Langsung ke konten utama

Taman Budaya Banyumas



Sebagai lokasi dibangun taman budaya pengganti gedung suteja. Pancurawis seharusnya dikonsep sebagai pusat budaya Banyumasan. Saat ini lokasi itu dikatakan sepi sebagai daerah yang berada di tengah pusat ekonomi purwokerto. Karena itu adanya taman budaya adalah kesempatan besar bukan hanya menghidupkan budaya tapi juga menggerakkan ekonomi kawasan itu. Dan jika pemkab jeli merencanakan purwokerto sebagai tujuan berlibur. Maka sangat cocok jika memadukan dengan proyek ini. Yaitu agar bisa menjadi daya dukung dunia pariwisata di purwokerto. Sebagaimana beberapa tempat yang sudah dijadikannya tolak ukur dan study banding sebelum taman budaya ini dibangun, pemkab Banyumas perlu menerapkan beberapa konsep yang dijadikan pedoman bagaimana cara mengelola taman budaya dan bermanfaat luas bagi masyarakat sekitar.

Seperti apa menghidupkan kawasan budaya yang mendukung program pariwisata itu? Menurut saya sebaiknya kawasan Pancurawis sekitar gedung balai budaya ini yang memiliki lahan terbuka cukup luas, sangat perlu dibangun area pertunjukan out door, dilengkapi tempat duduk penonton di sekeliling nya. Dibangun juga tempat jualan jajanan khas Banyumas termasuk yang sudah langka, dibangun stand batik Banyumas, serta kerajinan rakyat. Tentunya ada area untuk pedagang kali lima yang diatur secara tertib. Untuk menghidupkan kawasan ini perlu program tetap, pertunjukan rakyat terutama out door yang menyajikan kesenian khas Banyunas seperti ebeg, kentongan, dan sebagainya secara terjadwal. Misalnya pertunjukan ebeg setiap minggu pertama tiap bulannya. Dan ada baiknya jika setiap kesenian mendapatkan kesempatan tampil dalam tiap bulannya, tentu memperhatikan atau mengatur giliran tiap grup kesenian.
Sejarah pembangunan 
republika.co.id
Pemerintah Kabubupaten Banyumas berencana membangun komplek Taman Budaya sebagaimana kota-kota lain yang menjadi pusat kebudayaan Jawa, seperti di Yogyakarta dan Solo.

Rencananya, komplek taman budaya ini akan menempai kawasan tanah Pemda yang merupakan tanah eks banda desa di Kelurahan Purwokerto Kidul Kecamatan Purwokerto Selatan.
"Para seniman yang terdiri dari para tokoh seniman senior, pemerhati seniman, dan yang mewakili pengurus Dewan Kesenian Daerah (DKD) Kabupaten Banyumas, telah menyetujui lokasi rencana pembangunan Taman Budaya Banyumas," jelas Asisten Ekonomi Pembangunan dan Kesejahteraan Masyrakat, Tjutjun Sunari Rochidi, Jumat (12/7).
Menurut dia, dengan adanya persetujuan ini, maka pembongkaran Gedung Kesenian Sutedja lama yang berada di sekitar Pasar Manis, sudah tidak ada persoalan lagi. Nantinya, lahan di bekas lokasi gedung Sutedja ini akan menjadi lahan areal perluasan pasar.
Sedangkan sebagai pengganti gedung Sutedja lama yang dibongkar, Pemkab akan membangun gedung kesenian di lokasi Taman Budaya Banyumas. "Gedung ini, nantinya juga akan dinamakan Gedung Sutedja, menggantikan gedung Sutedja lama yang sudah dibongkar," katanya menjelaskan.
Masalah pembongkaran gedung Sutedja untuk kebutuhahan perluasan pasar manis, sebenarnya sudah diwacanakan sejak beberapa tahun lalu. Namun saat itu, kalangan seniman melakukan penolakan.
Baru setelah terjadi pergantian Bupati Banyumas, dari Mardjoko ke Achmad Husein, para seniman memberi persetujuan. Tjutjun menyebutkan, rencana pembangunan Taman Budaya Banyumas ini diawali dengan pertemuan antara seniman Banyumas dengan Bupati Banyumas, 19 Mei 2013 lalu.
Dalam pertemuan itu diperoleh kesepakatan bahwa Pemkab akan menfasilitasi para seniman untuk membangun Taman Budaya yang didalamnya ada gedung kesenian baru. "Bahkan para seniman telah melakukan peninjauan langsung lokasi yang akan menjadi Taman Budaya Banyumas," katanya.
Persetujuan  para seniman ini, menurut Tjutjun, dituangkan dalam berita acara yang ditandatangani 13 perwakilan seniman Banyumas. Bahkan dalam kesempatan itu, para seniman meminta agar dilibatkan dalam pembuatan DED (Detail Engeneering Design) Gedung Kesenian.
"Pembahasan DED ini, rencananya akan dianggaran dalam APBD Perubahan. Sedangkan pelaksanaan pembangunannya, akan dimulai tahun 2014," kata Tjutjun menjelaskan.
Sementara itu Kabid Kebudayaan Dinporabudpar Kabupaten Banyumas Amrin Maruf, menyatakan elah berkordinasi dengan Dinas Cipta Karya dan Bagian Pembangunan. Namun mengingat keterbatasan waktu, untuk sementara diusulkan master plannya lebih dulu, baru  setelah itu DED Taman Budaya secara keseluruhan.
DKD Setujui Pemkab Bangun Gedung Kesenian di Kelurahan Pwt. Kidul
“ Tim sembilan dan Tim Lima Seniman Banyumas yang terdiri dari para tokoh seniman senior, pemerhati seniman,dan yang mewakili pengurus  Dewan Kesenian Daerah (DKD) Kabupaten Banyumas setujui lokasi rencana Pemkab Bangun  Taman Budaya Banyumas  didalamnya ada Gedung Kesenian Sutejo sebagai pengganti Gedung Kesenian Sutejo yang akan digunakan untuk perluasan pasar manis di Kelurahan Purwokerto Kidul Kecamatan Purwokerto Selatan tepatnya bersebalahan dengan Kantor Kelurahan Purwokerto Kidul  “ demikian disampaikan oleh Asisten Ekonomi Pembangunan dan Kesejahteraan Masyrakat Ir. Tjutjun Sunari Rochidi di ruang kerjanya, Jum’at (12/7).

