Entri yang Diunggulkan

Info Tentang Blog Banyumas Corner

saya mencoba mendeskripsikan sebuah ungkapan yang berasal dari bahasa populer saat ini yaitu ungkapan Menduniakan Banyumas dan Memb...

Selasa, 20 Desember 2016

Asongan dan Penunjuk Jalan Bermunculan Kemacetan di Jalur Tengah Ajibarang-Bumiayu


suaramerdeka.com
KEMACETAN arus lalu lintas di jalur tengah Ajibarang-Bumiayu akibat kerusakan jalan nasional di wilayah Kecamatan Pekuncen, membawa berbagai dampak. Selain terganggunya aktivitas warga dan pengguna jalan, kondisi tersebut justru menjadi berkah bagi sebagian warga lainnya.
Di tengah kemacetan itu muncullah pedagang asongan, pengamen, pengatur jalan hingga joki penunjuk jalan. Meski ada yang mengeluhkan dan menyayangkan, pekerjaan ‘dadakan’ yang bisa ditemui di sepanjang jalan nasional hingga alternatif Ajibarang Pekuncen itu tak dipungkiri juga dibutuhkan bagi pengendara kendaraan bermotor terutama dari luar kota.
Di tengah antrean panjang kendaraan dari arah Ajibarang- Bumiayu, para pedagang asongan dadakan itu menawarkan berbagai makanan instan mulai dari kopi, es teh, mi, nasi rames, hingga gorengan.
Mereka berkeliling dan jemput bola mengais rupiah dengan menjajakan dagangannya kepada pengemudi ataupun penumpang kendaraan. “Keberadaan ‘pak ogah dadakan’ ini terbilang cukup berjasa, kalau soal sumbangan itu sukarela,” kata Ramlan Kumbadi, warga Pandansari, Kecamatan Ajibarang.
Sementara itu di tengah antrean panjang kendaraan yang sering terjadi di jalur Ajibarang Pekuncen, keberadaan jasa ‘joki’penunjuk jalan alternatif juga sering dimanfaatkan pengemudi kendaraan pribadi dari luar kota. Mereka yang enggan terjebak antrean panjang kendaraan 2-4 jam, lebih memilih untuk keluar dari antrean panjang menuju jalur alternatif.
Arahkan PengemudiPara joki penunjuk jalan ini akan mengarahkan dan menuntun pengemudi kendaraan pribadi keluar dari antrean menuju jalur alternatif.
“Kalau lalu lintas normal, Ajibarang Bumiayu setengah jam sampai. Namun kalau sedang macet seperti kemarin, bisa sampai 3-4 jam lebih. Di jalan alternatif juga sangat penuh kendaraan,” kata Slamet Sularto, warga Desa Lesmana Ajibarang usai mudik ke Brebes kemarin. Ongkos jasa joki ini juga cukup bervariasi dan tidak ada nominal yang pasti.
Joki penunjuk jalan alternatif ini mulai ada sejak wilayah Brebes, Pekuncen hingga Ajibarang. Joki penunjuk jalan ini biasanya beroperasi baik siang maupun malam terutama ketika jalur nasional Ajibarang-Pekuncen tersendat. Dari arah Paguyangan Brebes, menggunakan sepeda motor dan lampu pengatur, biasanya joki akan mengarahkan kendaraan keluar dari antrean panjang untuk masuk ke perbatasan Brebes- Banyumas di wilayah Winduaji- Krajan menuju ke Ajibarang.
Kemacetan kendaraan di jalur Ajibarang Bumiayu itupun terjadi kembali, Sabtu-Minggu dini hari (17-18/12). Antrean panjang kendaraan mengular dari wilayah Ajibarang hingga Paguyangan, Brebes hingga sejauh enam kilometer.
Perilaku ingin cepat sampai dan saling mendahului membuat penumpukan kendaraan terjadi. Terlebih lagi di ruas jalan nasional tepatnya di Desa Pekuncen, Kecamatan Pekuncen terjadi kecelakaan truk terguling dan sopir truk asal Cirebon meninggal karena diduga kelelahan dan terserang penyakit jantung.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar