Langsung ke konten utama

Kalitanjung Diharapkan Menjadi Kantong Budaya

Sentra budaya Kalitanjung yang digagas oleh sejumlah pegiat budaya di Banyumas diharapkan menjadi kantong budaya di wilayah Banyumas Selatan. Kawasan ini bertujuan untuk menyebar konsentrasi wisatawan dan tempat hiburan seni yang tersedia.
Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Banyumas, Deskart Sotyo Jatmiko menuturkan, gagasan mengenai sentra budaya tersebut dicetuskan lantaran Kalitanjung yang berada di Desa Tambaknegara, Kecamatan Rawalo, Banyumas memiliki potensi dan kekayaan seni budaya yang unik.
Saat ini, kantong budaya sangat dibutuhkan untuk mengangkat seni budaya Banyumasan. “Kantong budaya itu dibutuhkan tidak hanya untuk memberikan atraksi wisata untuk pengunjung, tapi juga alternatif destinasi,” katanya, kemarin.
Dia mengemukakan, sejatinya, di desa tersebut sudah terdapat Kelompok Sadar Wisata sejak sekitar tahun 2000. Akan tetapi pengelolaannya belum maksimal. Nama Kalitanjung, ujar Deskart, mulai terangkat kembali sejak gelaran Grebeg Sura tahun 2013. Setelah itu, ada beberapa pengunjung yang datang secara periodik untuk menikmati seni budaya yang tumbuh di kawasan itu.
Adapun Kalitanjung berada di bekas pusat Kadipaten Bonjok. Pola hidup masyarakat desa yang masih tradisional juga menjadi daya tarik untuk dipelajari. Tak jarang, sejumlah akademisi datang untuk melihat masyararakat adat Kasepuhan Kalitanjung dari dekat.
“Rencananya, Sentra Budaya Kalitanjung ini akan melibatkan masyarakat desa setempat, Paguyuban Masyarakat Pariwisata Serayu, dan Perhutani KPH Banyumas Timur untuk pemanfaatan lahan hutan sebagai aktivitas alternatifnya,” tutur Deskart. Sementara itu, Pegiat Pokdarwis Tirta Kencana Desa Tambaknegara, Kecamatan Rawalo, Sumarno mengatakan, masyarakt Desa Tambaknegara masih sangat menjaga tradisi yang hidup sejak masa Kadipaten Bonjok.
Itu terlihat dari pola hidup mereka. “Adat istiadat masyarakat yang masih terjaga, seniman di desa tersebut kerap menampilkan kesenian yang unik, seperti gondolio, wayang, buncis dan lengger lanang,” katanya. 
sumber suara merdeka

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rencana Jalan TOL Pejagan /Tegal - Wangon - Cilacap Dalam Tahap Penyusunan FS

Up date info :  Ternyata info terbaru diusulkan bukan dari Tegal tapi dari Pejagan, Yaitu Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap dan Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap


Peta Usulan Program Bina Marga Antar WPS Brebes-Cilacap

 Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap



update info berita ini Minggu 12 Feb 2017, 10:59 WIB Tegal Cilacap Bakal Terbangun Jalan TolDana Aditiasari - detikFinance Sisi Selatan Pulau Jawa bakal kehadiran proyek jalan tol, salah satunya adalah proyek jalan tol Tegal-Cilacap. Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zuna.
"Itu kan tol prakarsa, artinya usulan dari pihak swasta. Usulannya sudah masuk ke kami, mudah-mudahan bisa lelang tahun ini," kata dia dihubungi detikFinance, Minggu (12/2/2017).
Jalan tol ini, kata Herry, diprakarsai oleh BUMN jalan tol, PT Jasamarga (Persero). Jalan tol ini bakal menjadi alternati…

Rencana Jalan TOL Ajibarang Wangon

Dalam perkembangannya rencana pembangunan jalan Tol Ajibarang Wangon terakomodasi dengan disetujuinya Rencana Jalan Tol Tegal Cilacap yang aksesnya dipastikan melewati kota kota ini.

Berdasarkan RTRW Jateng 2009-2029, Kabupaten Banyumas akan dilalui jalan tol Tegal-Cilacap. Rutenya dimulai dari Tegal-Prupuk-Bumiayu-Ajibarang-Wangon-Cilacap. Sedangkan untuk Kabupaten Cilacap akna dilalui Jalan tol Cilacap-Yogyakarta, rutenya dimulai dari Cilacap-Buntu-Sumpiuh-Kebumen-Purworejo-Kulon Progo, Yogyakarta.
Meskipun tidak melewati Kota Purwokerto, tapi dengan akses yang memadai terutama ke Wangon yang menurut informasi menjadi lokasi TOL Gate , maka tetap berperan signifikan terhadap mobilitas dari Purwokerto ke luar daerah. 
Ini adalah konsekuensi sebuah perkembangan dimana dampak dibukanya TOl Cipali tenyata semakin membuat kawasan Banyumas padat. bahkan yang menjadi pelajaran bersama adalah kasus rusaknya jembatan Comal Pemalang beberapa tahun lalu, mengakibatkan kemacetan parah di Jalur…

JNE Resmikan Wangon Gateway

Tingkatkan Kecepatan Layanan JNE Resmikan Wangon Gateway
Salah satu perusahaan jasa pengiriman ekspres dan logistik nasional, JNE terus memperkuat berbagai sektor salah satunya infrastruktur dan jaringan. Selain di Bandung, telah mengoperasikan Jakarta Gateway, Surabaya Gateway dan Wangon Gateway. Perluasan infrastruktur pun tidak hanya di Pulau Jawa, tapi juga dilakukan di JNE Medan dan Kantor Perwakilan baru JNE di Batam. Selanjutnya Gateway Makasar .

Peresmian JNE Gateway Wangon (Foto : Edi Romadhon)

















:  Demi meningkatkan kecepatan layanan pengiriman bagi customer, JNE melakukan penambahan infrastruktur. Realisasi dari penambahan infrastruktur tersebut adalah pembangunan Wangon Gateway yang berlokasi Jl Raya Klapagading Rt 04 Rw 08 Kecamatan Wangon Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.
Mohammad Feriadi, selaku Presiden Direktur JNE, dalam sambutannya menyampaikan, setelah peluncuran 7 produk di bulan Februari 2016 yang lalu, pembukaan Gateway Wangon merupakan salah satu wujud pengembangan i…