Tjutjun mengatakan, proses pembahasan pembangunan Taman Budaya diawali dengan pertemuan antara para seniman Banyumas dengan Bupati Banyumas tanggal 19 Mei 2013 di Pendopo sipanji Banyumas sebagai babak baru dalam perkembangan hubungan seniman dan pemerintah dengan menghasilkan kesepakatan diataranya Pemkab siap menfasilitasi para seniman untuk pembangunan Taman Budaya yang didalamnya ada gedung kesenian Sutedjo sebagai pengganti gedung kesenian Sutedjo yang akan digunakan untuk perluasan pasar manis.

Disamping kesepakatan tersebut juga disepakati pembangunan Taman Budaya  di Gor Mini yang berada di Kelurahan Purwokerto Kulon Kecamatan Purwokerto selatan akan tetapi setelah diadakan peninjauan lokasi Pemkab dengan perwakilan Tim 9 dan Tim 5, dan ditindaklanjuti dengan rapat koordinasi diputuskan Gor mini tidak diperuntukkan Taman Budaya  karena masih dibutuhkan oleh masyarakat Purwokerto Kulon dan KONI Kabupaten Banyumas untuk kepentingan olah raga dan juga dekat dengan tempat peribadatan walaupun para jamaah tidak keberatan dengan syarat tidak untuk pergelaran musik keras , sehingga memutuskan alternative tempat lain yaitu di Tanah Pemda Eks Banda Desa Kelurahan Purwokerto Kidul Kecamatan Purwokerto Selatan.

Tim 9 dan Tim 5 yang hadir pada pertemuan tanggal 24 Juni 2013 adalah Sunardi,ST, Bambang Widodo, Surya Esa, Syaikhul Irfan, Rohadi, Arno, S, Titut EP, Hadiwijaya, Dwi s, Jarot S, Sugeng Tato dan Bambang wadoro yang difasilitasi oleh Dinporabudpar telah mengadakan peninjauan lokasi di Purokerto Kidul setelah sebelumnya Camat Purwokerto Selatan melaporkan kepada Bupati Banyumas tentang status tanah Pemda eks Bada Desa Kelurahan Purwokerto Selatan “   Tim 9 dan Tim 5 yang berasal dari para seniman Banyumas dengan jajaran Pemkab telah cek lokasi di Purwokerto Kidul dan hasilnya perwakilan seniman  setuju Pemkab Bangun Taman Budaya di Tanah Pemda Eks Banda Desa Kelurahan Purwokerto Kidul “ jelas Tjutjun.

Tjutjun menambahkan, persetujuan  para seniman juga telah dituangkan dalam berita acara kesepakan tanggal 24 Juni 2013 yang ditandatangani oleh 13 perwakilan Seniman Banyumas  yang hadir dimana beberapa kesepakatannya juga memohon kepada Pemkab segera membuat DED Pembangunan Gedung Kesenian nyang baru dengan mengikutsertakan para seniman untuk membahasnya dan diajukan pada perubahan anggaran tahun 2013, Pelaksanaan pembangunan gedung kesenian agar dimulai tahun 2014 dan DED yang dibuat adalah DED Taman Budaya yang didalamnya terdapat Gedung Kesenian Sutedjo.

