Langsung ke konten utama

Belajar Kepada Batu



Seorang pelajar gagal pada ujian sekolah lanjutannya. Tahun berikutnya ia ikut lagi, dan masih saja gagal. Setelah gagal hingga tiga kali, ia sangat malu dengan keadaanya, Ia pun meninggalkan rumah.
Ia terus berjalan tanpa tujuan. Setelah lama berjalan, ia berhenti di dekat sebuah sumur untuk menghilangkan haus. Banyak wanita dan anak-anak berkumpul di sekitarnya. Mereka mengisi tempayan-tempayan secara bergiliran. Di sana ia menangkap suatu tanda yang amat berharga. Ia benar-benar tergerak, dan hausnya telah hilang. Ia heran ketika ia berpikir bahwa dirinya telah menemukan sesuatu yang jauh lebih besar dibandingkan dengan air yang mulanya ia cari.
Apa yang terjadi cukup sederhana. Orang-orang mendatangi sumur untuk mengambil air. Biasanya mereka membawa tempayan yang terbuat dari tanah. Mereka akan meletakkan sebuah tempayan di atas sebuah batu dekat sumur. Kekagumannya adalah pada bagian batu tempat tempayan tergesek, ada lubang di sana. Pikirnya, tempayan terbuat dari tanah, namun ketika diletakan di atas tempat yang sama berulang –ulang akan mengikis batu, benda yang lebih keras dari tanah. Benda yang kuat kalah dengan benda yang lemah hanya melalui perbuatan yang berulang-ulang. “Kemudian, mengapa aku tidak berhasil dalam ujian jika aku begitu sabar? Aku yakin dapat mengatasi rintangan-rintangan  denagn usaha yang lebih besar dalam pelajaran” pikirnya dalam hati.
Segera ia putuskan untuk pulang dan mulai berusaha keras untuk  belajar sekali lagi. Tahun berikutnya, ia ikut ujian untuk keempat kalinya dalam ujian sekolah lanjutan. Kali ini hasilnya jauh berbeda dengan sebelumnya, Ia dapat mengerjakan dengan baik dan mendapat nilai tertinggi. Setelah gagal tiga kali, akhirnya ia mengenal dirinya.
Pelajaran dari batu itu telah mengubah hidupnya. Pelajar yang mulanya pergi dari rumah , karena tak dapat menerima kegagalan, telah datang untuk menjadi nomor atu dalam sebuah ujian yang ia ambil. Ketika mendapat nilai tertinggi pada tes magisternya, ia memperoleh beasiswa untuk belajar ke luar negeri mengambil program doktoral dari lembaga donatur pendidikan.
Mungkin ini satu-satunya kejadian. Namun, sebenarnya di setiap tempat  adasebuah “batu” yang menunjukan kekurangan dan kegagalan seseorang. Batu dapat mengajari seseorang suatu pelajaran yang membuatnya menerima pesan-pesan yang dibawa. Hanya dengan mau melihat “batu”seperti itulah solusi yang tepat dapat kita temukan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rencana Jalan TOL Pejagan /Tegal - Wangon - Cilacap Dalam Tahap Penyusunan FS

Up date info :  Ternyata info terbaru diusulkan bukan dari Tegal tapi dari Pejagan, Yaitu Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap dan Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap


Peta Usulan Program Bina Marga Antar WPS Brebes-Cilacap

 Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap



update info berita ini Minggu 12 Feb 2017, 10:59 WIB Tegal Cilacap Bakal Terbangun Jalan TolDana Aditiasari - detikFinance Sisi Selatan Pulau Jawa bakal kehadiran proyek jalan tol, salah satunya adalah proyek jalan tol Tegal-Cilacap. Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zuna.
"Itu kan tol prakarsa, artinya usulan dari pihak swasta. Usulannya sudah masuk ke kami, mudah-mudahan bisa lelang tahun ini," kata dia dihubungi detikFinance, Minggu (12/2/2017).
Jalan tol ini, kata Herry, diprakarsai oleh BUMN jalan tol, PT Jasamarga (Persero). Jalan tol ini bakal menjadi alternati…

Rencana Jalan TOL Ajibarang Wangon

Dalam perkembangannya rencana pembangunan jalan Tol Ajibarang Wangon terakomodasi dengan disetujuinya Rencana Jalan Tol Tegal Cilacap yang aksesnya dipastikan melewati kota kota ini.

Berdasarkan RTRW Jateng 2009-2029, Kabupaten Banyumas akan dilalui jalan tol Tegal-Cilacap. Rutenya dimulai dari Tegal-Prupuk-Bumiayu-Ajibarang-Wangon-Cilacap. Sedangkan untuk Kabupaten Cilacap akna dilalui Jalan tol Cilacap-Yogyakarta, rutenya dimulai dari Cilacap-Buntu-Sumpiuh-Kebumen-Purworejo-Kulon Progo, Yogyakarta.
Meskipun tidak melewati Kota Purwokerto, tapi dengan akses yang memadai terutama ke Wangon yang menurut informasi menjadi lokasi TOL Gate , maka tetap berperan signifikan terhadap mobilitas dari Purwokerto ke luar daerah. 
Ini adalah konsekuensi sebuah perkembangan dimana dampak dibukanya TOl Cipali tenyata semakin membuat kawasan Banyumas padat. bahkan yang menjadi pelajaran bersama adalah kasus rusaknya jembatan Comal Pemalang beberapa tahun lalu, mengakibatkan kemacetan parah di Jalur…

Objek Wisata Karang Penginyongan Karangtengah Cilongok

update info






GRAFIKA GROUP KEMBANGKAN WISATA DI KARANG PENGINYONGAN
KAWASAN WISATA KARANG PENGINYONGAN CIPENDOK
LAUTAN BUNGA DI TAMAN PENGINYONGAN
TITIAN KASIH KE PUNTUK ASMARA



[Suara Banyumas] Kawasan Objek Wisata Karang Penginyongan di Desa Karangtengah, Kecamatan Cilongok, Banyumas, bakal dikembangkan menjadi destinasi wisata dan budaya yang terintegrasi. Tujuannya menarik wisatawan untuk mengunjungi wilayah Banyumas bagian barat. Hal itu diungkapkan budayawan Ahmad Tohari dalam Sosialisasi Pengembangan Taman Wisata dan Budaya Karang Panginyongan, Minggu (17/1). Dia mengatakan, Karang Penginyongan ini diarahkan untuk menjadi kawasan wisata edukatif. Arahnya untuk membentuk karakter kepribadian pengunjungnya. ”Banyumas membutuhkan destinasi wisata dengan konsep yang baru, tidak hanya untuk objek wisata massal. Selain itu, sudah waktunya kantongkantong kebudayaan disiapkan untuk menarik wisatawan. Banyumas butuh usaha pariwisata berbasis alam dan juga pemikiran untuk p…