Langsung ke konten utama

Akuntansi Pedagang Tradisional

PADA bulan Ramadan kita sering menjumpai bermunculannya pedagang-pedagang dadakan atau baru. Mereka pada umumnya merupakan pedagang kecil, kebanyakan pedagang makanan ringan, yaitu pedagang bermodal kecil yang ingin mendapatkan keuntungan hanya pada bulan baik bagi umat Islam.
Pedagang ini akan berbelanja bahan baku setelah mendapat pesanan dari tetangga atau rekan kerjanya. ”Pedagang tersebut hanya merupakan sebagian dari pedagang kecil yang ada suatu pasar.
Karena di pasar-pasar tradisional kebanyakan pedagangnya merupakan pedagang kecil,” kata Sully Kemala Octisari (25), akuntan yang kini aktif meneliti model pembukuan pedagang musiman. Melihat munculnya pedagang musiman itu, Sully mengajukan pertanyaan, apakah mereka berdagang sesuai proses akutansi.
Kemudian apa keuntungannya jika mereka berdagang secara akutansi. Atas pertanyaan itu, dia menjawab sendiri. ”Wajib. Pedagang kecil itu harus membuat catatan pembukuan untuk kepentingannya sendiri,”ujarnya, belum lama ini. Menurut Sully akuntansi adalah seni pencatatan, penggolongan, peringkasan, dan pelaporan transaksi keuangan suatu organisasi atau pedagang.
Pencatatan dengan cara tertentu yang sistematis, serta penafsiran terhadap hasilnya. ”Objek kegiatan akuntansi adalah transaksi-transaksi keuangan,” katanya. Jika pedagang kecil sudah menerapkan atau menggunakan proses akutansi, pasti mereka punya laporan keuangan yang tertulis dalam sebuah buku khusus untuk mencatat segala sesuatu yang berkaitan dengan keluar masuknya uang.
Berdasarkan dari pengamatan dan diskusi dengan beberapa pedagang di pasar tradisional di sekitar Purwokerto. ”Hampir 90% pedagang sayur dan bumbu dapur jarang melakukan pencatatan keluar masuknya uang atau barang, mereka hanya melakukan pencatatan terutama nama orang yang punya hutang kepadanya dan jumlah hutangnya,”jelasnya.
Akan tetapi pedagang yang mempunyai kios tetap di pasar seperti pedagang baju, pedagang barang kelontong, pedagang buah sebagian besar sudah melakukan pencatatan. Terutama jumlah barang, harga barang, jumlah uang yang keluar, jumlah uang yang masuk, jumlah uang piutang, dan jumlah uang yang dihutang orang.
Alasan pedagang sayur tidak melakukan pencatatan adalah repot karena begitu dagangan digelar kemudian banyak yang beli, mereka harus melayani dengan cepat dan tidak ada waktu untuk mencatat. Mereka menyatakan masih ingat jumlah uang yang dibelanjakan dan harga barang atau sayur dan selama ini mereka merasa aman-aman saja.
Berbeda dengan pedagang yang sudah mempunyai kios, mereka melakukan pencatatan adalah memudahkan mereka melakukan pengecekan barang yang terjual dan yang belum terjual. Barang yang bisa dikembalikan ke distributor, jumlah uang yang sudah dibayarkan, jumlah piutang, jumlah uang yang masuk dan seterusnya.
Tujuan pencatatan agar mudah pengembangan dagangannya dan tidak akan tercampur dengan uang keluarga. ”Uang jelas keberadaannya dan mudah dalam pengecekan atau pelacakan jika ada uang yang hilang,”tuturnya. Pedagang kecil, walaupun mereka tidak paham arti ataupun keuntungan sistem akutansi,.
Namun berdasarkan kebutuhan proses berdagang mereka secara tidak sengaja sudah melakukan proses akutansi secara sederhana dan sesuai dengan kreasi mereka. Bagi pedagang yang sudah melakukan pencatatan mereka paham manfaatnya. Bagi pedagang yang belum melakukan pencatatan barang dan uang, perlu adanya sosialisasi untuk melakukan pencatatan.
Poses akutansi sederhana perlu dikenalkan kepada pedagang. ”Hal ini untuk membantu pedagang dalam proses berdagangnya, yaitu dengan semakin jelas berapa modal awal, pengeluaran, dan pendapatan harian serta berapa keuntungan yang diperoleh setiap hari,”kata Sully.
sumber suara merdeka

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rencana Jalan TOL Pejagan /Tegal - Wangon - Cilacap Dalam Tahap Penyusunan FS

Up date info :  Ternyata info terbaru diusulkan bukan dari Tegal tapi dari Pejagan, Yaitu Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap dan Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap


Peta Usulan Program Bina Marga Antar WPS Brebes-Cilacap

 Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap



update info berita ini Minggu 12 Feb 2017, 10:59 WIB Tegal Cilacap Bakal Terbangun Jalan TolDana Aditiasari - detikFinance Sisi Selatan Pulau Jawa bakal kehadiran proyek jalan tol, salah satunya adalah proyek jalan tol Tegal-Cilacap. Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zuna.
"Itu kan tol prakarsa, artinya usulan dari pihak swasta. Usulannya sudah masuk ke kami, mudah-mudahan bisa lelang tahun ini," kata dia dihubungi detikFinance, Minggu (12/2/2017).
Jalan tol ini, kata Herry, diprakarsai oleh BUMN jalan tol, PT Jasamarga (Persero). Jalan tol ini bakal menjadi alternati…

Rencana Jalan TOL Ajibarang Wangon

Dalam perkembangannya rencana pembangunan jalan Tol Ajibarang Wangon terakomodasi dengan disetujuinya Rencana Jalan Tol Tegal Cilacap yang aksesnya dipastikan melewati kota kota ini.

Berdasarkan RTRW Jateng 2009-2029, Kabupaten Banyumas akan dilalui jalan tol Tegal-Cilacap. Rutenya dimulai dari Tegal-Prupuk-Bumiayu-Ajibarang-Wangon-Cilacap. Sedangkan untuk Kabupaten Cilacap akna dilalui Jalan tol Cilacap-Yogyakarta, rutenya dimulai dari Cilacap-Buntu-Sumpiuh-Kebumen-Purworejo-Kulon Progo, Yogyakarta.
Meskipun tidak melewati Kota Purwokerto, tapi dengan akses yang memadai terutama ke Wangon yang menurut informasi menjadi lokasi TOL Gate , maka tetap berperan signifikan terhadap mobilitas dari Purwokerto ke luar daerah. 
Ini adalah konsekuensi sebuah perkembangan dimana dampak dibukanya TOl Cipali tenyata semakin membuat kawasan Banyumas padat. bahkan yang menjadi pelajaran bersama adalah kasus rusaknya jembatan Comal Pemalang beberapa tahun lalu, mengakibatkan kemacetan parah di Jalur…

JNE Resmikan Wangon Gateway

Tingkatkan Kecepatan Layanan JNE Resmikan Wangon Gateway
Salah satu perusahaan jasa pengiriman ekspres dan logistik nasional, JNE terus memperkuat berbagai sektor salah satunya infrastruktur dan jaringan. Selain di Bandung, telah mengoperasikan Jakarta Gateway, Surabaya Gateway dan Wangon Gateway. Perluasan infrastruktur pun tidak hanya di Pulau Jawa, tapi juga dilakukan di JNE Medan dan Kantor Perwakilan baru JNE di Batam. Selanjutnya Gateway Makasar .

Peresmian JNE Gateway Wangon (Foto : Edi Romadhon)

















:  Demi meningkatkan kecepatan layanan pengiriman bagi customer, JNE melakukan penambahan infrastruktur. Realisasi dari penambahan infrastruktur tersebut adalah pembangunan Wangon Gateway yang berlokasi Jl Raya Klapagading Rt 04 Rw 08 Kecamatan Wangon Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.
Mohammad Feriadi, selaku Presiden Direktur JNE, dalam sambutannya menyampaikan, setelah peluncuran 7 produk di bulan Februari 2016 yang lalu, pembukaan Gateway Wangon merupakan salah satu wujud pengembangan i…