Langsung ke konten utama

Pengelolaan Wisata Curug Belum Maksimal

curug
PURWOKERTO – Kabupaten Banyumas terkenal dengan kota “Seribu Curug”. Banyak wisatawan dari luar kota yang berkunjung di daerah ini hanya untuk menikmati keindahan air terjunnya. Meski demikian, pengelolaan curug-curug di Banyumas sampai saat ini belum sepenuhnya dikelola dengan baik.
Kabid Pariwisata Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Kabupaten Banyumas Deskart Djatmiko mengatakan, pengelolaan curug menjadi kewenangan pemerintah desa. Pemkab hanya memfasilitasi dan mendorong, jika pihak desa membutuhkan bantuan untuk pengembangan.
“Anggarannya ada, kami pun siap membantu. Hanya saja, kita juga harus melihat keseriusan warga setempat. Jangan sampai anggarannya sudah keluar, tapi pengelolaannya tidak serius. Yang ada malah terbuang sia-sia anggaran yang sudah dikeluarkan,” kata Deskart.
Di sisi lain, lanjut dia, pengelolaan curug yang merupakan sumber air sungai bukan menjadi kewenangan Dinporabudpar, tetapi Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (SDABM). “Itu bukan tupoksi kami, yang ada nanti kita melanggar. Kecuali kalau pihak desa sudah mengelola curug di wilayahnya untuk dijadikan tempat wisat, kami bisa memfasilitasi,” ujar dia.
Menurutnya, tugas Pemkab dalam mengembangkan desa menjadi desa wisata, ada dua ketentuan yakni aktif dan pasif. “Kita aktif dalam perencanaan, seperti di Curug Nangga. Kita meencanakannya. Sementara kita pasif karena kita menunggu dari pihak desa. Tergantung Semangat warga desa tersebut,” jelasnya.
Dia menambahkan, di wilayah Banyumas saat ini ada enam desa yang akan dijadikan desa wisata dan pengembangannya pun terus dilakukan. Dari enam desa tersebut, empat diantaranya sudah mulai dikelola, yakni Desa Karang Salam Kecamatan Kemranjen, Desa Ketenger Kecamatan Baturraden, Desa Dawuhan Kecamatan Banyumas dan Desa Kemawi Kecamatan Somagede.


Curug Gemawang Minim Promosi



Curug Gemawang Minim Promosi
BANYUMAS – Akses jalan menuju Curug Gemawang di Desa Kemawi Kecamatan Somagede terbilang ekstrem. Namun meski ektrem dan jauh dari pusat keramaian, pesona alamnya tetap diburu wisatawan dari berbagai daerah.
Walaupun kini jalan menuju lokasi curug sudah bagus, namun jalur menuju wisata alam itu berkontur tanjakan, turunan, dan berliku. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi pengendara roda dua ataupun roda empat.
Salah seorang wisatawan, Beni (23) mengatakan, dia sengaja datang ke curug Gemawang untuk menikmati pemandangan alam. Menurut dia, wisata alam sekarang ini sedang booming di kalangan remaja. “Wisata alam juga bagus, ya walaupun jauh dan jalannya nanjak,” ujarnya.
Wisatawan lain Bunga (19) mengatakan, rumahnya tak begitu jauh dari curug dan masih satu Kecamatan. Menurut dia, Curug Gemawang memiliki potensi wisata yang bagus.
“Curug Gemawang sebenarnya bagus. Menurut saya promosinya harus lebih di gencarkan lagi, agar semakin banyak wisatawan yang datang kesini. Jadi yang datang kesini tak hanya wisatawan lokal,” ungkapnya.
Bunga menambahkan, apabila curug semakin ramai bisa meningkatkan perekonomian warga sekitar. “Kalau makin ramai, warga sekitar makin banyak yang jualan. Tapi harus diimbangi juga dengan tempat sampah yang tersedia,” imbuhnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rencana Jalan TOL Pejagan /Tegal - Wangon - Cilacap Dalam Tahap Penyusunan FS

Up date info :  Ternyata info terbaru diusulkan bukan dari Tegal tapi dari Pejagan, Yaitu Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap dan Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap


Peta Usulan Program Bina Marga Antar WPS Brebes-Cilacap

 Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap



update info berita ini Minggu 12 Feb 2017, 10:59 WIB Tegal Cilacap Bakal Terbangun Jalan TolDana Aditiasari - detikFinance Sisi Selatan Pulau Jawa bakal kehadiran proyek jalan tol, salah satunya adalah proyek jalan tol Tegal-Cilacap. Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zuna.
"Itu kan tol prakarsa, artinya usulan dari pihak swasta. Usulannya sudah masuk ke kami, mudah-mudahan bisa lelang tahun ini," kata dia dihubungi detikFinance, Minggu (12/2/2017).
Jalan tol ini, kata Herry, diprakarsai oleh BUMN jalan tol, PT Jasamarga (Persero). Jalan tol ini bakal menjadi alternati…

Rencana Jalan TOL Ajibarang Wangon

Dalam perkembangannya rencana pembangunan jalan Tol Ajibarang Wangon terakomodasi dengan disetujuinya Rencana Jalan Tol Tegal Cilacap yang aksesnya dipastikan melewati kota kota ini.

Berdasarkan RTRW Jateng 2009-2029, Kabupaten Banyumas akan dilalui jalan tol Tegal-Cilacap. Rutenya dimulai dari Tegal-Prupuk-Bumiayu-Ajibarang-Wangon-Cilacap. Sedangkan untuk Kabupaten Cilacap akna dilalui Jalan tol Cilacap-Yogyakarta, rutenya dimulai dari Cilacap-Buntu-Sumpiuh-Kebumen-Purworejo-Kulon Progo, Yogyakarta.
Meskipun tidak melewati Kota Purwokerto, tapi dengan akses yang memadai terutama ke Wangon yang menurut informasi menjadi lokasi TOL Gate , maka tetap berperan signifikan terhadap mobilitas dari Purwokerto ke luar daerah. 
Ini adalah konsekuensi sebuah perkembangan dimana dampak dibukanya TOl Cipali tenyata semakin membuat kawasan Banyumas padat. bahkan yang menjadi pelajaran bersama adalah kasus rusaknya jembatan Comal Pemalang beberapa tahun lalu, mengakibatkan kemacetan parah di Jalur…

Objek Wisata Karang Penginyongan Karangtengah Cilongok

update info






GRAFIKA GROUP KEMBANGKAN WISATA DI KARANG PENGINYONGAN
KAWASAN WISATA KARANG PENGINYONGAN CIPENDOK
LAUTAN BUNGA DI TAMAN PENGINYONGAN
TITIAN KASIH KE PUNTUK ASMARA



[Suara Banyumas] Kawasan Objek Wisata Karang Penginyongan di Desa Karangtengah, Kecamatan Cilongok, Banyumas, bakal dikembangkan menjadi destinasi wisata dan budaya yang terintegrasi. Tujuannya menarik wisatawan untuk mengunjungi wilayah Banyumas bagian barat. Hal itu diungkapkan budayawan Ahmad Tohari dalam Sosialisasi Pengembangan Taman Wisata dan Budaya Karang Panginyongan, Minggu (17/1). Dia mengatakan, Karang Penginyongan ini diarahkan untuk menjadi kawasan wisata edukatif. Arahnya untuk membentuk karakter kepribadian pengunjungnya. ”Banyumas membutuhkan destinasi wisata dengan konsep yang baru, tidak hanya untuk objek wisata massal. Selain itu, sudah waktunya kantongkantong kebudayaan disiapkan untuk menarik wisatawan. Banyumas butuh usaha pariwisata berbasis alam dan juga pemikiran untuk p…