua. Revitalisasi itu merupakan salah satu bagian dari rencana pengembangan wisata di Kota Lama Banyumas. Di sekitar situ banyak bangunan bersejarah, seperti Masjid Agung Nur Sulaiman, komplek pangeranan, dan kompleks kepatihan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar