Bola lampu diprediksi bisa menjadi salah satu sumber untuk memenuhi
kebutuhan data internet di masa depan. Pavlos Manousiadis, Graham
Turnbyll, dan Ifor Samuel, profesor bidang polimer dan fisika di
University of St Andreas memiliki ide untuk memenuhi kebutuhan data
internet di masa depan.
Mereka menulis artikel di The Conversation mengenai potensi penggunaan gelombang cahaya sebagai salah satu cara untuk memenuhi kebutuhan data internet.
Menurut
mereka, bukan tidak mungkin bola lampu akan menjadi sumber 'pemancar'
untuk internet. Jika internet sekarang dipancarkan melalui wifi, di masa
depan internet bisa disediakan melalui 'lifi'.
Ide ini berawal dari penggunaan tungsten pada bola lampu yang
digunakan dalam industri lampu LED. Penggunaan tungsten ini tidak
terbatas pada penggunaan lampu, tapi juga pada penggunaan wifi, jaringan
nirkabel untuk internet. Setelah wifi digunakan bertahun-tahun, mereka
memunculkan istilah lifi.
Wifi digunakan dengan spektrum
frekuensi radio dan gelombang mikro. Dengan pertumbuhan yang
berlipat-lipat dari perangkat mobile kapasitas wifi diprediksi tidak
akan mencukupi kebutuhan data.
Spektrum frekuensi radio ini dirasa tidak cukup lagi melayani
kebutuhan data yang ada. Jadi, lifi memiliki potensi untuk menggantikan
frekuensi radio dan gelombang mikro wifi. Sebab, frekuensi radio pada
spektrum elektromagnetik saat ini sudah sesak.
Sementara,
spektrum cahaya memiliki kapasitas yang besar dan tidak terpakai untuk
komuniasi. Cahaya dari LED bisa digunakan untuk merekayasa transfer
data. Tidak seperti pemancar wifi, lifi menawarkan penggunaan yang
sangat efisien.
Secara teori, menurut mereka, komunikasi melalui gelombang cahaya
tampak secara instrinsik aman. Sebuah keuntungan lebih lanjut dari lifi
adalah bahwa hal itu dapat menggunakan jaringan listrik yang ada sebagai
pencahayaan LED sehingga tidak ada infrastruktur baru diperlukan.
"Di masa depan, lampu bisa menyala lebih dari sekadar pencahayaan," tulis mereka.
(Republika, Trendtek)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar