Langsung ke konten utama

Muncul Rencana Pembangunan CBD Purwokerto

dok_radarmas/dimas_prabowo
dok_radarmas/dimas_prabowo
PURWOKERTO – Sejumlah perencanaan pembangunan di wilayah Kabupaten Banyumas menjadi bahan pertimbangan dalam pembahasan Raperda Rencana Detil Tata Ruang Kawasan (RDTRK) Perkotaan Purwokerto.
Sebagaimana diketahui, saat ini banyak perencanaan pembangunan baik pembangunan gedung maupun akses transportasi, seperti rencana pembangunan Central Bisnis Distrik (CBD) Purwokerto, wacana pembangunan jalan tol, hingga yang terbaru wacana reaktivasi perlintasan KA Purwokerto-Wonosobo, menambah pembahasan yang harus diselesaikan pansus Raperda RDTRK.
Ketua Pansus Raperda RDTRK, Subagyo menjelaskan rencana-rencana pembangunan yang ada tersebut membutuhkan penyesuaian-penyesuaian yang tepat. Sehingga tidak menyebabkan permasalahan selama 20 tahun ke depan. Dijelaskan, soal rencana pembangunan CBD Purwokerto, yang akan dibangun di wilayah antara Jalan Gerilya dengan Jalan Jensoed, saat ini dinamikanya mulai berkembang, terutama saat ada aksi dari masyarakat. Hingga akhirnya pemkab mengarahkan kembali ruang tersebut menjadi ruang terbuka hijau (RTH).
“Kemungkinan-kemungkinan perubahan seperti itulah yang masih kita cermati bersama. Karena apa yang sudah ditetapkan dalam RDTRK, tidak bisa diubah begitu saja, dan selama 20 tahun ke depan fungsi ruang yang ada harus sesuai dengan fungsi yang tertuang dalam RDTRK,” katanya.
Dia menambahkan, untuk pemanfaatan lahan yang ada, terutama berdasarkan data dari Badan Pertanahan Nasional (BPN), puluhan ribu lahan harus disesuaikan dengan peta dengan perhitungan satu banding lima ribu. Dalam
peta itu harus memperhatikan wilayah dan peruntukkannya.
“Misalnya perumahan boleh ada lokasi perdagangan dan pergudangan tapi dengan skala kecil, sehingga
banyak yang harus dicermati,” katanya.
Belum lagi, lanjutnya, mengenai rancana reaktivasi jalur KA Purwokerto-Wonosobo, yang menurutnya juga sangat perlu dipertimbangkan. Sebelumnya, dari Dirjen Perhubungan sudah memaparkan rencana tersebut. Dan paling tidak diperlukan lahan atau ruang untuk pembangunan akses tersebut.
“Kita belum tahu apakah nanti jalurnya akan digeser ke sebelah selatan lewat Pengasinan, atau malah bisa diarahkan ke arah utara, sehingga bisa menghidupkan jalur
wisata seperti Baturraden,”katanya.
Meski demikian, hingga saat ini pihaknya masih terus melakukan pembahasan dengan beberapa pihak terkait, sehingga ke depannya tidak ada kesalahan dalam penetapan RDTRK Purwokerto ke depan.
Seperti diketahui, Kamis (15/10) kemarin, Pansus Raperda RDTRK resmi meminta perpanjangan pembahasan raperda kepada pimpinan dewan. Hal tersebut dilakukan karena masih banyak hal yang perlu dikaji dan dibahas. Selain itu, perpanjangan tersebut juga dilakukan untuk menghindari hal-hal atau tekanan dari luar yang bersifat intervensi

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rencana Jalan TOL Pejagan /Tegal - Wangon - Cilacap Dalam Tahap Penyusunan FS

Up date info :  Ternyata info terbaru diusulkan bukan dari Tegal tapi dari Pejagan, Yaitu Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap dan Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap


Peta Usulan Program Bina Marga Antar WPS Brebes-Cilacap

 Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap



update info berita ini Minggu 12 Feb 2017, 10:59 WIB Tegal Cilacap Bakal Terbangun Jalan TolDana Aditiasari - detikFinance Sisi Selatan Pulau Jawa bakal kehadiran proyek jalan tol, salah satunya adalah proyek jalan tol Tegal-Cilacap. Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zuna.
"Itu kan tol prakarsa, artinya usulan dari pihak swasta. Usulannya sudah masuk ke kami, mudah-mudahan bisa lelang tahun ini," kata dia dihubungi detikFinance, Minggu (12/2/2017).
Jalan tol ini, kata Herry, diprakarsai oleh BUMN jalan tol, PT Jasamarga (Persero). Jalan tol ini bakal menjadi alternati…

Rencana Jalan TOL Ajibarang Wangon

Dalam perkembangannya rencana pembangunan jalan Tol Ajibarang Wangon terakomodasi dengan disetujuinya Rencana Jalan Tol Tegal Cilacap yang aksesnya dipastikan melewati kota kota ini.

Berdasarkan RTRW Jateng 2009-2029, Kabupaten Banyumas akan dilalui jalan tol Tegal-Cilacap. Rutenya dimulai dari Tegal-Prupuk-Bumiayu-Ajibarang-Wangon-Cilacap. Sedangkan untuk Kabupaten Cilacap akna dilalui Jalan tol Cilacap-Yogyakarta, rutenya dimulai dari Cilacap-Buntu-Sumpiuh-Kebumen-Purworejo-Kulon Progo, Yogyakarta.
Meskipun tidak melewati Kota Purwokerto, tapi dengan akses yang memadai terutama ke Wangon yang menurut informasi menjadi lokasi TOL Gate , maka tetap berperan signifikan terhadap mobilitas dari Purwokerto ke luar daerah. 
Ini adalah konsekuensi sebuah perkembangan dimana dampak dibukanya TOl Cipali tenyata semakin membuat kawasan Banyumas padat. bahkan yang menjadi pelajaran bersama adalah kasus rusaknya jembatan Comal Pemalang beberapa tahun lalu, mengakibatkan kemacetan parah di Jalur…

JNE Resmikan Wangon Gateway

Tingkatkan Kecepatan Layanan JNE Resmikan Wangon Gateway
Salah satu perusahaan jasa pengiriman ekspres dan logistik nasional, JNE terus memperkuat berbagai sektor salah satunya infrastruktur dan jaringan. Selain di Bandung, telah mengoperasikan Jakarta Gateway, Surabaya Gateway dan Wangon Gateway. Perluasan infrastruktur pun tidak hanya di Pulau Jawa, tapi juga dilakukan di JNE Medan dan Kantor Perwakilan baru JNE di Batam. Selanjutnya Gateway Makasar .

Peresmian JNE Gateway Wangon (Foto : Edi Romadhon)

















:  Demi meningkatkan kecepatan layanan pengiriman bagi customer, JNE melakukan penambahan infrastruktur. Realisasi dari penambahan infrastruktur tersebut adalah pembangunan Wangon Gateway yang berlokasi Jl Raya Klapagading Rt 04 Rw 08 Kecamatan Wangon Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.
Mohammad Feriadi, selaku Presiden Direktur JNE, dalam sambutannya menyampaikan, setelah peluncuran 7 produk di bulan Februari 2016 yang lalu, pembukaan Gateway Wangon merupakan salah satu wujud pengembangan i…