Sementara itu Kabid Kebudayaan Dinporabudpar Kabupaten Banyumas Amrin Maruf dalam keterangannya menyampaikan bahwa setelah berkordinasi dengan Dinas Cipta Karya dan Bagian Pembangunan mengingat keterbatasan waktu untuk sementara diusulkan Master plannya terlebih dahulu setelah itu DED taman Budaya secara keseluruhan. Dan pembuatan master plan  sudah diusulkan  dalam Perubahan Anggaran Tahun 2013 “Master Plan dan DED sudah diusulkan di perubahan Anggaran 2013, mudah-mudahan disetujui dan untuk pembangunan fisik akan diusulkan di APBD 2014“ ungkap Amrin.

Sumber : Bagian Humas dan Protokol Setda Kabupaten Banyumas

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rencana Jalan TOL Pejagan /Tegal - Wangon - Cilacap Dalam Tahap Penyusunan FS

Up date info :  Ternyata info terbaru diusulkan bukan dari Tegal tapi dari Pejagan, Yaitu Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap dan Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap


Peta Usulan Program Bina Marga Antar WPS Brebes-Cilacap

 Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap



update info berita ini Minggu 12 Feb 2017, 10:59 WIB Tegal Cilacap Bakal Terbangun Jalan TolDana Aditiasari - detikFinance Sisi Selatan Pulau Jawa bakal kehadiran proyek jalan tol, salah satunya adalah proyek jalan tol Tegal-Cilacap. Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zuna.
"Itu kan tol prakarsa, artinya usulan dari pihak swasta. Usulannya sudah masuk ke kami, mudah-mudahan bisa lelang tahun ini," kata dia dihubungi detikFinance, Minggu (12/2/2017).
Jalan tol ini, kata Herry, diprakarsai oleh BUMN jalan tol, PT Jasamarga (Persero). Jalan tol ini bakal menjadi alternati…

Rencana Jalan TOL Ajibarang Wangon

Dalam perkembangannya rencana pembangunan jalan Tol Ajibarang Wangon terakomodasi dengan disetujuinya Rencana Jalan Tol Tegal Cilacap yang aksesnya dipastikan melewati kota kota ini.

Berdasarkan RTRW Jateng 2009-2029, Kabupaten Banyumas akan dilalui jalan tol Tegal-Cilacap. Rutenya dimulai dari Tegal-Prupuk-Bumiayu-Ajibarang-Wangon-Cilacap. Sedangkan untuk Kabupaten Cilacap akna dilalui Jalan tol Cilacap-Yogyakarta, rutenya dimulai dari Cilacap-Buntu-Sumpiuh-Kebumen-Purworejo-Kulon Progo, Yogyakarta.
Meskipun tidak melewati Kota Purwokerto, tapi dengan akses yang memadai terutama ke Wangon yang menurut informasi menjadi lokasi TOL Gate , maka tetap berperan signifikan terhadap mobilitas dari Purwokerto ke luar daerah. 
Ini adalah konsekuensi sebuah perkembangan dimana dampak dibukanya TOl Cipali tenyata semakin membuat kawasan Banyumas padat. bahkan yang menjadi pelajaran bersama adalah kasus rusaknya jembatan Comal Pemalang beberapa tahun lalu, mengakibatkan kemacetan parah di Jalur…

Objek Wisata Karang Penginyongan Karangtengah Cilongok

update info






GRAFIKA GROUP KEMBANGKAN WISATA DI KARANG PENGINYONGAN
KAWASAN WISATA KARANG PENGINYONGAN CIPENDOK
LAUTAN BUNGA DI TAMAN PENGINYONGAN
TITIAN KASIH KE PUNTUK ASMARA



[Suara Banyumas] Kawasan Objek Wisata Karang Penginyongan di Desa Karangtengah, Kecamatan Cilongok, Banyumas, bakal dikembangkan menjadi destinasi wisata dan budaya yang terintegrasi. Tujuannya menarik wisatawan untuk mengunjungi wilayah Banyumas bagian barat. Hal itu diungkapkan budayawan Ahmad Tohari dalam Sosialisasi Pengembangan Taman Wisata dan Budaya Karang Panginyongan, Minggu (17/1). Dia mengatakan, Karang Penginyongan ini diarahkan untuk menjadi kawasan wisata edukatif. Arahnya untuk membentuk karakter kepribadian pengunjungnya. ”Banyumas membutuhkan destinasi wisata dengan konsep yang baru, tidak hanya untuk objek wisata massal. Selain itu, sudah waktunya kantongkantong kebudayaan disiapkan untuk menarik wisatawan. Banyumas butuh usaha pariwisata berbasis alam dan juga pemikiran untuk p…